Browsing Category
RESONANSI
151 posts
Berisi esai dan opini yang menjadi gema dari cara pandang penulis dalam merespons isu, kejadian, atau fenomena yang menggugah pikiran.
Menyalakan Bara Ingatan, Puja Doa Kretek, dan Arti Hari Kretek yang Belum Ditemukan
Pertunjukan Teater Djarum 'Puja Doa Kretek' menjadi ruang bagi masyarakat Kudus: petani, perajin, seniman, dan warga yang merasa hidup mereka terikat oleh aroma tembakau dan cengkih.
FKY 2025: ‘Adoh Ratu, Cedhak Watu’ dan Sikap untuk Tetap Otonom Menjadi Gunungkidulan
Meskipun singkat, FKY 2025 mampu menghadirkan pintu gerbang untuk memahami segala pluralitas yang ada di Gunungkidul.
Party Program SRC: Rubanah dan Pengetahuan yang Tersingkir
Lewat Party Program #48 dari Solo Rumble Crew, kita tahu bahwa musik hardcore, death metal, dan turunan sejenis masih terus tumbuh.
Pendidikan yang Berisik
Pendidikan mengajarkan tentang nilai-nilai kemanusiaan di tiap mata pelajaran. Namun apakah peran pendidikan itu hanya berhenti di teori saja?
Antara Panggung Meriah dan Ruang yang Tak Terlihat di Cherrypop 2025
Langkah selanjutnya, Cherrypop mungkin perlu memastikan ulang ruang yang dapat diakses oleh berbagai macam tubuh dan cara bergerak.
Melihat Nafas Ekonomi Musik-Musikan dalam Cherrypop 2025
Cherrypop 2025 adalah perputaran ekonomi kreatif yang lahir dari kebutuhan estetika.
Merubah atau Mengubah: Persoalan Bahasa di Ruang Kelas
Dengan mempelajari bahasa Indonesia, maka konteks keberagaman masyarakat akan jeli terlihat.
Tengaran di IKN: Patung dan Ornamen?
Dari IKN, kita belajar bahwa tugu atau patung yang semula dibangun sebagai monumen boleh jadi nanti hanya akan menjadi ornamen.
Mendengarkan 3 Album Hindia: Ini Tentang Hidup, Bukan Tudingan Satanisme Murahan
Sebagai seseorang yang sedang bergulat dengan kekhawatiran akan masa depan yang tak pasti, lagu-lagu Hindia justru menjadi semacam mantra penolong, bukan penyesat.
Oei Sian Yok dan Lupa Kita pada Kritikus Seni Perempuan
Oei Sian Yok, seorang kritikus seni perempuan paling produktif dalam rentang tahun 1956-1961 yang terlupakan.
Seni Mengarsip dan Sebuah Ziarah Ingatan di Museum Nyah Lasem
Museum Nyah Lasem mengajari saya bahwa arsip tak hanya milik negara atau kaum bangsawan, tetapi warisan warga.
Ketika Warga Merebut Ulang Medan Kontemporer
Dianggap menentang pakem tradisional, pertunjukan "Suluk Babadan" membuka ruang diskusi medan kontemporer untuk tafsir yang lebih egaliter dan terbuka.