Terjangkit Desas-Desus

@ismaadaily

“Ada satu syarat lagi supaya ramuan obat ini menjadi mustajab mandraguna.” “Apa itu? Saya pasti sanggup memenuhi syaratnya.” “Ambil sehelai rambut orang yang baru meninggal dan campurkan ke ramuan ini.” “Tapi, di mana saya bisa mendapatkannya?” “Jangan kebanyakan tapi. Ingat, gali kuburannya dengan tangan kosong!” Bulan mati di atas kuburan. Ia mengapit senter di lengan … Read moreTerjangkit Desas-Desus

Bahasa Indonesia yang “Kek Which is Which is” dan Peran Penuturnya

Beberapa pekan lalu, ramai di media sosial sebuah postingan seorang remaja di aplikasi joget-joget menulis, ada dua mata pelajaran yang tidak perlu ada di sekolahan, yakni bahasa Indonesia dan sejarah. Dalam postingan itu malah ditulis ‘disekolah’ alih-alih ‘di sekolah’. Padahal, dua pelajaran itu yang justru selalu samar-samar di kepala kita. Perihal sejarah tentu dapat dengan … Read moreBahasa Indonesia yang “Kek Which is Which is” dan Peran Penuturnya

Palang Merah Indonesia dan Henry Dunant

Pada suatu siang yang biasa-biasa saja, saya dan seorang teman berjalan turun setelah mengikuti kelas yang bikin ngantuk. Di lantai bawah, bilik-bilik dadakan sekonyong-konyong berdiri, disekat kain lengkap dengan tiang-tiang penyangga. Beberapa orang sedang rebahan main gawai dengan selang terjuntai menuju kantong-kantong berisi darah. Sedang beberapa petugas sibuk dengan jarum, selang, dan kantong darah lainnya … Read morePalang Merah Indonesia dan Henry Dunant

FSTVLST II, Perihal Merawat Cita-cita dan Isu Sosial

Tahun 2020 mungkin tidak memberikan banyak kesempatan kita untuk memiliki memori yang indah. Dari segelintir yang tersedia, kabar bahwa FSTVLST (dibaca Festivalist) akhirnya selesai meramu album kedua bisa jadi satu yang paling menggembirakan. Unit almost rock barely art asal Yogyakarta ini akhirnya resmi merilis album keduanya berjudul FSTVLST II. Album ini berselisih enam tahun dari … Read moreFSTVLST II, Perihal Merawat Cita-cita dan Isu Sosial

Sapardi Djoko Damono dalam Ingatan

Pada sebuah sore yang terik di tengah-tengah latihan teater, aku pertama kali mendengar nama Sapardi Djoko Damono. Seorang guru, tanpa teks mendeklamasikan puisi Di Kebun Binatang dengan tepat, dan tentu saja teatrikal. Aku rasa semua yang ada di lingkaran itu terkesan. Di Kebun Binatang Seorang wanita muda berdiri terpikat memandang ular yang melilit sebatang pohon … Read moreSapardi Djoko Damono dalam Ingatan

Hadil Mencari Lidah

Namanya Hadil. Selain karena tubuhnya yang lumayan tinggi, hampir tidak ada yang bisa dibanggakan dari orang itu. Setelah dua tahun sekelas dengannya, gerak-geriknya di kelas juga tidak ada yang menonjol. Sesekali memang dia diminta menurunkan layar untuk LCD di depan kelas. Semua orang tahu dia mendapatkan mandat itu bukan karena dia bintang kelas. Ya, hanya … Read moreHadil Mencari Lidah

Big Hit, Agensi BTS Pendobrak Pasar Amerika Serikat

Big Hit Entertaiment

Big Hit Entertainment adalah agensi asal Korea Selatan yang sedang jadi buah bibir di dunia hiburan. Agensi ini adalah pendobrak pasar musik Amerika Serikat dengan musik dari Korea Selatan. Perusahaan ini berjuang dalam waktu yang panjang sebelum akhirnya bisa dibilang sukses pada akhir 2010-an. Melansir Forbes, pada tahun 2019, CEO Big Hits Bang Si-Hyuk bersama … Read moreBig Hit, Agensi BTS Pendobrak Pasar Amerika Serikat

Irama Nusantara, Menyelamatkan Rilisan Musik Populer Indonesia

Irama Nusantara

Izinkan aku, untuk terakhir kalinya, semalam saja bersamamu, mengenang asmara kita. Tahun lalu, nukilan lagu tersebut akrab kita temui di instastory sejawat yang diambil dalam sebuah acara musik, bar, atau karaoke. Lagu yang dinyanyikan Reza Artamevia itu mendadak terdengar di mana-mana. “Berharap Tak Berpisah” diciptakan oleh Denny Chasmala dan dirilis tahun 2002. Kualitas lagu ini … Read moreIrama Nusantara, Menyelamatkan Rilisan Musik Populer Indonesia

Memikul Beban Buruh Gendong Wanita di Pasar Beringharjo

Buruh Gendong Wanita di Pasar Beringharjo

Sore belum matang benar. Puluhan buruh gendong menyesaki bus menuju ke rumah. Hampir semuanya wanita dan sudah sepuh. Meminjam mata Rika Ramadhanti, ibu-ibu itu bercengkrama menceritakan bagaimana hari ini berjalan dan akan berakhir. Selendang untuk menggendong sudah terlipat rapi. Seorang ibu merogoh sakunya menarik tujuh ribu rupiah sebagai ongkos, menyisakan selembar lima ribuan sebagai penghasilan … Read moreMemikul Beban Buruh Gendong Wanita di Pasar Beringharjo