Pekerja seni yang tinggal di Yogyakarta dan tergabung dalam kolektif riset dan arsip ‘Cinemartani’. Ia merupakan salah satu programmer Festival Film Dokumenter (2019 & 2022), mantan arsiparis di Indonesian Visual Art Archive (2018-2021). Tahun 2024, ia menjadi kurator Pameran Catatan Sinema #1 di Kotabaru Heritage Film Festival. Tahun 2025 ini menjadi salah
satu panelis dalam Forum Festival Arkipel 2025 - Years of Living Dangerously.
Menonton "Asrama Dara" rasanya seperti arena konflik tafsir antara masa lalu dan masa kini, daripada sekadar merayakan sejarah sinema dan keberhasilan merestorasinya.