Kategori: Puisi

  • Membaca Kesedihan: Kumpulan Puisi Agus Sanjaya

    Kumpulan puisi ini: Membaca Kesedihan, Kepada Darah Anak-anak, dan Kata-kata Mati. Ditulis oleh Agus Sanjaya, seorang mahasiswa dan penulis. : Alejandra Pizarnik ia membaca kesedihandari tubuh koranyang menyelinap pagi iniseperti maling di pagar segelas kopi dan matahariterlalu merepotkantapi menghangatkan bunga lillac yang mati–haus tercekik kemaraumungkin lebih tragisdaripada sebuah puisi tapi ia lebih senang membacanya,seperti menemukan angindi sela-sela jari…

    Read more

  • Ibu Kota Negara Baru: Kumpulan Puisi Imam Budiman

    Kumpulan puisi ini: Lahir dari Tanah yang Lain, Ibu Kota Negara Baru, Ketika Aku Sekolah Dasar, dan Tanah Bahari Loa Bakung. Ditulis oleh Imam Budiman, seorang pendidik Bahasa dan Sastra Indonesia di Madrasah Darus-Sunnah dan SMA Adzkia Daarut-Tauhiid. aku lahir dari lesong batu milik ibu dahulu purba—penuh debu sejarah tercatat sejak raja bermukim di muara ini di…

    Read more

  • Syair Kelam dari Ruang Gelap: Kumpulan Puisi Endy Langobelen

    Kumpulan puisi ini: Syair Kelam dari Ruang Gelap, Dendam Tujuh Rupa di Tanah Surga, dan Di Tanah Emas. Ditulis oleh Endy Langobelen. Sebelum lelapmu tenggelam di punggung tilam, izinkan aku melantunkan syair-syair kelam dari ruang gelap — tempat orang-orang kulit hitam menegadah menanti surga dari sinar mata bulan yang menganga menyoroti malam.  Bahwa sebelum kau terkatup dalam bilik suntuk…

    Read more

  • Pekan Raya Konflik: Kumpulan Puisi Angela Ardhika Sinthawati

    Kumpulan puisi ini: Festival Cinta Pertama, Perlombaan Id, Ego, dan Superego, dan Si Tuan Pemenang Hati. Ditulis oleh Angela Ardhika Sinthawati. Romansa cilik yang membara kala ituDua tokoh pijaraya yang mematung semuTangan-tangan kecil sudah mulai saling menyatuMereka saling beradu rayu dalam kelambu Sintingnya mereka saling memisahkan diriMelepaskan kisah mereka pada frasa takdir yang fanaTahunan menuju puluhan sudah tak lagi…

    Read more

  • derai-derai cedera: Kumpulan Puisi Amos Ursia

    Kumpulan puisi ini: cikarang bekasi, jendela, kursi, dan derai-derai cedera. Ditulis oleh Amos Ursia, seorang yang gemar menulis berbagai puisi dan prosa. Karya terbarunya diduga agak berkualitas oleh juri Sayembara Manuskrip Puisi Dewan Kesenian Jakarta 2023. kami yang kini empet-empetan antara Cikarang Bekasi: nggak duduk,digenggam gagang besi, dipeluk ransel sendiri.  yang penting sih gak kram dan kesemutan aja.  tapi semua…

    Read more

  • semoga langitmu tidaklah mendung kali ini: Kumpulan Puisi Tsaqifah Zeiliana Ardifta

    Kumpulan puisi ini: merayakan lara, selatan, dan semoga langitmu tidaklah mendung kali ini, ditulis oleh Zeiliana Ardifta. Seorang yang suka menulis racauan isi kepala. Mahasiswi fakultas hukum UNSOED dan aktif di Teater Timbang. 9 Mei 2023 terima kasih karena sudah berkenan untuk datangdan menerima beberapa jamuan,dari undangan yang ku kabarkan kemarin;aku mengundangmu ke dalam sebuah perayaan akbar satu…

    Read more

  • Laut Berkisah: Kumpulan Puisi Sunan Kanjeng Mustofo

    Kumpulan puisi ini: Sakit Kepala, Kamar, dan Laut Berkisah. Ditulis oleh Sunan Kanjeng Mustofo. Seorang pecinta sastra, mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Satu titik jarum berbunyiMemberi isyarat tentang matiSenantiasa membiru tubuh iniBerjaga-jaga yang datang suatu hari Kau bertanya; sudahkah minum obat?Merebahkan pening di gunung berkabutDihindarnya suara-suara ngeri yang raibSampai yang kelam memancar warna hidup 2023 Ketika…

    Read more

  • Warna Angin di Matamu: Kumpulan Puisi Ramli Qamarus Zaman

    Kumpulan puisi ini: Perempuan Nelayan, Konklusi Kepergian, dan Warna Angin di Matamu. Ditulis oleh Ramli Qamarus Zaman, kuliah di Instik Annuqayah Guluk-Guluk Semenep Madura. Gemar membaca, menulis puisi, dan cerpen. Aktif di komunitas pendidikan di kepulauan Raas. betapa rumit tidurnya semalamia bermimpi ranjang tak berdenyitisyarat menakutkan di antara jarak pelukan malam lain, mimpi menyediakan waktutangannya menadah ikan-ikan di…

    Read more

  • Penyair Ketinggalan Pentas: Kumpulan Puisi Ramadhanur Putra

    Kumpulan puisi ini: Penyair Ketinggalan Pentas, Merekap April, dan Aku Adalah Burung Dalam Sangkar. Ditulis oleh Ramadhanur Putra, mahasiswa UMY berkebangsaan Minangkabau. Penyair ketinggalan pentasbisa juga dikatapenyair kejar tayangdia berkata“Sejak aku mengenalmuAku melupakan diriku” Kita adalah binatang jalang bagi Chairil Penyair salon ujar RendraDan penyajak sosial media kata mereka Kita rusak, terluar, terdalam, tertinggal, dan terdampar Dalam pusaran standarKita…

    Read more

  • Bertamasya di Kota Tak Kasat Mata: Kumpulan Puisi Cahaya Daffa Fuadzen

    Kumpulan puisi ini: Kereta Dewasa, Hutan yang Belajar Menjadi Tua, dan Bertamasya di Kota Tak Kasat Mata. Ditulis oleh Cahaya Daffa Fuadzen, seorang penulis yang sedang menempuh Sastra Indonesia di Universitas Mulawarman dan bagian dari Komunitas TerAksara. Beri aku waktu sejenak: Apakah ia sebuah kereta remaja?Haruskah aku memeriksanya kembali?Aku mengintip dari kedatanganku di stasiun yang entah kapan…

    Read more

  • Sebuah Kota yang Lahir dari Mimpi: Kumpulan Puisi Imam Budiman

    Kumpulan puisi ini: Kota yang Tumbuh dari Kulit Kita dan Sebuah Kota yang Lahir dari Mimpi ditulis oleh Imam Budiman. Seorang pendidik Bahasa dan Sastra Indonesia di Madrasah Darus-Sunnah dan SMA Adzkia Daarut-Tauhiid. gedung-bangunan-jalan-parit-trotoar tumbuhsepanjang hari dari pecah kulit dan perut buncit.seorang nenek geleng kepala melihat anak SMAtawuran saat menjemur pakaian. kucing ngeongngeong gelisah sulit cari pasir…

    Read more

  • Tentang Cinta: Kumpulan Puisi Antonius Wendy

    Kumpulan puisi ini: Kondom Ajaib, Tentang Cinta, juga Nyamuk dan Sayapnya ditulis oleh Antonius Wendy. Seorang muda yang menyukai sastra dan sedang belajar Bahasa Inggris di Universitas Widya Dharma Pontianak. Sepasang anak muda sedang ciuman ganas di ranjangLalu saling melepas pakaian dengan membabi-buta“Ayo cepat, nanti keburu ketahuan oleh ibu kosJadi sebaiknya kita setel musik keras saja.” Kemudian yang…

    Read more