Semoga Hal Baik Menyertaimu; Kumpulan Puisi Imanuela Dhimas

Manusia-Manusia Musiman Aku paham ini euforia yang tercipta oleh Dia Berawal dari kegabutan berakhir karena kesibukan Salah satu mencintai salah semua diri mencerai Terima kasih atas kasih manusia – manusia musiman   Semester Tu7uh Juh! Harusnya aku tidak banyak beban Harusnya aku banyak waktu luang Harusnya aku bisa rebahan Harusnya aku bisa berpetualang Harusnya aku … Read moreSemoga Hal Baik Menyertaimu; Kumpulan Puisi Imanuela Dhimas

potret april untuk beby halki

potret april untuk beby halki Karya Dadang Ari Murtono   kuterima masker dan penyanitasi tangan itu ketika detik menggeret hari yang cemas, dan seorang penyair mengutip sepotong puisi brecht dalam bahasa indonesia kurawat baik-baik diriku, dan aku berhati-hati ke mana saja pergi, takut kalau-kalau setetes air hujan akan membunuhku   tapi hari-hari ini, cintaku, maut … Read morepotret april untuk beby halki

Empat Canto Musim Pagebluk

Empat Canto Musim Pagebluk Karya A. Bram Adintyo   (i) Dan pagebluk mendatangkan kepada kita gerowong kesenjangan. Beberapa dapur cukup senggang mengocok kopi bungkus, tetapi jalanan adalah meja kocok dadu tanpa mata keberuntungan yang berputar terus.   Seperti sumbu kepanikan yang meledak pagebluk menghamburkan para pemburu dan peramu dengan lemari pendinginnya menjadi sekumpulan penimbun. Sebab … Read moreEmpat Canto Musim Pagebluk

Surat Tuhan; Kumpulan Puisi Edwin Anugerah Pradana

Surat Tuhan; Kumpulan Puisi Edwin Anugerah Pradana SURAT TUHAN Tuhan menyelipkan surat-surat bening pada garis pantai. “Dan terlambatlah.” Surat itu tak datang sesaat sebelum Dunkerque melarung kapal-kapal perang. 2020   ANTE MERIDIEM Di awal, detik menggurat garis yang makin malam makin habis. Gadis biru melepaskan diri pada lukisan dan sayup-sayup hantu. Semula kepala itu mengumpulkan … Read moreSurat Tuhan; Kumpulan Puisi Edwin Anugerah Pradana

“Jarakita”; Kumpulan Puisi Muhammad Adinegoro Natsir

Jarakita

“Lihatku Cahaya” Adalah mata yang sungkan dusta Adalah mata yang bising nyuara Adalah mata yang membunuh kuasa Adalah mata yang nolak melelap Adalah mata yang manggil nemani Adalah mata yang cahayai matahari Adalah mata matakau matakau   Kekasih Adakah matakau telaga yang kudayung pulang? Kekasih Adakah matakau itu menyaksi mata mataku? O! Maka jadilah jadi … Read more“Jarakita”; Kumpulan Puisi Muhammad Adinegoro Natsir

Pesan dari Ibu; Kumpulan Puisi .Prabangkara

Pesan dari Ibu

Pesan dari Ibu Sebungkus kopi dan gula. Satu bungkus rokok kretek, Dji Sam Soe, ya Indomie empat bungkus, yang goreng saja. Jangan lupa beli telur, seperempat kilo. Sama pulsa, 20.000, Simpati. Kalau sisa, simpen aja. Buat jajan. Di teras depan rumah, 22 Januari 2019   Seorang Guru dan Segelas Kopi (yang hampir habis) “Aku mendambanya…” … Read morePesan dari Ibu; Kumpulan Puisi .Prabangkara

Empat Aku; Kumpulan Puisi Servasius Hayon

Empat Aku

Empat Aku   Aku tak ingat pernah mengirim pesan. Setelah berbalas, yang kemarin terasa telah lewat berhari-hari.   Aku mengejar apa? Kemanisan dari sebuah wajahkah? Atau senyum merekah?   Aku baru sadar bahwa senyum itu bergetar.   Aku selalu ingin berbalas. Meski yang terjadi sesaat, rasanya telah lama lewat.   17 Mei 2020     … Read moreEmpat Aku; Kumpulan Puisi Servasius Hayon

Kita Hanya Perlu Istirahat; Kumpulan Puisi Lintang Kumala

Kita Hanya Perlu Istirahat

Malam Minggu   Di hari yang pucat oleh mendung dan khianat, doa-doa menyeberangi sungai-sungai dan memelukmu. Tiga puluh hari sebelum nanti bertemu denganmu Aku sudah menyiapkan segalanya, lebih tepatnya sedang berusaha mengarahnya: Membantu ibu memasak Menyiram tanaman Menyapu halaman Tak lupa juga merawat ingatan. Rasanya tidak ada cita-cita yang lebih besar selain kita hidup berdampingan. … Read moreKita Hanya Perlu Istirahat; Kumpulan Puisi Lintang Kumala