Browsing Category
ULASAN
155 posts
Berisikan ulasan maupun reflektif terhadap karya budaya—buku, musik, film, pertunjukan, atau fenomena estetik lain.
‘Dōke no Hana’ (1935) Osamu Dazai: Selamat Datang di Kesedihan, Penduduk Satu
Novel 'Dōke no Hana' karya Osamu Dazai adalah representasi menertawakan kegamangan masa muda, cinta, dan kebencian diri dengan nada yang manis sekaligus ironis.
Dokumenter ‘1989’ (2014): Miklós Németh dan Jalan Sunyi Revolusi di Hungaria
Film dokumenter '1989' menempatkan Miklós Németh dan Hungaria sebagai simpul penting dalam peristiwa runtuhnya komunisme di Eropa Timur.
Imaji Revolusi dalam Album ‘Luciferian Towers’ karya Godspeed You! Black Emperor
Saya akan menafsirkan album “Luciferian Towers” sebagai usaha penghancuran pada menara kapitalisme atau cengkeraman kekuasaan iblis.
Film ‘La Haine’ (1995): Kerja Kolektif dan Budaya Jalanan sebagai Perlawanan
Di tengah maraknya diskriminasi dan teror, film 'La Haine' jadi cerminan kritis tentang berkolektif.
Tidak Ada Jalan Pintas di EP ‘Jalan Pintas’ Yanuar Sastra
EP 'Jalan Pintas' Yanuar Sastra, semacam mini album yang mengemas hal-hal yang nampak remeh temeh, tapi sebenarnya begitu dekat dan lekat dengan apa yang ada di sekitar kita.
Asrama Dara (1958): Tenang dalam Tegangan
Menonton "Asrama Dara" rasanya seperti arena konflik tafsir antara masa lalu dan masa kini, daripada sekadar merayakan sejarah sinema dan keberhasilan merestorasinya.
Tubuh yang Menulis Sejarah: Sebuah Historiografi Maritim dari Bawah
Buku "Hidup Bersama Laut" karya Safar Nurhan lebih dari sekadar kumpulan esai, tetapi sebuah intervensi historiografis dan politikal.
‘Setiap Api Butuh Sedikit Bantuan’: Perjalanan Mencapai Titik Tuju?
Membaca "Setiap Api Butuh Sedikit Bantuan" karya Herry Sutresna, seperti menimbang kembali bagaimana musik, pertemanan, dan pengetahuan bekerja sebagai api kecil yang perlu terus dirawat.
Film ‘Pangku’ (2025): Kelambu yang Melindungi Sartika dari Tatapan Maskulin dan ‘Saru’
Walaupun ditempatkan dan dipertemukan dalam tradisi patriarki, rasanya mudah melihat bagaimana perempuan menggerakkan cerita film 'Pangku' melalui keputusan-keputusannya.
When Noise Feels More Human than Pop: Romantika Kegelapan Pelteras dalam ‘Krisan’
Lewat album 'Krisan', Pelteras meyakinkan kita bahwa kebisingan juga bisa menjadi bentuk cinta, cinta yang tidak butuh algoritma untuk terasa nyata.
Last Living Ceremony: Ritual Terakhir Sebelum Punah?
Last Living Ceremony memiliki potensi untuk memulai kembali perbincangan sebagai upaya “kelahiran kembali” atas heningnya skena musik rock.
Manifesto Kejujuran Holden Caulfield: “The Catcher in the Rye” Sebagai Kritik Sosial dan Budaya Modern
Dalam novel "The Catcher in the Rye", Holden Caulfield mengajarkan bagaimana seharusnya manusia berlaku sewajarnya sebagai manusia yang jujur.