Dari Kios Diorama ke Omah Samin: Melepas Bentuk dan Tumbuh Bersama
Dalam perhelatan Biennale Jogja 18, kami berusaha membuka kemungkinan karya seni “untuk” dan “bersama” publik—sebuah lelaku yang mungkin tak tampak secara visual, tetapi justru membuka pintu pengetahuan lebar-lebar untuk dirayakan dan dialami bersama.
Modal Dengkul, Perkawanan, Printer: Wahana Arsip sebagai Pembangkangan Historis
Catatan ini merefleksikan pameran arsip sejarah gerakan perempuan, sebuah kolaborasi antara Arungkala dan Perempuan Mahardhika, dalam “Panggung Merdeka 100%” yang berlangsung di Jakarta pada 17 Agustus 2025.
Anti-Tur dan Demiliterisasi: Membongkar Monumen, Melawan Kekerasan Epistemik
Melalui anti-tur dan inisiasi berbasis publik, Kolektif Arungkala membayangkan militerisme perlu dilampaui dengan cara yang sangat beragam, melebar, dan meluas.