Penulis: Suden

Ketika Warga Merebut Ulang Medan Kontemporer
Dianggap menentang pakem tradisional, pertunjukan “Suluk Babadan” membuka ruang diskusi medan kontemporer untuk tafsir yang lebih egaliter dan terbuka.

Lalu Lintas di Bungkus KB Modern: Kumpulan Puisi Suden
Kumpulan puisi ini ditulis oleh Suden, seorang penulis sekaligus peneliti dari Kolektif Arungkala. Untuk malam pertamapasca pernikahanmubapak kepala keluargameresmikan perobekan bungkus KBdi institusi sejarah Seremoni Perobekan Bungkus KBdihadiri ratusan ribu kader PKKyang tersebar di seluruh pelosok Jawa Tengahsesuai dengan pokja-nya masing-masing Atas restu dari BapakAnak-anakmu adalah produk sopan santundari skema pola asuh negarayang takluk terhadap…

Mengenang 7 Hari Kepergian Pacarku: Kumpulan Puisi Suden
Kumpulan puisi ini berisi enam ayat puisi yang ditulis oleh Suden, seorang penulis sekaligus peneliti dari Kolektif Arungkala. —untuk kekasihku, aku berkati pernikahan kalian Kemarahan adalah lalu lintas paling keruh Sepanjang Jalanan PogungBergemuruh lalu lalang siang malamSeperti peluit polisi di Persimpangan Affandi Mungkin kita saling bersahutSeperti deru klakson menjelang lampu hijauMungkin juga saling menampikSeperti kemacetan bertemu…

‘Terra Firma’: Praktik Mendengar Bunyi Tanah dari Lintang Radittya
Melalui karya ‘Terra Firma’, Lintang Radittya meretas indera dan visual pengunjung dengan mendengar suara tanah di Biennale Jogja 17.

Letak dan Diletakkan: Respons Pameran Perjalanan rumiT
Meskipun berseberangan, Pameran Perjalanan bertajuk “rumiT” cukup berhasil menautkan kedua premis tersebut melalui medium suara, penuturan langsung, serta arsip-arsip yang mereka hadirkan di sepanjang etalase.

Belajar dari Sekolah Liar di Pinggiran Kebumen
Bagi Reyhan (Gubug Kreatif Jatiteken), sekolah liar dapat menjadi pendidikan alternatif untuk menjawab segala kegagalan yang diciptakan oleh pendidikan nasional kita selama ini.

Turis Intelektual Berjubah KKN
Dalam cara berpikir kampus, kerja-kerja pengabdian atau “pemberadaban” ala-ala KKN, merupakan bukti bahwa tuntutan Tri Dharma mereka telah terpenuhi. Benarkah?






