Penulis: Asu Gunung

  • Antara Pakualaman dan Tepi Progo

    Antara Pakualaman dan Tepi Progo

    “Skak-Ster!”, seru seorang bapak yang tengah asyik bermain catur di salah satu angkringan di depan Gedung Pakualaman. Angkringan dekat pohon besar di halaman Pakualaman malam ini tidak cukup ramai seperti biasanya. Hujan sore tadi mungkin yang menjadi sebab sepinya angkringan ini. Padahal biasanya angkringan ini cukup ramai. “Pak, kopi pahit satu lagi. Sama rokoknya satu”,…

    Read more

  • Kusumaning Ati

    Kusumaning Ati

    Bus malam berjalan cepat menembus gelapnya jalanan Solo-Jogja di malam berkabut itu. Bus malam itu hanya berisi empat orang penumpang. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh lebih sebelas menit. Ada sepasang mata seorang gadis berwajah manis yang masih menikmati indahnya kegelapan malam berkabut itu. Di kursi depannya, duduk seorang kakek yang sudah terlelap bahkan sejak sebelum…

    Read more

  • Sebatang Pohon Belimbing

    Sebatang Pohon Belimbing

    Dahulu ketika aku kecil, aku memiliki ketergantungan terhadap buah-buahan. Setiap hari aku harus mengkonsumsi buah minimal satu, buah apa pun. Apabila aku tidak mengkonsumsi buah, bisa dipastikan aku akan sakit setelahnya. Karena ketergantunganku itu, aku sering dipanggil codot oleh teman-teman dan tetanggaku. Memiliki ketergantungan terhadap buah-buahan, membuat aku merasa bersyukur karena terlahir di desa sehingga…

    Read more

  • Peluru bedil ayah

    Peluru Bedil Bapak

    Djenar, ibuku memberikan nama ini kepadaku delapan belas tahun yang lalu. Menurut ibuku, Djenar berarti kuning. Aku sendiri awalnya tidak begitu mengerti kenapa aku diberi nama yang artinya kuning. Ketika aku berusia dua belas tahun, sepuluh tahun yang lalu, aku bertanya kepada ibu mengapa aku memiliki nama yang artinya “kuning”. Ibuku menjelaskan bahwa ketika aku…

    Read more