Kategori: Puisi

Toko Buku: Kumpulan Puisi Rizqy Saiful Amar
Kumpulan puisi ini: Toko Buku, Bebatuan Sungai, dan Bunga Ilalang. Ditulis oleh Rizqy Saiful Amar, seorang pemuda yang menghabiskan waktu dengan berpikir dan berkhayal. Merupakan jurnalis lepas dan mantan anggota Persma yang kabur. Toko Buku Seseorang berjalan, pergi. Tanpa melihat sekelilingnya, ia terus maju. Dalam kemelut hatinya, ia menangis. “Apakah aku dapat seleluasa melewati malam-malam…

Zine Dicetak Bersama Surat Lamaran: Kumpulan Puisi Anik Hailaqhari
Kumpulan puisi ini: Zine Dicetak Bersama Surat Lamaran, Kuburan Masuk Google Maps, QRIS di Timbangan Karat, dan Gelar Adat yang Tak Muat di Kolom Pekerjaan. Ditulis oleh Anik Hailaqhari, seorang penyair asal Kerinci, Jambi yang memilih menulis puisi sembari mempelajari sains dan matematika. Zine Dicetak BersamaSurat Lamaran nomor 17 berkedipmesin menarik lembar terlalu cepat di…

Antek Asing: Kumpulan Puisi Aryatama
Kumpulan puisi ini: indo dead poets society, sa(m)bung, antek asing, dan melihat api gagal bekerja. Ditulis oleh Kevin Aryatama, seorang pengasuh Lingkar Diskusi Gender, kolektif feminis yang beraktivitas di dua kota di Pulau Bangka: Pangkalpinang dan Sungailiat. indo dead poets society John Keating: “Medicine, law, business, engineering, these are all noble pursuits and necessary to…

Pada kepulangan-kepulangan yang tertunda: Kumpulan Puisi Aldi Hermawan
Kumpulan puisi ini: Pada kepulangan-kepulangan yang tertunda, Pada akhirnya kita, dan Senja yang biasa di selatan kota. Ditulis oleh Aldi Hermawan, seorang guru TK yang juga aktif tergabung dalam Kelompok Teater Fiktif bernama Moroseneng. Pada kepulangan-kepulangan yang tertunda Malam jatuh singkat di persimpangan dan nama kota.Kota yang hampir sepenuhnya pensiun semenjak kita lupa mengejanya. Lalu pesta-pesta…

Pelajaran Mencintai Bumi: Kumpulan Puisi Imam Budiman
Kumpulan puisi ini: Menafsir Stoikisme: Korpus Data Kota Ini, Brain Rot, dan Pelajaran Mencintai Bumi. Ditulis oleh Iman Budiman, seorang Guru Bahasa dan Sastra Indonesia serta Ketua Tim Perpustakaan—Literasi Pesantren Madrasah Darus-Sunnah Jakarta. Menafsir Stoikisme: Korpus Data Kota Ini Premeditato Molorum Simulasi. rasa sakit meniru hantu yang sembunyi di baliklemari. malang yang akut, malam penuh…

pelarian kalcer 3: Kumpulan Puisi Randy Levin Virgiawan
Kumpulan puisi ini: pelarian pascapuisi, pelarian kalcer 3, dan pelarian kotak pos. Ditulis oleh Randy Levin Virgiawan, seorang pemandu sorak kebudayaan, khususnya kebudayaan yang dibikin teman-temannya sendiri. pelarian pascapuisi apakah ada hidup pascapuisi? seperti ada cek yang rutin datang, bilang bahwa kata-kata berpinak di hati orang-orang, bahwa mereka ziarahi bangka-bangkai dirimu yang kaukubur di situ,…

Halaman Rumah: Kumpulan Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana
Kumpulan puisi ini: Halaman Rumah, Hujan Pertama, dan Buku Tulis. Ditulis oleh Alfiansyah Bayu Wardhana, seorang konten kreator yang menaruh perhatian pada literasi dan buku. Di halaman rumahrumput tumbuh tanpa tahu arti kalah,kami berlari seperti anginyang belum belajar pulang.Ibu memanggil dari dapurdengan suara yang selalu hangat,seperti matahariyang tahu jam istirahat kami.Kini halaman itu mengecildi ingatan,tapi…

Mata-Mata Prasangka: Kumpulan Puisi Febriana
Kumpulan puisi ini: Attitude Hilang dari Radar, Gegana, dan Mata-Mata Prasangka. Ditulis oleh Febriana, seorang ibu satu anak dan penulis narasi event musik arus pinggir di Solo Raya dan sekitarnya. Aku datang bersama hujanDeras menderu di satu petang Kuparkir kendaraan roda duaku berdampingan dengan sebuah motor buatan negeri Paman Sam..Dari kota tempatku tinggal, hanya berjarak satu jam.…

Waktu: Kumpulan Puisi Angela Ardhika Sinthawati
Kumpulan puisi ini: Terlambat, Terjadi, dan Terhenti ditulis Angela Ardhika Sinthawati. Satu bahkan tiga atau lima tahun yang akan datangMungkin saja kita akan berpikir tentang andai yang tak tersampaikanBarangkali hari itu kita lakukan, barangkali kita bisa melawan, dan banyak lagi lainnyaNamun semua itu hanya menjadi angan yang tak pernah dilakukan Tak ada yang tahu perihal kejadian…

Di Bawah Bayang Ulin: Kumpulan Puisi Oktavius Ekapranata
Kumpulan puisi ini: Di Bawah Bayang Ulin, Neptunus, Tarian Ngerangkau, dan Seperti dalam Suatu Masa. Ditulis Oktavius Ekapranata, seorang penyair muda dari Kalimantan. Di antara tungku batu yang tinggal bara, seorang ibu memintal sunyi seperti mengenang kekasihnyadi dalam keluasan desir rimba aku tak dapat menjelajahi kesedihannya. Ibu genggamlah mandau tua itu, bukan untuk perang,tetapi untuk menahan gemetar hatimuyang rapuh seperti akar menjelang…











