
Spotify, Genosida, dan Kebimbangan Kami sebagai Musisi Kabupaten
Jika hari ini kami masih di Spotify, itu bukan karena kami setuju, tapi karena kami belum menemukan jalur yang benar-benar adil untuk semua orang.

Menyalakan Bara Ingatan, Puja Doa Kretek, dan Arti Hari Kretek yang Belum Ditemukan
Pertunjukan Teater Djarum ‘Puja Doa Kretek’ menjadi ruang bagi masyarakat Kudus: petani, perajin, seniman, dan warga yang merasa hidup mereka terikat oleh aroma tembakau dan cengkih.

Rani Jambak dan Perjalanan Auditori Mengenal Jejak Leluhur
Album “Vibra Genetika” jadi proses pencarian jati diri Rani Jambak menggali akar Keminangkabauan melalui bebunyian.

FKY 2025: ‘Adoh Ratu, Cedhak Watu’ dan Sikap untuk Tetap Otonom Menjadi Gunungkidulan
Meskipun singkat, FKY 2025 mampu menghadirkan pintu gerbang untuk memahami segala pluralitas yang ada di Gunungkidul.

Party Program SRC: Rubanah dan Pengetahuan yang Tersingkir
Lewat Party Program #48 dari Solo Rumble Crew, kita tahu bahwa musik hardcore, death metal, dan turunan sejenis masih terus tumbuh.

Biennale Jogja 18: Seni sebagai Laku Keseharian, Pengetahuan Lokal sebagai Akar
Biennale Jogja 18 dengan tekun mengajak seniman untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan pengetahuan lokal.

Tiga Babak Kehidupan Dewasa dalam ‘Dekap Lekap’ Niskala
Barangkali saya dapat mengumpat untuk sebuah keindahan, maka karya bertajuk “Dekap Lekap” garapan Niskala akan saya sebut sebagai ‘bajingan’.

api yang diciptakan seorang laki-laki yang pernah terbakar: Kumpulan Puisi Rully Andrian Syah
Kumpulan puisi berjudul api yang diciptakan seorang laki-laki yang pernah terbakar ditulis oleh Rully Andrian Syah. Penulis bermukim dan belajar hidup di Yogyakarta. Proyek utamanya menulis fiksi dan esai-esai antropologi. /1/ cinta tak ubahnya kaca terbelah,kau ambil pecahannya yang melupakan retakkau gunakan menangkap lidah cahaya untuk menghangus yang keringatau segala yang rentan terbakarseperti hatiku, sejenis lilin dan…

‘Sembojan’ Tigapagi: Satu Lagu untuk September
Tigapagi lewat lagu ‘Sembojan’, jadi pengingat bahwa di balik statistik angka kematian, ada wajah-wajah.

EP ‘Angkat dan Rayakan’ Ananda Badudu: Walau Terjal, Hidup Harus Tetap Dilanjutkan
Merayakan, dalam album “Angkat dan Rayakan” Ananda Badudu, tidak selalu dengan pesta meriah yang gemerlap, melainkan tetap melanjutkan hidup pun adalah perayaan.

Menjadi Petani, Antara Pekerjaan Mulia dan Hidup yang Tak Pernah Sejahtera
Selama ini, petani selalu disebut sebagai garda terdepan dalam pembangunan, sayangnya kesejahteraan mereka terus digerogoti.

Terapi Minor: Dari One Piece, Sudah Waktunya untuk Marah
Mendengar cerita Terapi Minor tentang One Piece dan agenda musik Worst Generation Tour 2025 sebagai ruang bersama: ‘do it with your friend’.
Dukung Sudut Kantin Project tetap ada.











