
Melipat Kehidupan dalam Membaca ‘Urip Urup’ karya Fitri DK
Lebih dari semua simbol dan filsafat yang melingkupinya, karya Fitri DK berjudul ‘Urip Urup’ adalah doa dalam bentuk instalasi.

Hilmy Fadiansyah: “Zine itu penghubung kabar gerakan di berbagai kota!”
Bagi Hilmy Fadiansyah, semangat memproduksi zine tak pernah lekang oleh waktu, meskipun pola pendistribusiannya sudah berbeda. Zine menjadi alat komunikasi kabar komunitas di berbagai kota.

Panjul dalam Lakon: Efisiensi
Panjul berpeluh menjajaki jalan trotoar yang meleleh di hadapan matahari siang itu. Angkringan Kang Ramto masih sejurus lagi, tapi keringat tak mampu dibendung alis dan berjujuh ke kelopak mata. Ia berulang kali terus menyeka keringatnya, tetapi hanya rasa panas yang menyelimuti kepalanya. Tak ada es teh dan kendaraan umum siang itu. Panjul sedang berhemat. Lamaran…

Nyala Lentera Literasi dari Sudut Pasar Buku Bekas
Ketidakpastian ekonomi yang berjalan terhadap buku bajakan yang masih tinggi menjadi salah satu peluang pasar buku bekas untuk bertahan hidup.

Kaki Pincang Dab Supri: Kumpulan Puisi Valentino S.
Kumpulan puisi ini: Kaki Pincang Dab Supri, Hujan di Atap Seng, dan Lampu Merah, Cerita Kita ditulis oleh Valentino S. Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta yang terinspirasi oleh penulis lokal seperti Joko Pinurbo dan Ahmad Tohari. Ia datang saban hari,dengan kaki pincangdan semangat yang tak pernah timpang.Tukang bakso,penjaga sunyi di sudut kantinyang tak…

Yogyakarta Art Book Fair: Kenapa Penerbitan Artistik? Kenapa Sekarang?
Dengan Yogyakarta Art Book Fair, setidaknya ada potensi keterkaitan antara penerbitan artistik dengan gelombang demokratisasi produksi seni dan budaya yang berlangsung dua puluh tahun belakangan ini.

Menjaga Alam Melalui Titi Luri Adat: Perjuangan Kariadi dari Tengger
Kariadi, warga Desa Tosari, gerakkan masyarakat desa untuk pelestarian alam berbasis spiritualitas dan filosofi Tri Hita Karana.

Dari Tribun Jadi Gerakan Jurnalisme Akar Rumput Zine Sepak Bola di Yogyakarta
Yang menarik, praktik zine sepak bola ini tumbuh dari obrolan di warung kopi, dari keresahan yang sama-sama dirasakan, dan dari semangat untuk mencatat sejarah sepak bola dari pinggir.

EP ‘Hyacinth’: Repertoar Ketidakbahagiaan yang Menenangkan dari Noire
Mendengarkan EP “Hyacinth (Prologue To Three Stages Of Unhappiness At The Remains And…)” seperti melamun dengan tatapan kosong tanpa memikirkan apapun.

“Jiwa Ketok” Seni dan Kebebasan Berekspresi
Merawat ‘Jiwa Ketok’, sudah sepatutnya dalam praktik kerja kesenian, seniman harus mendapatkan ruang kebebasan dan hak asasinya.

Cinta yang [Dilarang] Marah: Kumpulan Puisi Ayup Armaddi
Kumpulan puisi ini: Cinta yang [Dilarang] Marah, Sebentar Lagi, Namamu Jadi Tabu, dan Menu Santap Malam Penghabisan. Ditulis oleh Ayup Armaddi, seorang yang menulis untuk menyelundupkan ingatan masa muda sebelum tua dan pelupa. Ibu mencintai program PKKseperti mencintai anak bungsunyayang sering pulang kemalaman. Bapak mencintai otoritasseperti mencintai kumisnyayang dipangkas rapi tiap pagi. Sedang aku, masih…

‘No-Brain Dance’ Y-DRA: 1000% Koplo Eksperimental Asli Indonesia
Enam tahun yang lalu, Y-DRA merilis album ‘No-Brain Dance’ bersama netlabel Yes No Wave Music, sebuah eksperimen liar yang mengacak-acak batas antara tradisi dan modernitas.
Dukung Sudut Kantin Project tetap ada.











