Terjangkit Desas-Desus

@ismaadaily

“Ada satu syarat lagi supaya ramuan obat ini menjadi mustajab mandraguna.” “Apa itu? Saya pasti sanggup memenuhi syaratnya.” “Ambil sehelai rambut orang yang baru meninggal dan campurkan ke ramuan ini.” “Tapi, di mana saya bisa mendapatkannya?” “Jangan kebanyakan tapi. Ingat, gali kuburannya dengan tangan kosong!” Bulan mati di atas kuburan. Ia mengapit senter di lengan … Read moreTerjangkit Desas-Desus

Semoga Hal Baik Menyertaimu; Kumpulan Puisi Imanuela Dhimas

Manusia-Manusia Musiman Aku paham ini euforia yang tercipta oleh Dia Berawal dari kegabutan berakhir karena kesibukan Salah satu mencintai salah semua diri mencerai Terima kasih atas kasih manusia – manusia musiman   Semester Tu7uh Juh! Harusnya aku tidak banyak beban Harusnya aku banyak waktu luang Harusnya aku bisa rebahan Harusnya aku bisa berpetualang Harusnya aku … Read moreSemoga Hal Baik Menyertaimu; Kumpulan Puisi Imanuela Dhimas

Membenci Televisi

Sama seperti pemuda-pemudi seumurannya, Jati tidak punya pilihan. Walaupun penghujung bulan menjadi salah satu waktu yang ditunggu-tunggu, kesempatan untuk rehat dari segala sesak tuntutan masyarakat dan terutama keluarga, ia ogah untuk pulang. Tenang saja, kondisinya cukup stabil. Seorang mahasiswa dengan keadaan ekonomi yang serba pas, ia memiliki keseharian yang cukup dan patut disyukuri mengingat ia … Read moreMembenci Televisi

Sambat Bapak

Sore itu bersama Bapak, Bapak tampak lebih muda dari biasanya, Ia terkekeh dan melempar pandang ke langit-langit sore itu. Namun masih saja, aku melamunkan ini-itu dan mantra-mantra profanatik tak berpijak pada tanah, angan-angan tinggi akan keindahan-keindahan semu di dunia ini. Pada akhirnya menyerah dan mengeluh pada sebuah frasa “tidak adil”. Inilah lamunan yang terbuyarkan pesannya … Read moreSambat Bapak

Negeri Sailun Salimbai

Desa Muaro Jambi, Januari 2013 “Kalau beruang salju hidupnya di kutub utara, kalau jerapah tinggalnya di padang rumput Afrika, kalau kanguru di Benua Australia. Tempat tinggal hewan-hewan itu yang kita sebut sebagai habitat, ngerti dak bebudak?” Najmi termenung dan melihat bosan guru pelajaran IPA yang nampak kesal karena telah berulang kali menjelaskan hal yang sama … Read moreNegeri Sailun Salimbai

potret april untuk beby halki

potret april untuk beby halki Karya Dadang Ari Murtono   kuterima masker dan penyanitasi tangan itu ketika detik menggeret hari yang cemas, dan seorang penyair mengutip sepotong puisi brecht dalam bahasa indonesia kurawat baik-baik diriku, dan aku berhati-hati ke mana saja pergi, takut kalau-kalau setetes air hujan akan membunuhku   tapi hari-hari ini, cintaku, maut … Read morepotret april untuk beby halki

Momentum

*Aku* Namaku Setyo. Aku bekerja sebagai operator gantry crane atau yang biasa disebut sebagai Goliath. Raksasa baja berwarna kuning hitam yang menjulang tinggi dengan dua portal kokoh dan beroda ganda. Roda-rodanya bergerak mengikuti alur rel-rel panjang lurus sepanjang jalur dermaga peti kemas ini. Satu hoist dengan motor besar yang bergantung pada lengan ganda girder crane … Read moreMomentum

Empat Canto Musim Pagebluk

Empat Canto Musim Pagebluk Karya A. Bram Adintyo   (i) Dan pagebluk mendatangkan kepada kita gerowong kesenjangan. Beberapa dapur cukup senggang mengocok kopi bungkus, tetapi jalanan adalah meja kocok dadu tanpa mata keberuntungan yang berputar terus.   Seperti sumbu kepanikan yang meledak pagebluk menghamburkan para pemburu dan peramu dengan lemari pendinginnya menjadi sekumpulan penimbun. Sebab … Read moreEmpat Canto Musim Pagebluk