
Teater Sebagai Anti-Komando | Membaca Pertunjukan ‘Curriculum Vitae 2000’ Roka Teater
Pertunjukan “Curriculum Vitae 2000” Roka Teater membingkai peristiwa-peristiwa kelam dan berdarah yang sering absen dari narasi sejarah resmi Indonesia.

Mendengarkan 3 Album Hindia: Ini Tentang Hidup, Bukan Tudingan Satanisme Murahan
Sebagai seseorang yang sedang bergulat dengan kekhawatiran akan masa depan yang tak pasti, lagu-lagu Hindia justru menjadi semacam mantra penolong, bukan penyesat.

Cherrypop 2025 ‘Gelanggang Musik’: Ini Gelanggang Pop Kalcer!
Tema “Gelanggang Musik” jadi cara Cherrypop 2025 berbagai ekosistem kreatif melalui musik.

Oei Sian Yok dan Lupa Kita pada Kritikus Seni Perempuan
Oei Sian Yok, seorang kritikus seni perempuan paling produktif dalam rentang tahun 1956-1961 yang terlupakan.

Leluasa (Sukoharjo): Zine Sebagai Metode Alternatif untuk Kolektif
Edisi pertama Jalar Liar membawa Sudut Kantin Project ke Sukoharjo bertemu Leluasa, sebuah media independen yang konsisten membangun jejaring melalui zine, gigs, dan reportase.

Dressed Like an Ocean Ajak Pendengar Mencari Makna dalam Samudera Emosi
Saat pertama kali mendengarkan Dressed Like an Ocean album “…A Winged Coda from My Leeching Arms”, saya langsung tertuju pada lirik-lirik yang disusun dengan pendekatan ‘poem story’.

Belajar Jatuh: Kumpulan Puisi Valentino S.
Kumpulan puisi ini: Belajar Jatuh, Lelah, Tapi Tak Boleh Lesu, dan Kurikulum Hidup ditulis oleh Valentino S. Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta yang terinspirasi oleh penulis lokal seperti Joko Pinurbo dan Ahmad Tohari. Katanya masa muda itu masa belajar.Tapi setiap kesalahanditandai dengan tinta tebal,diberi label gagalsebelum sempat mengerti sebabnya. Aku hanya ingin jatuh,dengan pelan,di lantai yang tak…

Seni Mengarsip dan Sebuah Ziarah Ingatan di Museum Nyah Lasem
Museum Nyah Lasem mengajari saya bahwa arsip tak hanya milik negara atau kaum bangsawan, tetapi warisan warga.

‘Ruang, Ingatan, dan Layar’ Garin Nugroho: Memoar Luka dan Monumen Ingatan
Pameran arsip “Ruang, Ingatan, dan Layar”, mewakili bentangan arsip Garin Nugroho yang mengendap dalam ingatan dan abadi dalam layar perak.

Ketika Warga Merebut Ulang Medan Kontemporer
Dianggap menentang pakem tradisional, pertunjukan “Suluk Babadan” membuka ruang diskusi medan kontemporer untuk tafsir yang lebih egaliter dan terbuka.

Harapan Music: Menemukan Harapan Toko Rilisan Fisik Musik di Solo
Di tengah dunia yang penuh layar dan algoritma, toko Harapan Music bertahan mengoleksi rilisan fisik musik.
Dukung Sudut Kantin Project tetap ada.











