Album Binar Wajah Sebaya: Nuansa Berisik Morfem Penuh Cinta

MORFEM adalah band indie-rock paling berisik saat ini. Belum lama ini mereka merilis mini album berjudul Binar Wajah Sebaya (11/08). Album ini hadir dengan penuh keberisikan yang menghadirkan 1 lagu absurd, 4 lagu aransemen dan rekam ulang.  Apa yang terlintas dalam pikiran kalian ketika membaca atau mendengar kata “morfem”? Mungkin untuk mahasiswa jurusan bahasa atau sastra … Read moreAlbum Binar Wajah Sebaya: Nuansa Berisik Morfem Penuh Cinta

FSTVLST II, Perihal Merawat Cita-cita dan Isu Sosial

Tahun 2020 mungkin tidak memberikan banyak kesempatan kita untuk memiliki memori yang indah. Dari segelintir yang tersedia, kabar bahwa FSTVLST (dibaca Festivalist) akhirnya selesai meramu album kedua bisa jadi satu yang paling menggembirakan. Unit almost rock barely art asal Yogyakarta ini akhirnya resmi merilis album keduanya berjudul FSTVLST II. Album ini berselisih enam tahun dari … Read moreFSTVLST II, Perihal Merawat Cita-cita dan Isu Sosial

Only Yesterday: Quarter Life Crisis yang Nggak Krisis-krisis Amat

Quarter life crisis, isu terhangat di rentang usia 20 sampai 30 tahunan, rupanya bukan perkara baru yang kerap disangkutkan dengan Generasi Milenial atau Generasi Z. Telisik punya telisik, ternyata hal itu juga pernah diangkat sutradara kawakan Studio Ghibli, Isao Takahata, dalam film Only Yesterday (1991). Saat dirilis, film itu menuai sorotan luar biasa dari masyarakat … Read moreOnly Yesterday: Quarter Life Crisis yang Nggak Krisis-krisis Amat

Another Day, Karya Agresif The SIGIT di Masa Pandemi

The SIGIT merupakan grup musik Indonesia yang aktif sejak tahun 2002. Nama The SIGIT merupakan kepanjangan dari “The Super Insurgent Group of Intemperance Talent”. Setelah hampir sewindu lamanya The SIGIT merilis album Detourn (2013), akhirnya The SIGIT kembali mengeluarkan karya terbarunya, Another Day. Angka tujuh mungkin adalah angka terbaik yang dipilih oleh band yang digawangi … Read moreAnother Day, Karya Agresif The SIGIT di Masa Pandemi

Catatan Lepas Setelah Membaca Na Willa

  Na Willa adalah novel anak yang ditulis oleh Reda Gaudiamo. Pada tahun 2018, novel ini diterbitkan oleh POST Bookpress, dengan ilustrasi dari Cecilia Hidayat. Novel ini juga telah memiliki sekuelnya, Na Willa dan Rumah dalam Gang. Berlatar kota Surabaya pada tahun 60/70-an, Na Willa berisi tentang cerita-cerita pendek keseharian seorang gadis kecil bernama Na … Read moreCatatan Lepas Setelah Membaca Na Willa

Napas Mayat : Kematian Kemanusiaan

“Aku memotongnya dengan sangat rapi, membuang lemak yang tidak dipakai sehingga hanya tersisa beberapa potong daging besar saja dari kaki, dada, dan tangan. Semua jeroan dari bagian bawah sampai jantung kujadikan satu. Kupotong-potong dan kutambah bumbu dapur dan berbagai sayur mulai dari wortel, kol, buncis, dan kesukaanku kacang polong; menjadi sup mangkuk besar, siap buat … Read moreNapas Mayat : Kematian Kemanusiaan

Mengintip Film Corona (2020)

Corona film

Setelah fenomena pandemi virus corona muncul di Wuhan dan menggemparkan dunia, tindakan diskriminasi kerap kali dialami turis-turis asal Asia. Umpatan-umpatan berbau rasis pun sering dilontarkan sebagai senjata ampuh untuk melumpuhkan korban. Terinspirasi dari permasalahan ini, Mostafa Keshvari membuat sebuah film berjudul Corona yang akan tayang tahun 2020. Film berdurasi 63 menit ini diperankan oleh Andrea … Read moreMengintip Film Corona (2020)

Kekalutan Perpisahan dan Memori yang Disampaikan Pale Skies

Ralung Memori Pale Skies

Sebuah pesan pendek perihal perpisahan dan memori yang dialami seseorang akan menghasilkan kenangan tersendiri pada orang yang merasakannya. Hal tersebut dapat kita rasakan, apalagi jika ditambah dengan mendengarkan alunan musik yang bereaksi menjadi lebih tenang. Pale Skies, duo pop ambient asal Tangerang, merilis single pertamanya yang berjudul “Larung Memori” pada Jumat 15 Mei 2020. Setelah … Read moreKekalutan Perpisahan dan Memori yang Disampaikan Pale Skies

Lewat “Serayu”, KAWG Merayu Korban Bullying agar Tak Layu

KAWG “Serayu”

Band asal Bandung Kite As a War Grate atau lebih dikenal sebagai KAWG melahirkan single terbaru bertajuk “Serayu” pada Jumat (15/5). Lagu ini menawarkan sensasi yang berbeda dibanding lagu-lagu dari album Rima Riang yang diliris pada awal tahun 2019. Tidak hanya suasana yang berbeda, “Serayu” merupakan cara KAWG menyampaikan kepedulian terhadap kasus bullying sekaligus bentuk … Read moreLewat “Serayu”, KAWG Merayu Korban Bullying agar Tak Layu