Kategori: Puisi

  • Titik-Titik: Kumpulan Puisi Faza Nugroho

    Kumpulan puisi ini: Titik Balik, Titik Tolak, dan Titik Temu ditulis oleh Faza Nugroho. Seseorang yang sedang belajar bahasa di Yogyakarta. Sudah lama kita berkawan,sekian puluh purnama berlalu Kita pilih untuk pulih bersama  Esok pagi kau pergi berlabuh,tiada lagi cangkir kuseduhdiiringi cerita sedih semalam utuh Wediombo tinggal rencanaDieng dan Andong tinggal renjanaKita pasti bertambah tuatanpa benar-benar bertumbuh Sehimpun tawa tak…

    Read more

  • api yang diciptakan seorang laki-laki yang pernah terbakar: Kumpulan Puisi Rully Andrian Syah

    Kumpulan puisi berjudul api yang diciptakan seorang laki-laki yang pernah terbakar ditulis oleh Rully Andrian Syah. Penulis bermukim dan belajar hidup di Yogyakarta. Proyek utamanya menulis fiksi dan esai-esai antropologi. /1/ cinta tak ubahnya kaca terbelah,kau ambil pecahannya yang melupakan retakkau gunakan menangkap lidah cahaya untuk menghangus yang keringatau segala yang rentan terbakarseperti hatiku, sejenis lilin dan…

    Read more

  • Belajar Jatuh: Kumpulan Puisi Valentino S.

    Kumpulan puisi ini: Belajar Jatuh, Lelah, Tapi Tak Boleh Lesu, dan Kurikulum Hidup ditulis oleh Valentino S. Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta yang terinspirasi oleh penulis lokal seperti Joko Pinurbo dan Ahmad Tohari. Katanya masa muda itu masa belajar.Tapi setiap kesalahanditandai dengan tinta tebal,diberi label gagalsebelum sempat mengerti sebabnya. Aku hanya ingin jatuh,dengan pelan,di lantai yang tak…

    Read more

  • Bangkit dari Less Afraid yang Menunggu Tapi: Kumpulan Puisi Devi Oktaviana

    Kumpulan puisi ini: Rintihan Alam, Bangkit dari Less Afraid yang Menunggu Tapi, dan Setahun yang Gelap ditulis oleh Devi Oktaviana, seorang perempuan kelahiran Jakarta yang senang menulis, membaca, dan berkeliling kota. menggerus tanahdan melebur rumahjadi galian tak bergunayang memakan nyawa lahan dihabisikayu diekstraksidirampas oligarkidan tak diadvokasi tak punya suarabergantung pada sumber dayayang sudah dimakankeserakahan merapal…

    Read more

  • dari ujung laras di bibirmu: Kumpulan Puisi Tsaqifah Zeiliana Ardifta

    Kumpulan puisi ini: dari ujung laras di bibirmu, Seandainya Aku Bisa Mengerti, dan Angkara, ditulis oleh Tsaqifah Zeiliana Ardifta. Batang, 16 Maret 2025 di antara kebrengsekandemi kebrengsekan yang dilakukan oleh negara,aku masih saja memikirkanmu. tak lagi kupedulikan kemungkinanhidup dan matiku di tangan aparat,atau ke mana arah revolveryang sewaktu-waktu bisa menembus dadaku. sebab aku sudah terlebih dahulu berdiri, dan…

    Read more

  • Kaki Pincang Dab Supri: Kumpulan Puisi Valentino S.

    Kumpulan puisi ini: Kaki Pincang Dab Supri, Hujan di Atap Seng, dan Lampu Merah, Cerita Kita ditulis oleh Valentino S. Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta yang terinspirasi oleh penulis lokal seperti Joko Pinurbo dan Ahmad Tohari. Ia datang saban hari,dengan kaki pincangdan semangat yang tak pernah timpang.Tukang bakso,penjaga sunyi di sudut kantinyang tak…

    Read more

  • Cinta yang [Dilarang] Marah: Kumpulan Puisi Ayup Armaddi

    Kumpulan puisi ini: Cinta yang [Dilarang] Marah, Sebentar Lagi, Namamu Jadi Tabu, dan Menu Santap Malam Penghabisan. Ditulis oleh Ayup Armaddi, seorang yang menulis untuk menyelundupkan ingatan masa muda sebelum tua dan pelupa. Ibu mencintai program PKKseperti mencintai anak bungsunyayang sering pulang kemalaman. Bapak mencintai otoritasseperti mencintai kumisnyayang dipangkas rapi tiap pagi. Sedang aku, masih…

    Read more

  • Revisi Hidup: Kumpulan Puisi Rifqi Septian Dewantara

    Kumpulan puisi ini: Revisi Hidup, Ah Sudahlah!, dan Bersitabik. Ditulis oleh Rifqi Septian Dewantara, pegiat sastra asal Balikpapan, Kalimantan Timur. (dari aku; kepada aku di masa lalu dan surat untuk aku di masa mendatang)  Akhir-akhir ini aku merasa selalu terbangun dengan sebuah kesalahan, selalu ada tumpukan tugas-tugas hidup yang menumpuk di kepala, membebaninya. Jika kutahu…

    Read more

  • Thalasemia.: Kumpulan Puisi Brigitta Globin Angela

    Kumpulan puisi ini: Thalasemia., Jendela, dan 2:02 ditulis oleh Brigitta Globin Angela. Kau menatap layar ini.Menerka mengapa aku menulisi alamat rumahmu.Sesekali, aku ingin mengetuk pintu.Menanggalkan jubah besar, merengek-rengek Menjadi diriku yang sering kutemui dalam bayangan di cermin dua ribu seratus sembilan puluh hari lalu.Hampir mati aku ingin menangis di antara flora fauna rumahmu;yang kini entah seperti…

    Read more

  • Berjalan di Pundak Harapan: Kumpulan Puisi Arie Riandry Ardiansyah

    Kumpulan puisi ini: Menelan Sunyi, Berjalan di Pundak Harapan, dan Melihat Matahari dari Ufuk yang Sunyi. Ditulis oleh Arie Riandry Ardiansyah, seorang mahasiswa di salah satu Universitas Islam Negeri. Malam mengunyah waktu dengan gigi gerahamnyadan aku menelan sunyi seperti pil pahit tanpa airdi dalam tenggorokankukesepian membentuk sarangmenetaskan kenangan yang tak mau pergi Aku duduk di…

    Read more

  • Jejak di Aspal: Kumpulan Puisi Puspita Bahari

    Kumpulan puisi ini: Aku, Saya Sudah Pernah Bilang, dan Saksi Bisu ditulis oleh Puspita Bahari. Lebih suka dikenal sebagai seorang pengepul rangkaian jejak rasa. Aku ini arang yang terseret angin, hitam, legam, terbakar tak padam.Merangkak di lorong kegelapan, menadah luka dengan tangan kosong.Tiap tetes kelabu menyusupi pori, menjalar ke rongga, membatu di dada.Perjalanan ini panjang,…

    Read more

  • Lalu Lintas di Bungkus KB Modern: Kumpulan Puisi Suden

    Kumpulan puisi ini ditulis oleh Suden, seorang penulis sekaligus peneliti dari Kolektif Arungkala. Untuk malam pertamapasca pernikahanmubapak kepala keluargameresmikan perobekan bungkus KBdi institusi sejarah Seremoni Perobekan Bungkus KBdihadiri ratusan ribu kader PKKyang tersebar di seluruh pelosok Jawa Tengahsesuai dengan pokja-nya masing-masing Atas restu dari BapakAnak-anakmu adalah produk sopan santundari skema pola asuh negarayang takluk terhadap…

    Read more