Kategori: Puisi

  • Puisi Yang Mungkin Kau Baca Suatu Saat Nanti: Kumpulan Puisi Munanda Okki Saputro

    Kumpulan puisi ini: Puisi Yang Mungkin Kau Baca Suatu Saat Nanti, Hari Ke-514, dan Menjadi Saksi ditulis oleh Munanda Okki Saputro. Mahasiswa Sosiologi di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergiat dalam kelompok pertunjukan “Monolog Pejalan” yang berbasis di Kota Solo. Tak mungkin terus terang kuucapkan kata “rindu” kepadamuTak mungkin lagi tatap matamu dan mataku bertemu Maka ijinkan kupeluk lagi hari-hari…

    Read more

  • Manusia Tanah: Kumpulan Puisi Adi Subiantoro

    Kumpulan puisi ini: Manusia Api, Manusia Air, dan Manusia Tanah ditulis oleh Adi Subiantoro. Seorang yang sedang berusaha menulis di sela menjadi co-driver ambulans di kota Solo. Lembah dagumu melebihi api Nyala merajangDalam sekat yang minim, kau buat sepertimatahari tidak hanya bekerja sendiriTubuh-tubuhku juga purnama yang celakaKarena jadwal makin seringdatang Jika terus kau begitu, mungkin beberapa bulan ke depankita…

    Read more

  • nota untuk tahun-tahun tanpamu: Kumpulan Puisi Darryl Haryanto

    Kumpulan puisi ini: soto ayam pak yanto sekali lagi, nota untuk tahun-tahun tanpamu, dan begini bagaimana aku hidup sekarang ditulis oleh Darryl Haryanto. Seorang penulis, pembuat-pertunjukan, dan palugada. Bergerak di penerbit buku anak Cipacana dan kolektif pertunjukan Karangdunyo. nyarap belum selesai, britney, aku masih mausemangkok soto ayam pak yanto sekali lagiwaktu malu-maluobrolan kecil bangun tidur (dan menulis puisitentang cinta…

    Read more

  • Puisi untuk Ayah dan Ibu: Kumpulan Puisi Munanda Okki Saputro

    Kumpulan puisi ini: Puisi untuk Ayah dan Ibu, Menuju Pulang, dan Ramadan Tahun Ini ditulis oleh Munanda Okki Saputro. Mahasiswa Sosiologi di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergiat dalam kelompok pertunjukan “Monolog Pejalan” yang berbasis di Kota Solo. Sebelum pulang, kutuliskan puisiTepat di bibir pintu kosan yang seringkali telat ku bayarKata pertama adalah rinduKu kemasi barang dan beranjak membelakangi kamar…

    Read more

  • Setelah Membaca Sajak Sapardi Djoko Damono 1972-1973: Kumpulan Puisi R. Braja Restu

    Kumpulan puisi ini adalah puisi-puisi yang ditulis oleh R. Braja Restu setelah membaca sajak-sajak penyair Sapardi Djoko Damono tahun 1972-1973. Penulis aktif di Pondok Buku PALem dan pernah menulis buku puisi Cincin Gunung & Piring Matahari (2024). akan kucegah, akan kutahan dengan cemburu-amarahseandainya aku seterumu yang menggerutu melihat penamu menari bergerak kian-kemari di atas kertas…

    Read more

  • Cerita Menjelang Sore: Kumpulan Puisi Kanaya Adzani

    Kumpulan puisi ini: Sapaan Sang Mentari, Cerita Menjelang Sore, dan Berbincang Dengan Malam ditulis oleh Kanaya Adzani. Mahasiswi Ilmu Komunikasi di Yogyakarta, gemar menulis apapun yang datang secara tiba-tiba. Bak primadona, pagi adalah sebuah penantianBukan sekedar hari, namun juga suatu penandaKetika sinar itu tibaLuka lainnya baru saja dimulai Matahari adalah tulang rusuknyaPelangi dan hujan bagaikan…

    Read more

  • Tujuh Perhentian di Kamar Kosan: Kumpulan Puisi R. Braja Restu

    Kumpulan puisi ini adalah syair-syair tentang tujuh perhentian di kamar kos yang ditulis oleh R. Braja Restu. Penulis aktif di Pondok Buku PALem dan pernah menulis buku puisi Cincin Gunung & Piring Matahari (2024). Yang pertama adalah membersihkan nuraniJubah-jubah perang adalah jatidiri: kaos-kaos oblong yang mulai pudar ronanya dimutilasiLengan-lengan gagah dikebiri, dijadikan keset kaki, batas…

    Read more

  • Aku Tidak Datang Dari Masa Depan: Kumpulan Puisi Rifqi Septian Dewantara

    Kumpulan puisi ini: Aku Tidak Datang Dari Masa Depan, Pulang Adalah Memesan Waktu, dan Virus (Disease) ditulis oleh Rifqi Septian Dewantara. Pegiat asal Balikpapan yang kini aktif berkarya di Halmahera, Maluku Utara. Hanya itu yang aku punya; kematian. Ia sedang menunggu lewat tombol-tombol digital Tuhan. Seperti genggam aku di sini, menekan doa ke dimensi lain Dari bahasa pemrograman –…

    Read more

  • Renjana Malam: Kumpulan Puisi Bima Rizki Pratama

    Kumpulan puisi ini: Renjana Malam, Menjahit Luka, dan Zona Teman ditulis oleh Bima Rizki Pratama. Seorang pemuda yang kerjaannya kantoran sambil sesekali nulis puisi untuk mencurahkan perasaan.  Pada malam malam iniKutemukan renjana dalam dirimuMenghasut mimpi dan jejak alam kuMemberi remah remah surgawi  Kutemukan manis dalam kehangatan malamBersetubuh lagi dengan aliran darah kuKenanglah malam malam ini…

    Read more

  • Masih Sibuk Bermimpi: Kumpulan Puisi Antonius Wendy

    Kumpulan puisi ini: Dilema, Ironi, Absurd, Adakah, dan Masih Sibuk Bermimpi ditulis oleh Antonius Wendy.

    Read more

  • Polaroid: Kumpulan Puisi Gilang Rizki Pratama

    Kumpulan puisi ini: Polaroid, Kebahagiaan, dan Arus ditulis oleh Gilang Rizki Pratama. Mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia, Jawa Barat. fragmen polaroidtergeletak di atas pusara waktuterhitung daribulan januari – desember “ambil aku!” katanya lengang sejenakdetik tidak loncat ke sana kemarisosoknya menguarkenangannya menjelma Bandung, 2024 sepasang burung camarmembelah langit jingga desing kendaraanobrolan uangyang tidak ada habisnya :…

    Read more

  • Kembara: Kumpulan Puisi Endy Langobelen

    Kumpulan puisi ini: Kamar, Kembara, dan Mati Rasa diitulis oleh Endy Langobelen. Dulu, aku sejadi-jadinya merinduTentang kamar — tempat merebah senduMelepas keluh, menghempas pilu Kala penat membatu di ujung tandukKamar satu-satunya menujuku Kamar, sewaktu itu, serupa pelukan ibuHangat dan tenang rasakuDamai di tengah perang kepalaku Lantas seketika semua melintasIbarat air melesat di atas dedaun talas Kamar telah beralas cadas—…

    Read more