Penulis Sudut Kantin

Editor lepas di beberapa penerbitan. Suka nonton film, baca buku, dan minum Americano.
Lahir di Bekasi, 1994. Pada 2015, Bayu merambah dunia literatur. Aktif di teater selama kuliah, aktor dan sutradara. Lulusan Pendidikan Bahasa Jerman, Universitas Negeri Yogyakarta. Teater mengubah Bayu, memandang dunia dengan perspektif baru. Keyakinannya, teater dan literatur mampu menginspirasi dan merayakan keragaman. Tujuannya sederhana: mehembuskan nafas terakhir sebagai seniman teater Indonesia. “Jika teater itu wanita, saya pasti sudah punya tiga anak hari ini.” | @baylsmn23
Alumni sastra Indonesia, Sanata Dharma Yogyakarta. Menulis buku puisi bertajuk Membunuh Sokrates (2019). Buku grundelan penulis bertajuk Euforia Cinta Platonik (2019). Kegiatan penulis sekarang menjual bukunya sendiri yang dicetaknya sendiri demi sepiring nasi. Penulis berdomisili di Tamansiswa, Yogyakarta.
Thank God I am an engineer who loves reading and writing.
Aktif di Front Mahasiswa Nasional dan Aliansi Gerakan Reforma Agraria. Saat ini menjadi kepala editor di Penerbit Semut Api, Community Development Officer di TURC dan peneliti di Forbil Institute. Pernah menulis di Mojok, Bolehmerokok, Diakronik, dan menulis buku berjudul "Antologi Puisi: Mozaik", "Homicide vs Orde Baru", dan "Bagaimana Sosial Media Menghancurkanmu".
Seorang mahasiswa semester akhir di salah satu kampus yang ada di Yogyakarta. Keseharian dipenuhi dengan kopi dan skripsi, lalu sesekali menghabiskan waktu dengan pacaran | @billlaudrix
Bima Chrisanto (@bima_crhisanto) sering main dan bantu-bantu di pantai Samas dengan komunitas Reispirasi
Seorang pemuda yang kerjaannya kantoran sambil sesekali nulis puisi untuk mencurahkan perasaan. | @Bimarizkii96