Grunge, It’s Gonna Be Huge!

grunge

Grunge disebut sub-genre dari aliran musik alternatif dengan ciri khas distorsi gitar kenceng, riff gitar kotor, beat drum kenceng, dipadukan suara vokal yang berat dan melankonis, katanya adalah ciri pure dari musik ini. Grunge juga disebut juga Seattle Sound, dikarenakan awal kemunculanya pada pertengahan 1980-an di negara Paman Sam, khususnya di wilayah Seattle. Grunge juga … Read moreGrunge, It’s Gonna Be Huge!

Catatan Sebelum Pentas: Monolog Topeng Topeng karya Rachman Sabur

Catatan Sebelum Pentas Monolog Topeng Topeng karya Rachman Sabur dimainkan oleh Syahrul Iman dan Komunitas Omah Laras 21 September 2020 di Omah Laras.   Ada baiknya sebelum masuk ke pembahasan yang lebih serius tentang proses, karya, dan pentas alangkah baiknya kami paparkan dulu sinopsisnya. Sinopsis Seorang Anak Panggung yang sekaligus sebagai narator telah mengingatkan audience … Read moreCatatan Sebelum Pentas: Monolog Topeng Topeng karya Rachman Sabur

Hidup dalam Kesederhanaan; Beristirahat dalam Kedamaian (Jakob Oetama, 1931 – 2020)

Di siang yang cukup memusingkan akan deadline kerjaan, tiba-tiba terdengar teriakan dari belakang “Hah? Meninggal?”. Jiwa kepo-ku meronta-ronta. Langsung kubuka tab Whatsapp di komputerku, kubuka kolom chat bersama salah satu teman, dan bertanya, siapa yang meninggal. “Pak Jakob,” ketiknya kemudian. Deg. Kaget. Pun ada rasa sedih di dalamnya. Kenal? Tidak. Pernah bertemu? Belum. Mengagumi? Tentu. … Read moreHidup dalam Kesederhanaan; Beristirahat dalam Kedamaian (Jakob Oetama, 1931 – 2020)

Perkara Bahasa dalam Penanganan Pandemi

Dunia sedang menghadapi pandemi virus corona. Pandemi ini disebabkan virus yang oleh ahli virus disebut SARS-CoV-2 dan menyebabkan penyakit COVID-19. Kedua nama resmi ini dibuat oleh International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV). Pandemi ini menyebar pada semua negara di dunia dan – saat tulisan ini dibuat – menjangkiti lebih dari sepuluh juta orang. Indonesia … Read morePerkara Bahasa dalam Penanganan Pandemi

Belajar dari Pandemi Pes di Awal Abad ke-20

Pepatah Perancis berkata “L’histoire se repete”. Sejarah memiliki kecenderungan perulangan fenomena dalam wujud laten yang kerap tidak disadari manusia   Datangnya pandemi corona di Indonesia menjadi pembuka tirai tahun 2020 yang tidak terbayangkan kala masyarakat bersuka cita dalam perayaan penutupan tahun 2019. Segala harapan dan permohonan yang serba baik digaungkan dalam hati melalui doa-doa agar … Read moreBelajar dari Pandemi Pes di Awal Abad ke-20

Pengadaan PPKM (Posko Peduli Kesehatan Mental) Guna Melawan Virus Korona

PENDAHULUAN Bagaimana kesehatan mental bisa tetap terjaga selama pandemi? Tren kesehatan mental semakin menjadi bidang yang terus mendapatkan perhatian beberapa tahun belakangan. Di tengah maraknya tren kesehatan mental, pada tanggal 11 Maret World Health Organization (WHO) mengumumkan bahwa COVID-19, penyakit yang disebabkan Coronavirus, berada dalam status pandemi. Tidakterdugaan dan perubahan pola hidup sehari-hari melalu physical … Read morePengadaan PPKM (Posko Peduli Kesehatan Mental) Guna Melawan Virus Korona

MTV Jiwanya Anak Muda

Urip Iku Urup, merupakan semboyan dari bahasa Jawa yang artinya hidup itu menyala. Hidup itu harus menerangi, biar warna-warni. Tapi, kalau masih tetap sunyi, ada musik yang siap menemani. Anjay…… Masih ingat MTV? Itu loh, acara televisi buat cari segala musik yang lagi hits dan keren di dunia. MTV (Music Television) merupakan program saluran televisi … Read moreMTV Jiwanya Anak Muda

Bra, Solusi Kapital Meredam Histeria Massa

Ibu dan bulik saya sering mengeluh risih ketika saya keluar rumah tanpa mengenakan bra. Saya rasa ibu dan bulik saya hanyalah sebagian dari banyaknya masyarakat dunia yang tak nyaman dengan ‘beredarnya’ payudara di muka publik. Betapa menyedihkan, padahal ibu dan bulik saya juga punya payudara!  Lelaki bertelanjang dada di muka publik dilumrahkan masyarakat, akan tetapi, … Read moreBra, Solusi Kapital Meredam Histeria Massa

Ajip Rosidi, Kabar Duka Dini Hari

  Pada suatu tidur yang tak pulas, angin fajar mengusap bulu mataku sembari berujar bahwa kematianku telah tiba. Dengan wajah bantal aku segera beranjak dari singgasana ternyamanku, kududukkan tubuh kecil kerontangku sembari mengumpulkan nyawa yang sebelumnya melanglang buana. Kuambil gawai yang terisi penuh baterai kemudian kujelajahi linimasa yang menyudutkanku pada angin fajar yang mengatakan bahwa … Read moreAjip Rosidi, Kabar Duka Dini Hari