Tag: Yogyakarta

Ketika Musik Jadi Arena Pengorganisiran Lelah: Catatan Tentang Stars and Rabbit di Cherrypop 2026
Di Cherrypop 2026, Stars and Rabbit mengajak penonton untuk memasuki labirin perasaan yang kompleks, susah, sedih, senang, terangkum menjadi satu.

What Does a Cherry Smell Like? | Arsip Bau di Cherrypop 2026
Sembari berkeliling di Cherrypop 2026, aku mencari sebanyak mungkin bau dan merekamnya dalam ingatan.

Memilih Tanpa Rencana di Cherrypop 2026 dan Jatuh Hati pada Band Bantul: Bleeedrz
Di antara puluhan penampil Cherrypop 2026, aku menyukai penampilan Bleeedrz sejak Ristiani muncul di atas panggung dan mengibaskan rambutnya dengan centil.

Satir Senyap, Alih Fungsi Lapangan Bola ala Umar Haen dalam Single ‘Tak Jadi Main Bola’
Single ‘Tak Jadi main Bola’ cara Umar Haen menceritakan seorang bocah pinggir kota yang kehilangan tempat bermainnya sendiri.

Melihat Photos-Graphos di Pameran Tunggal ‘Solstice’ Vicky Saputra
Dalam pameran ‘Solstice’ Vicky Saputra, saya jadi bertanya jika fotografi tidak lagi menghasilkan imej gambar, apakah ia masih fotografi atau hanya malah justru baru menjadi fotografi?

Setelah 2025 Usai: Persoalan dan Gejala Seni Berbasis Arsip
Gelombang seni berbasis arsip kini berhadapan dengan masalah konkret, yakni kejahatan epistemik. Apa yang gelombang seni berbasis arsip bisa lakukan?

Atas Nama Estetika: Paranoid Reading, Biennale di Periferi Dunia, dan Motif Kritik Kita
Mungkinkah kita mengoperasikan bentuk biennale yang lebih relasional?

Dari Kios Diorama ke Omah Samin: Melepas Bentuk dan Tumbuh Bersama
Dalam perhelatan Biennale Jogja 18, kami berusaha membuka kemungkinan karya seni “untuk” dan “bersama” publik—sebuah lelaku yang mungkin tak tampak secara visual, tetapi justru membuka pintu pengetahuan lebar-lebar untuk dirayakan dan dialami bersama.

Rani Jambak dan Perjalanan Auditori Mengenal Jejak Leluhur
Album “Vibra Genetika” jadi proses pencarian jati diri Rani Jambak menggali akar Keminangkabauan melalui bebunyian.

Biennale Jogja 18: Seni sebagai Laku Keseharian, Pengetahuan Lokal sebagai Akar
Biennale Jogja 18 dengan tekun mengajak seniman untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan pengetahuan lokal.

Tiga Babak Kehidupan Dewasa dalam ‘Dekap Lekap’ Niskala
Barangkali saya dapat mengumpat untuk sebuah keindahan, maka karya bertajuk “Dekap Lekap” garapan Niskala akan saya sebut sebagai ‘bajingan’.











