Kategori: Puisi

Kenang Penangsang: Kumpulan Puisi Khuluqul Karim
Kumpulan puisi ini: Cultuurstelsel, Kenang Penangsang, dan Kepada Rimang ditulis oleh Khuluqul Karim, seorang pemuda kelahiran Gresik yang nyantri di Sanggar Teater Eska dan belajar berjalan bersama Ruang Makmal. kematian itu hidupaku yang menghidupinya – dengan seganjil kehidupanyang aku sewa dari tuan tanah ; 20% (wajib) disisihkansementara, kepala jawatanasyik berburu prosenan 2021 kepada kau yang…

Klinik Peneman Sepi: Kumpulan Puisi Silvester Mario
Kumpulan puisi ini: Klinik Peneman Sepi, Obat, dan Sehat ditulis oleh Silvester Mario. Seorang fotografer yang melakukan kerja pemotretan acara, potret, dan proyek komersial. Pagi datang dan pendaftaran dibuka,Kau mengambil antrian dengan rasa gundah,Bergegas masuk untuk diperiksa,tanpa ada rasa terpaksa. Ruangan yang dingin dan mencurahkan dirimu kepadaku,Keringat bercucuran,kepala sulit dianggukkanteriakan kesakitan Ku berdiri dan memberikan…

Lirih Suara Kita Pun Luruh: Kumpulan Puisi Butuhbacaan
Kumpulan puisi ini: Sampai Kapan Kita Memaklumi Hidup yang Belingsatan Ini?, Lirih Suara Kita Pun Luruh, dan Rentetan Derita Pekerja. Ditulis oleh butuhbacaan, nama pena dari seorang perempuan yang kerap menulis untuk menuangkan keresahannya. 1.nelangsa kesepian karangdalam derai dentuman kereta listrikyang menghanguskan nikelmengorbankan lahan warga tiada kesepian abadipusaran manusia lalu-lalang ditindaskau mungkin akan dicekik kemudianbalutan canvas menjadi lalu…

Penerbangan Menuju Surga: Kumpulan Puisi Imam Budiman
Kumpulan puisi ini: Narasi Menyusun Kerumitan Lain, Penerbangan Menuju Surga, dan Dalam Sebuah Film Absurd. Ditulis oleh Imam Budiman, seorang guru Bahasa dan Sastra Indonesia serta Ketua Tim Perpustakaan—Literasi Pesantren Madrasah Darus-Sunnah Jakarta. Mesin waktu—satu lingkaran, raut tua dan separuh butaterbit dari garis tangan musafir yang kemudian berkata—apakah gelagat ne-ga-ra yang marah muasaldari pecahan kecil tenggat…

Pohon Kurus: Kumpulan Puisi Farras Pradana
Kumpulan puisi ini: Turun Satu Meter, Pohon Kurus, dan Pil ditulis oleh Farras Pradana. Seorang yang lahir di Lombok Timur dan bekerja di Semarang, serta penulis kumpulan cerpen berjudul Sekelompok Babi dan Rumah-Rumah (2021). dingin turun satu meter lebih dari ujung tubuhku.malam menggendong gigil yang biasanya tampak di bulu-bulu ayamperi kecil bersayap seperti lebah mati…

Dan, Peluru Terus Menghujam Lebih Dari Satu Kali: Kumpulan Puisi Mirna Layli Dewi
Kumpulan puisi ini: Runyam, Peluru menancap lebih dari satu kali, dan Dan, tak apa ditulis oleh Mirna Layli Dewi. Seorang perempuan yang lahir dan dibesarkan di Aceh. Saat ini sebagai Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Negeri Semarang. Mundur perlahan saat kau melintas dalam mimpi. Seperti nyata. Berusaha mendekap dan merangsak masuk rumah. Setauku belum pernah ada sosok…

Bayangkan Jika Sebuah Puisi Disalin dari Transkrip Sekretariat Kabinet Perihal Pengantar Presiden pada Sidang Kabinet Paripurna, di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Senin, 2 Desember 2024 | Kumpulan Puisi Amos Ursia
Kumpulan puisi ini terdiri dari 3 puisi yang ditulis oleh Amos Ursia, seorang yang gemar menulis berbagai puisi dan prosa tapi tidak cukup yakin menjadi penyair, apalagi pemuda harapan bangsa. kalau aku jadi mesin slot judi,akan kuberi kalian jackpot terbrutalsecara bergiliran & bertubi-tubi. masing-masing dapat satu boleh bagi-bagi untuk keluarga, asalkan sama rata. kalau aku jadi kolektor triliunerakan kubagikan…

Prelude Mencintaimu Lima Tahun Depan: Kumpulan Puisi Rully Andrian Syah
Kumpulan puisi ini berjudul Prelude Mencintaimu Lima Tahun Depan & Puisi Lainnya ditulis oleh Rully Andrian Syah. Seorang yang bermukim dan belajar hidup di Yogyakarta. Proyek utamanya, mengawinkan antropologi dan sastra. mencintaimu meski mataku kerap tercuri huruf-huruf iklan & goyangan tubuh digital. kukorek bahasa sederhana pada wangi deodoran, pada remah-remah mikro plastik di perut ikan…

Orang-Orang Karangmalang: Kumpulan Puisi Faza Nugroho
Kumpulan puisi ini: Orang-Orang Karangmalang, Jalan Keluar, dan Beri Aku Nyali ditulis oleh Faza Nugroho. Seseorang yang sedang belajar bahasa di Yogyakarta. Malam ini seperti biasa,beberapa batang pupusdi ujung lidah orang-orangLewat api dan bara,kita lepas simpul perkara Putaran searah jarum jamdari dua belas ke dua belasmenggiring kita ke pintu nerakaTumpahkan resah dari gelas ke gelas Air…

Notifikasi: Kumpulan Puisi Sunan Kanjeng Mustofo
Kumpulan puisi ini: Notifikasi, Draft Artikel, dan Tahu Isi. Ditulis oleh Sunan Kanjeng Mustofo, seorang pecinta sastra, mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. sebab untuk beberapa waktu yang lamasunyi makin pucat di dering notifikasi ponsel, tahu-tahu Tuhan mengabari lewat nomornya; Apa kabarmu hari ini. 2024 [abstract]kata kunci semacam kaifiatmerunut dirimu dengan cepatselagi menjelaskan; duniaku cukup di sini kau memang pandai menarik—perhatian menjalin…

Rantau yang Lain: Kumpulan Puisi Lugas Ikhtiar
Kumpulan puisi ini: Rantau yang Lain, Jika Malam Telah Malam, dan Membayangkan Bahagia Pada Jam Tujuh Belas Dua Tiga. Ditulis oleh Lugas Ikhtiar, seorang penulis puisi dan prosa yang telah menerbitkan buku puisi Perabotan & Ingatan (2022). angin merantaumengasingkan bau tubuhmulesat ke barat, sejarah terlipat di sini, kota terbakar sepiseperti puisi, seperti akudi kemudian hari…

sisa pagi: Kumpulan Puisi Misrof Aditya
Kumpulan puisi ini: sisa pagi, di panjang usiamu, dan foto usang di gorong-gorong kota ditulis oleh Misrof Aditya. Seorang yang sering membaca, sedikit menulis, dan banyak tidurnya. ada sisa pagiyang tersangkut di daun mahoni.sepasang burung gerejasedang belajar mengeja doadi kubah masjid pagi itu. ada sisa mimpiyang tertinggal di teras rumahpagi ini. seekor kupu-kupusedang sibuk terbang…











