Browsing Category
ULASAN
161 posts
Berisikan ulasan maupun reflektif terhadap karya budaya—buku, musik, film, pertunjukan, atau fenomena estetik lain.
Tubuh yang Menulis Sejarah: Sebuah Historiografi Maritim dari Bawah
Buku "Hidup Bersama Laut" karya Safar Nurhan lebih dari sekadar kumpulan esai, tetapi sebuah intervensi historiografis dan politikal.
‘Setiap Api Butuh Sedikit Bantuan’: Perjalanan Mencapai Titik Tuju?
Membaca "Setiap Api Butuh Sedikit Bantuan" karya Herry Sutresna, seperti menimbang kembali bagaimana musik, pertemanan, dan pengetahuan bekerja sebagai api kecil yang perlu terus dirawat.
Film ‘Pangku’ (2025): Kelambu yang Melindungi Sartika dari Tatapan Maskulin dan ‘Saru’
Walaupun ditempatkan dan dipertemukan dalam tradisi patriarki, rasanya mudah melihat bagaimana perempuan menggerakkan cerita film 'Pangku' melalui keputusan-keputusannya.
When Noise Feels More Human than Pop: Romantika Kegelapan Pelteras dalam ‘Krisan’
Lewat album 'Krisan', Pelteras meyakinkan kita bahwa kebisingan juga bisa menjadi bentuk cinta, cinta yang tidak butuh algoritma untuk terasa nyata.
Last Living Ceremony: Ritual Terakhir Sebelum Punah?
Last Living Ceremony memiliki potensi untuk memulai kembali perbincangan sebagai upaya “kelahiran kembali” atas heningnya skena musik rock.
Manifesto Kejujuran Holden Caulfield: “The Catcher in the Rye” Sebagai Kritik Sosial dan Budaya Modern
Dalam novel "The Catcher in the Rye", Holden Caulfield mengajarkan bagaimana seharusnya manusia berlaku sewajarnya sebagai manusia yang jujur.
Teater Manekin: Ketika Tubuh-Tubuh Bebas itu Mati di Ruang Rias
Lakon "Ruang Rias" Teater Manekin dapat dimaknai sebagai potret suram citra diri kita serupa manekin-manekin cantik yang diam.
Tiga Babak Kehidupan Dewasa dalam ‘Dekap Lekap’ Niskala
Barangkali saya dapat mengumpat untuk sebuah keindahan, maka karya bertajuk “Dekap Lekap” garapan Niskala akan saya sebut sebagai ‘bajingan’.
‘Sembojan’ Tigapagi: Satu Lagu untuk September
Tigapagi lewat lagu 'Sembojan', jadi pengingat bahwa di balik statistik angka kematian, ada wajah-wajah.
EP ‘Angkat dan Rayakan’ Ananda Badudu: Walau Terjal, Hidup Harus Tetap Dilanjutkan
Merayakan, dalam album "Angkat dan Rayakan" Ananda Badudu, tidak selalu dengan pesta meriah yang gemerlap, melainkan tetap melanjutkan hidup pun adalah perayaan.
Mencari Tawa di Tengah Reruntuhan: ‘That Time, Again’ dan Kegelisahan Generasi Kini
Eksperimen minimalis Merpati Performance Laboratory pada pertunjukan "That Time, Again" yang intens dan personal.
Peringatan dari Vortex of Hatred, “Negara sedang Gawat!”
Peluncuran album "Galat" Vortex of Hatred bukan sekadar konser metal, tetapi pertemuan, pemahaman, dan keberanian menatap sisi gelap.