‘Tanah Surga’ Wadas Dijadikan Tambang: ‘Mengapa Pemerintah Menindas Petani?’

‘Tanah Surga’ Wadas Dijadikan Tambang: ‘Mengapa Pemerintah Menindas Petani?’

Republikasi artikel ‘Tanah Surga’ Wadas Dijadikan Tambang: ‘Mengapa Pemerintah Menindas Petani?’ yang ditulis oleh Bambang Muryanto (jurnalis Project Multatuli) pada 24 Mei 2021. Sepasang elang terbang...
Republikasi artikel ‘Tanah Surga’ Wadas Dijadikan Tambang: ‘Mengapa Pemerintah Menindas Petani?’ yang ditulis oleh Bambang Muryanto (jurnalis Project Multatuli) pada 24 Mei 2021. Sepasang elang terbang berputar-putar di atas bukit di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah yang rimbun ditumbuhi pohon durian, aren, mahoni, kelapa, kopi, petai dan lainnya. Kanopinya rapat menyerupai hutan tropis lebat yang menyisakan “jendela-jendela” kecil bagi masuknya sinar matahari. Pada batang pohon sejenis palem, merambat tanaman kemukus dan vanili. Sedangkan lantai hutan menjadi tempat tumbuhnya semak belukar, sayuran, dan tanaman rempah seperti jahe dan kencur. Secara turun-temurun warga desa yang hampir seluruhnya petani itu menjalankan pertanian multikultur (bermacam-macam...
Mimpi dan Nasib; Kumpulan Puisi Antonius Wendy

Mimpi dan Nasib; Kumpulan Puisi Antonius Wendy

Kumpulan puisi ini; Mimpi dan Nasib, Pencarian, Puisi, dan Birth, ditulis oleh Antonius Wendy. Seorang muda yang menyukai sastra dan sedang belajar Bahasa Inggris di Universitas Widya Dharma...
Kumpulan puisi ini; Mimpi dan Nasib, Pencarian, Puisi, dan Birth, ditulis oleh Antonius Wendy. Seorang muda yang menyukai sastra dan sedang belajar Bahasa Inggris di Universitas Widya Dharma Pontianak. Mimpi dan Nasib Burung hantu berkukuk tiga kali tanda kita lelap dalam mimpi satu mimpi yang aku mau yaitu lelap di pangkuan hatimu Matahari memang sudah raib tanda kita terjebak dalam nasib satu nasib yang aku mau yaitu terjebak di labirin cintamu Gelap menebar indah seperti lagu tanda kita dewasa dalam pinta satu pinta yang aku mau yaitu dewasa di ranjang nikah kita   Pencarian Aku begitu haus pada agung cinta Aku begitu kering...
Memori Sebatang Surya; Kumpulan Puisi Zeiliana Ardifta

Memori Sebatang Surya; Kumpulan Puisi Zeiliana Ardifta

Kumpulan puisi ini; Memori Sebatang Surya, Untaian Jarak, dan Moksa, ditulis oleh Zeiliana Ardifta (Jeje). Suka menulis racauan isi kepala, apalagi pada jam-jam rawan. Mahasiswi...
Kumpulan puisi ini; Memori Sebatang Surya, Untaian Jarak, dan Moksa, ditulis oleh Zeiliana Ardifta (Jeje). Suka menulis racauan isi kepala, apalagi pada jam-jam rawan. Mahasiswi fakultas hukum UNSOED dan aktif di Teater Timbang. MEMORI SEBATANG SURYA 27 April 2021 diasingkan, meringkuk tak berkawan; di dalam lorong kehidupan tanpa ditemani setitikpun cahaya. tertunduk, melamun, kacau, dan hancur lebur. aku berada di antara kepingan-kepingan; yang tak lagi berbentuk dan berantakan. sekelebat ia datang kembali menghampiri. ah, warna dan rasamu yang masih sama, dan aku ingat dengan jelas. — terekam, jadi memoar-memoar paling bajingan di kepala. kamu hitam dan gelap, sedang aku setengah...
Mendengarkan “You Can’t Stop Me” untuk Tetap Terus Hidup

Mendengarkan “You Can’t Stop Me” untuk Tetap Terus Hidup

Lagu You Can’t Stop Me memiliki makna kebebasan manusia untuk menggapai impiannya. Lagu ini seakan mengajak kita untuk tetap terus hidup. Penggalan lirik dalam lagu...
Lagu You Can’t Stop Me memiliki makna kebebasan manusia untuk menggapai impiannya. Lagu ini seakan mengajak kita untuk tetap terus hidup. Penggalan lirik dalam lagu berjudul You Can’t Stop Me dari grup band deathcore Suicide Silence yang berbunyi “and I will continue to move forward, crushing everything” menjelaskan bahwa hidup memang harus bergerak maju. Kita juga harus bisa menghancurkan setiap permasalahan yang ada. Lirik di atas ditulis oleh sang vokalis Mitch Lucker sebelum ia meninggal pada tahun 2012 akibat kecelakaan sepeda motor. Lucker merupakan vokalis berpengaruh dengan karyanya yang tergolong revolusioner. Sebagai contoh, pada album The Cleansing berisi kebencian Lucker...
Spiritualisme dalam Karya Abstrak Gogor Purwoko

Spiritualisme dalam Karya Abstrak Gogor Purwoko

Bagi Gogor Purwoko, kemampuan kita sebagai manusia hanya merespons apa yang kita terima. Itu akan jadi sesuatu yang lewat saja dan hilang jika kita hanya...
Bagi Gogor Purwoko, kemampuan kita sebagai manusia hanya merespons apa yang kita terima. Itu akan jadi sesuatu yang lewat saja dan hilang jika kita hanya melihat itu sebagai sesuatu yang tidak perlu direspons. “Kanvas menjadi media manifestasinya. Sering lewat judul dan atau tanpa penjelasan ini akan menjadi tafsir bebas, sebab audiens menafsir karya kita juga secara bebas. Namun sebagai penanda perlu adanya komunikasi, dan semoga rasa kebebasan ini selalu memerdekakan kita.“ - Gogor Purwoko Pada suatu sore (29/5) di Balai Budaya, Jakarta Pusat setelah seminggu berlangsungnya pameran seni “BLANK-ON”, kami berkesempatan untuk berbincang bersama seniman kontemporer asal Jakarta, Gogor Purwoko....
Peliknya Aksi Galang Dana untuk Papua | Cerita dari Boven Digoel

Peliknya Aksi Galang Dana untuk Papua | Cerita dari Boven Digoel

Aksi galang dana masih dikepung orang-orang berbadan kekar sekalipun surat pemberitahuan sudah dilayangkan ke pihak kepolisian. Isu tentang Papua mulai populer dibicarakan khalayak umum sejak...
Aksi galang dana masih dikepung orang-orang berbadan kekar sekalipun surat pemberitahuan sudah dilayangkan ke pihak kepolisian. Isu tentang Papua mulai populer dibicarakan khalayak umum sejak kasus rasisme yang terjadi di Surabaya tahun 2019. Bahkan seorang pengacara yang mengadvokasi pelanggaran HAM di Papua Veronica Koman menulis, Gerakan West Papua Melawan tahun 2019 menjadi titik balik gerakan tersebut. Namun, pernahkah kalian di luar Papua yang memperjuangkan hak-hak Orang Asli Papua bertanya, bagaimana suasana diskusi atau aksi massa yang berlangsung di tanah Papua itu sendiri?  Kabar yang sering muncul biasanya dari Papua bagian pantai utara saja. Beberapa kabar yang terdengar misalnya pemutusan jaringan...
Identitas dan Ekosistem Musik dalam Skena yang Blur

Identitas dan Ekosistem Musik dalam Skena yang Blur

Ekosistem musik memang patut menjadi pembicaraan di skena musik manapun. Patut dibangun dengan sadar bersamaan dengan melesatnya kelahiran karya di suatu ruang. Pada hari Senin,...
Ekosistem musik memang patut menjadi pembicaraan di skena musik manapun. Patut dibangun dengan sadar bersamaan dengan melesatnya kelahiran karya di suatu ruang. Pada hari Senin, tanggal 31 Mei kemarin, Denpasar kedatangan tamu spesial dari Yogyakarta. Seorang musisi yang penuh dengan mitos di kepala para pegiat kesenian kontemporer di Denpasar, termasuk musik dan teater. Berperan aktif dalam teater sebagai pengisi latar musik dalam sebuah pementasan. Yennu Ariendra, adalah mas-mas yang aktif di bidang kesenian musik dia tergabung dalam sebuah kelompok teater di Yogyakarta bernama Teater Garasi, juga dalam sebuah band bernama Melancholic Bitch, dan projek duo bernama Raja Kirik, dan banyak...
Lima Video Musik yang Didapatkan saat Menenggelamkan Diri dalam Algoritma Youtube

Lima Video Musik yang Didapatkan saat Menenggelamkan Diri dalam Algoritma Youtube

Berikut ini adalah lima video musik Indonesia yang mungkin hanya akan didapatkan ketika kalian meneggelamkan diri dalam algoritma Youtube. Youtube membuka kesempatan untuk kita tenggelam...
Berikut ini adalah lima video musik Indonesia yang mungkin hanya akan didapatkan ketika kalian meneggelamkan diri dalam algoritma Youtube. Youtube membuka kesempatan untuk kita tenggelam dalam algoritmanya, atau apapun kalian menyebutnya. Dia menyodorkan video yang seolah-olah kita butuhkan. Anehnya, itu selalu berhasil. Video rekomendasi Youtube yang menarik saya sebut hidden gems. Alih-alih mengetik lewat kolom pencarian, alangkah menyenangkan tinggal ketuk apa yang ada di beranda. Menonton video layaknya hidangan restoran padang middle-up yang berserakan di meja, memberi akses pemenuhan hasrat yang paripurna. Berikut ini ada lima video musik Indonesia yang mungkin hanya akan didapatkan ketika kalian meneggelamkan diri dalam algoritma...