Kategori: PANJUL

  • Panjul dalam Lakon: Efisiensi

    Panjul berpeluh menjajaki jalan trotoar yang meleleh di hadapan matahari siang itu. Angkringan Kang Ramto masih sejurus lagi, tapi keringat tak mampu dibendung alis dan berjujuh ke kelopak mata.  Ia berulang kali terus menyeka keringatnya, tetapi hanya rasa panas yang menyelimuti kepalanya. Tak ada es teh dan kendaraan umum siang itu. Panjul sedang berhemat.  Lamaran…

    Read more

  • Panjul dalam Lakon: AI

    Panjul melangkah masuk ke dalam aroma kopi yang harum di sekitar warung angkringan milik Kang Ramto. Sebuah keriuhan kecil terdengar dari perapian, di mana beberapa pelanggan duduk santai sambil menikmati segelas kopi atau teh hangat. “Selamat pagi, Kang Ramto!” sapa Panjul dengan penuh semangat. Kang Ramto, seorang pria ramah dengan wajah bersahabat, menyambutnya dengan senyuman,…

    Read more

  • Panjul dalam Lakon: Pamer

    Belum tuntas matahari nongol dari arah timur, Panjul sudah nangkring di angkringan Kang Ramto. Rolling door konter pulsa satu persatu mulai menganga disusul ceriwis ibu-ibu penjual lotek dari dalam warung seberangnya. Di radio merek National punya Kang Ramto lamat-lamat terdengar berita soal pejabat-pejabat yang tidak seberapa pangkatnya dicopot dari kedudukannya. Gara-garanya, yang punya jabatan atawa…

    Read more

  • Panjul dalam Lakon: Cinta

    Pembahasan tentang cinta adalah pertanyaan seumur hidup manusia yang terus digumamkan sepanjang zaman. Barangkali seperti Sisifus, perjuangan manusia mencari cinta sering dianggap sebagai pekerjaan yang sia-sia, padahal, perjuangan itu sendirilah yang telah mengisi hati manusia, setiap zaman. Mungkin saja, Sisifus sebenarnya berbahagia, mendorong batu ke atas bukit hanya untuk melihatnya menggelinding lagi. Begitu seterusnya, hal…

    Read more

  • Panjul dalam Lakon: Resolusi

    Awal tahun sudah lewat di depan mata. Kemalasan beraktivitas masih menggelayuti tubuh sebagian besar masyarakat. Sebagian orang sudah menuntaskan itinenery yang ruwet dan menghabiskan banyak biaya atas nama kerja keras setahun dalam judul liburan. Sebagian sisanya, merutuki nasib dan menghela napas panjang karena merasa setahun ini tidak ada siginifikansi berarti dalam hidupnya, tapi siapa peduli.…

    Read more

  • Panjul dalam Lakon: Migor

    Jalanan becek. Vario 110 cc keluaran tahun 2008 menebas miring kubangan di jalan raya. Jajaran helm di spion kanan, dan celana jins yang baru keluar dari lemari tak sempat menghindar dari cipratan air keruhnya. Setelah satu dua makian, suasana kembali seperti semula. Setiap orang rasanya selalu membawa kemarahan ke mana-mana, tinggal menunggu alasan untuk memuntahkannya…

    Read more

  • Panjul dalam Lakon: Banjir

    Langit tampak teduh, tapi orang tak sudah-sudah menyeka keringat dari keningnya. Dengan tas gunung di punggungnya, Panjul masuk angkringan Kang Ramto. Saking tingginya, tenda Kang Ramto tersangkut tas Panjul yang jangkung. “E..e..e ya hati-hati to Njul, bisa batal dagang ini saya kalo roboh.” “Sorry sorry Kang, lupa,” kata Panjul sambil menurunkan tas yang tingginya seperti…

    Read more

  • Panjul dalam Lakon: Mudik

    Siaran berita larangan mudik mulai jadi perbincangan hangat di televisi, tak terkecuali di bibir Panjul ketika nangkring di angkringan Kang Ramto. Matahari sudah condong ke barat saat Panjul nangkring di tempat Kang Ramto biasa menggelar angkringannya. Ia menenteng tas kecil di dadanya sembari ndodok sanderan di Tugu Sembada. Sejurus, Kang Ramto baru datang mendorong gerobak dan…

    Read more

  • Panjul dalam Lakon: Prakerja

    Idealnya prakerja hadir untuk nambah skill. Namun bagi Panjul, nambah skill ya belum tentu dapat kerja. Lantas? Walau masa pandemi, angkringan Kang Ramto tetap saja jadi langganan tukang ojek online nyari es teh sebelum jam asar. Udara tidak terlalu panas tapi sedikit gerah, barangkali sebentar akan hujan.  Kendaraan dan langkah kaki saling berlalu lalang di…

    Read more

  • Panjul dalam Lakon: Bansos

    Panjul mondar-mandir, nyari kerjaan. Panjul mencak-mencak, makin hari makin kritis. Panjul ceplas-ceplos, apa adanya ngoceh tentang bansos. Matahari baru sepenggalah, tapi Kang Ramto sudah selesai menggelar dagangannya. Ada nasi teri, nasi orek, nasi bihun, nasi langgi, gorengan, dan berbagai macam jeroan ayam yang ditusuk jadi sate di atas meja. Tidak kalah meriah juga tahu bakso,…

    Read more