Penulis Sudut Kantin

Buruh perempuan yang suka memasak dan sesekali menulis.
Boleh disapa Ayu. Banyak menghabiskan waktu untuk berkolektif, kontemplasi, membaca, dan jadi buruh pers di salah satu media mainstream. Kalau masih ada pertanyaan, bisa menyapa lewat @nn.ladybird.
Lahir di kabupaten yang lebih nyaman diingat daripada disebut. Sebab tak penting lahir di mana, tak penting tinggal di mana. Yang penting: masih hidup, masih menulis, dan masih bisa makan tahu kupat. Menulis untuk menyelundupkan ingatan masa muda sebelum tua dan pelupa.
Azman Hassam lahir di Singaraja, Bali. Biasa dipanggil Ajeman, seorang mahasiswa yang kini hijrah sementara dan menempuh pendidikan S1 di UIN Maulana Malik Ibrahim kota Malang. Tergolong aktif di komunitas sastra, salah satunya di Pelangi Sastra Malang. @azmnhssmb
Pemuda yang memuja kopi, tapi lebih sering ngeteh. Lagi suka nongkrong bareng Persma dan orang-orang punk | @badradafa_
Perempuan yang sangat senang mempelajari manusia juga cara kerja otak komputer. Dia gemar mengikat ilmu dengan tulisan dalam berbagai format: skrip coding algoritma hingga catatan harian sebelum tidur | @balmabahiraa
Editor lepas di beberapa penerbitan. Suka nonton film, baca buku, dan minum Americano.
Lahir di Bekasi, 1994. Pada 2015, Bayu merambah dunia literatur. Aktif di teater selama kuliah, aktor dan sutradara. Lulusan Pendidikan Bahasa Jerman, Universitas Negeri Yogyakarta. Teater mengubah Bayu, memandang dunia dengan perspektif baru. Keyakinannya, teater dan literatur mampu menginspirasi dan merayakan keragaman. Tujuannya sederhana: mehembuskan nafas terakhir sebagai seniman teater Indonesia. “Jika teater itu wanita, saya pasti sudah punya tiga anak hari ini.” | @baylsmn23