Penulis Sudut Kantin

Mahasiswa Ilmu Filsafat Unwira, Kupang. Gemar menulis puisi, artikel, dan opini pada sejumlah media, jurnal, majalah, dan buletin. Juga tergabung lebih dari sepuluh antologi seperti di antaranya Menenun Rinai Hujan (2019), Semesta Jiwa (2020), Antologi Sepeda dan Buku (2021) Sebuah Usaha Memeluk Kedamaian (2021). Kini bergiat di Komunitas Sastra Filokalia Kupang.
Mahasiswa komunikasi di salah satu kampus negeri daerah Surakarta. Kadang menulis, kadang mendengarkan musik. Sedang menghayati rilisan Indo jadul dari Panbers hinga Ternchem, dari Tetty Kadi hingga Lilis Surjani. Adakalanya menjadikan musik dan buku puisi sebagai satu bagian integral untuk menghabiskan hari | @yusufdirgaa
Pengurus Taman Baca Cinta Buku (CIBUK) Tanah Merah, Boven Digoel.
Seniman berbasis di Yogyakarta, Indonesia. Film-filmnya antara lain 'Jakarta Unfair' (2016), 'Into the Dark' (2018), dan 'Rangsot Ita' (2025). Selain perfilman, ia memproduksi konten kritis di TikTok melalui akun @ngomendotcom, memberikan komentar mengenai seni dan dunia seni. Ia juga merupakan bagian dari Situationist Under-Record, inisiatif seniman yang mengeksplorasi field recording untuk menyoroti estetika kehidupan sehari-hari | @klmrm
Penulis dan tenaga luwes. Bergerak di kolektif pertunjukan Karangdunyo | @anjardiann
Didin Emfahrudin adalah penulis muda Indonesia. Ia telah mengarang buku kumpulan syair "Teruntuk Para Pembeda" (Guepedia, 2019) dan novel online berjudul "Romantisme Pergerakan" (KWIKKU,2020). Ia dapat dihubungi lewat email: didin.emfahrudin@gmail.com, Ig: @didin.emfahrudin dan FB: Didin Emfahrudin.
Kpopers Alice only, tapi senang berteman dengan multi-fandom. @tdinda17