Browsing Category
ULASAN
160 posts
Berisikan ulasan maupun reflektif terhadap karya budaya—buku, musik, film, pertunjukan, atau fenomena estetik lain.
Para Perasuk (2026): Rasuk, Rakus, Rusak, Kuras, dan Rasuk
Pesta sambetan, perasuk, pelamun, roh, tidak lagi jadi sarana, melainkan berhala. Film 'Para Perasuk' tidak datang dengan intensi menggurui.
Film ‘ROOTS’ Walter Spies: Akar yang Menumbuhkan Tatapan
Film ROOTS membuka percakapan tentang Walter Spies dan Bali, tetapi menyisakan pekerjaan yang lebih penting: membongkar bagaimana sinema dapat mengkritik warisan visual kolonial yang masih hidup di masa kini.
“Fog Planet, Consumed”: Ritual Kosmik Deathgang di Tengah Kehancuran
Unit stoner doom asal Yogyakarta, Deathgang, kembali dengan single “Fog Planet, Consumed”, yang berbicara tentang kehancuran yang disadari.
Melihat Photos-Graphos di Pameran Tunggal ‘Solstice’ Vicky Saputra
Dalam pameran 'Solstice' Vicky Saputra, saya jadi bertanya jika fotografi tidak lagi menghasilkan imej gambar, apakah ia masih fotografi atau hanya malah justru baru menjadi fotografi?
Ledakan Suara Zekzek, Album S/T jadi Kritik dari Tubuh dan Ruang
Band Zekzek punya karakter cepat, kasar, impulsif, tetapi tetap terstruktur dan membawa narasi visi sosial yang terbaca.
‘Dōke no Hana’ (1935) Osamu Dazai: Selamat Datang di Kesedihan, Penduduk Satu
Novel 'Dōke no Hana' karya Osamu Dazai adalah representasi menertawakan kegamangan masa muda, cinta, dan kebencian diri dengan nada yang manis sekaligus ironis.
Dokumenter ‘1989’ (2014): Miklós Németh dan Jalan Sunyi Revolusi di Hungaria
Film dokumenter '1989' menempatkan Miklós Németh dan Hungaria sebagai simpul penting dalam peristiwa runtuhnya komunisme di Eropa Timur.
Imaji Revolusi dalam Album ‘Luciferian Towers’ karya Godspeed You! Black Emperor
Saya akan menafsirkan album “Luciferian Towers” sebagai usaha penghancuran pada menara kapitalisme atau cengkeraman kekuasaan iblis.
Film ‘La Haine’ (1995): Kerja Kolektif dan Budaya Jalanan sebagai Perlawanan
Di tengah maraknya diskriminasi dan teror, film 'La Haine' jadi cerminan kritis tentang berkolektif.
Tidak Ada Jalan Pintas di EP ‘Jalan Pintas’ Yanuar Sastra
EP 'Jalan Pintas' Yanuar Sastra, semacam mini album yang mengemas hal-hal yang nampak remeh temeh, tapi sebenarnya begitu dekat dan lekat dengan apa yang ada di sekitar kita.
Asrama Dara (1958): Tenang dalam Tegangan
Menonton "Asrama Dara" rasanya seperti arena konflik tafsir antara masa lalu dan masa kini, daripada sekadar merayakan sejarah sinema dan keberhasilan merestorasinya.
Tubuh yang Menulis Sejarah: Sebuah Historiografi Maritim dari Bawah
Buku "Hidup Bersama Laut" karya Safar Nurhan lebih dari sekadar kumpulan esai, tetapi sebuah intervensi historiografis dan politikal.