Kategori: Puisi

  • Mabuk Laut: Kumpulan Puisi Arif Billah

    Kumpulan puisi ini: Di Antara Kabut, Sedekah Laut, dan Mabuk Laut. Ditulis oleh Arif Billah, seorang yang telah menyelesaikan studi Ilmu Komunikasi di UMY. kita menjejakkan harum kepahitanpada tanah tinggi yang ditanam batu.meninggalkan satu botol penuh kebebasanyang kataku harus kita tenggak dulu. angin yang berhembus keringmenyusutkan bentang belukardalam dada kita, api menyala,hamparan ruang kata terbakarsebabkan…

    Read more

  • Senior, Buanglah Egomu ke Tempat Sampah: Kumpulan Puisi Butuhbacaan

    Kumpulan puisi ini: Senior, Buanglah Egomu ke Tempat Sampah, Cara Apa Lagi Harus Membayar UKT Bajingan Ini?, dan Pelaku Nihil Diasingkan. Ditulis oleh butuhbacaan, nama pena dari seorang perempuan yang kerap menulis untuk menuangkan keresahannya. menenteng romantisme basidengan cerita nabi kisah adik-adik dikomparasi untuk mengemis validasi duduk mendengar kisahmenjunjung kebebasantapi membelenggu pikiran kiranya, akan terperengah berkedok menentang feodalberfafifu…

    Read more

  • Kenisbian Kebudayaan: Kumpulan Puisi Syauqi Khaikal

    Kumpulan puisi ini: Kenisbian Kebudayaan, Di Malam Ketidaksengajaan, Perjamuan Kedua, dan 100 Hari di Surabaya. Ditulis oleh Syauqi Khaikal Zulkarnain, seorang yang lahir di Kangean dan tinggal di Yogyakarta, masih terus belajar berdoa dan mengatur silsilah. Katamu:Di malam penghabisan, SayangkuTumpahkan seluruh botol terakhir kitaMelewati bibir merah-darah kepunyaankuDi sana kau menyelami keragu-raguan itu. Aku terdiam sebagai…

    Read more

  • Tirani dalam Lima Babak: Kumpulan Puisi Amos Ursia

    Berisi lima babak puisi yang ditulis oleh Amos Ursia. Seorang yang gemar menulis berbagai puisi dan prosa. Karya terbarunya diduga agak berkualitas oleh juri Sayembara Manuskrip Puisi Dewan Kesenian Jakarta 2023. i.  aku tak ingin melukiswajah kucing yang gigantis sambil membaca ayat-ayatyang dipaksa menyorak ritual sebesar-besarnyasemegah-megahnyaaku tak ingin menguncimudengan undang-undangatau lukisan sebesar gajahyang menjemur kitahingga tubuh jadi kosong. ii. …

    Read more

  • Mengenang 7 Hari Kepergian Pacarku: Kumpulan Puisi Suden

    Kumpulan puisi ini berisi enam ayat puisi yang ditulis oleh Suden, seorang penulis sekaligus peneliti dari Kolektif Arungkala. —untuk kekasihku, aku berkati pernikahan kalian Kemarahan adalah lalu lintas paling keruh Sepanjang Jalanan PogungBergemuruh lalu lalang siang malamSeperti peluit polisi di Persimpangan Affandi Mungkin kita saling bersahutSeperti deru klakson menjelang lampu hijauMungkin juga saling menampikSeperti kemacetan bertemu…

    Read more

  • Perdebatan di Meja Makan: Kumpulan Puisi Imam Budiman

    Kumpulan puisi ini: Perdebatan di Meja Makan, Mencatat Tanggal Kematian, Pesan Seorang Perupa yang Menjadi Santri Pada Sebuah Daurah kepada Penyair yang Menyamar sebagai Guru Agama Tetapi Selalu Berpikir Cara Mengakhiri Hidup, dan Kalau Sudah Besar Kamu Mau Jadi Apa. Ditulis oleh Imam Budiman, seorang pendidik Bahasa dan Sastra Indonesia di Madrasah Darus-Sunnah dan SMA Adzkia Daarut-Tauhiid. Kita tuntaskan…

    Read more

  • Menelan Duka: Kumpulan Puisi Muhammad Ridwan Tri Wibowo

    Kumpulan puisi ini: Terjebak dalam Warna, Telanjang, dan Menelan Duka ditulis oleh Muhammad Ridwan Tri Wibowo, mahasiswa PBSI UNJ 2022. di kafe yang riuh ini,lighting merah dan birubersanding denganbendera-bendera kartonwarna-warni:oren, kuning, biru tosca,ungu, dan merah muda bangku-bangku besibersanding meja-meja bundaryang terbuat dari drum minyakberpijak pada conblock retakmenyambut para pengunjung. lagu “For What It’s Worth”mengalun di…

    Read more

  • Putar Saja Lebih Pelan: Kumpulan Puisi Weliya Alfin Robeth Khoironi

    Kumpulan puisi ini: Keheningan Telah Lenyap, Putar Saja Lebih Pelan, dan Untuk Segala Hal yang Sulit ditulis oleh Weliya Alfin Robeth Khoironi. Seorang amatiran yang hobi membaca dan menulis. – Wendell Berry kicau burung-burungpenuhi gelas kaca rumah tua,akar riang menari di selaudara, saat daun-daun berjatuhan. dari ujung jalan kau datangdengan membopong beberapa bait, “Make a place to sit down.Sit Down.…

    Read more

  • Mendengar Khruangbin: Kumpulan Puisi Moch Aldy MA

    Kumpulan puisi ini: Mendengar Khruangbin, Di Bulevar yang Sunyi, dan Pada Suatu Hari yang Tak Lagi Mampu Kita Namai ditulis oleh Moch Aldy MA. Seorang pengarang, pendiri Gudang Perspektif, editor-ilustrator Omong-Omong Media, dan editor buku-translator OM Institute. aku ingin mencintai tanpakata-kata. tapi setiap kaubertanya, cómo me quieres?aku selalu sigap menjawab,con todo el mundo. sepertimembayangkan montaseTarantino yang bukan Tarantino di dunia…

    Read more

  • Pelukis di Tengah Hutan-Tuhan: Kumpulan Puisi Muhammad Gibrant Aryoseno

    Kumpulan puisi ini: Dionaea Muscipula, Pelukis di Tengah Hutan-Tuhan, dan Menjelma ditulis oleh Muhammad Gibrant Aryoseno. Seorang penulis yang biasa menulis novel, cerpen, dan puisi. Di dalam sebuah imaji:danau berkabut, pepohonan hitam.Aku terbangun—terpeleset ke dalamnya.Itu sebuah mata, menjebakku. Bulu-bulunya laksana penjara.Aku berontak, tenggelam di dasar retina.Danau itu menangis, penuh getah.Langkah salah—aku habis napas. Ia melepaskanku, cerahlah.Aku kembali ke bola matanya.Sebuah…

    Read more

  • Beberapa Pertanyaan tentang Kesyenian: Kumpulan Puisi Erhan Al Farizi

    Tiga puisi berjudul Beberapa Pertanyaan tentang Kesyenian ditulis oleh Erhan Al Farizi. Seorang penulis yang telah menerbitkan buku puisi berjudul “Bagaimana Mengubah Rasa Sakit Menjadi Sense of Art: Sebuah ̶T̶u̶t̶o̶r̶i̶a̶l̶” (2023). Oleh kawan masa kecil,“Apa persamaan mimpi dan puisi?”Mereka sama-sama tidak menghidupi manusiaTapi mereka memanusiakan hidup Oleh kawan masa kecil,“Apa persamaan tukang puisi dan nabi?”Keduanya…

    Read more

  • Dunia Anomali: Kumpulan Puisi Muhammad Gibrant Aryoseno

    Kumpulan puisi ini: Dunia Anomali, Buku dan Radio, dan Aku Bangun Lagi Pagi Ini; Aku Lelah Lagi Hari Ini ditulis oleh Muhammad Gibrant Aryoseno. Seorang penulis yang biasa menulis novel, cerpen, dan puisi. Ketika Ibu bilang kanansaya belok kiridan digampar kenyataansampai mati. Ketika Ibu bilang kanansaya belok kanantetapi Ibu sudah meninggalkan anaknya yang kehujananmenangis meminta pertolongan. Kamu membosankan seperti…

    Read more