Kumpulan puisi ini: Rintihan Alam, Bangkit dari Less Afraid yang Menunggu Tapi, dan Setahun yang Gelap ditulis oleh Devi Oktaviana, seorang perempuan kelahiran Jakarta yang senang menulis, membaca, dan berkeliling kota.
Rintihan Alam
menggerus tanah
dan melebur rumah
jadi galian tak berguna
yang memakan nyawa
lahan dihabisi
kayu diekstraksi
dirampas oligarki
dan tak diadvokasi
tak punya suara
bergantung pada sumber daya
yang sudah dimakan
keserakahan
merapal kepada sang maha
Tuhan, hancurkan saja
hancurkan mereka
atas dalih negara
Juni, 2024
Bangkit dari Less Afraid yang Menunggu Tapi
: terinspirasi dari judul lagu Sajama Cut dan Perunggu
guntingan seutas tali terlepas
kelihaian kerikil menepis aku
hanya tersandung
lusa terkapar hadir
hendak kususun bekasnya
menjadi barang apapun
yang bisa menarikku
menjadi apapun juga
jadi apa?
jadi yang kumau
“I know you can be anyone you want”
memang!
aku bisa memetakan mimpi
atau mimpi memetakan aku
tapi, kupunya doa ibu
Desember, 2025
Setahun yang Gelap
kau simpan keluh dan nafasmu di ujung ketakutan yang mati. kau merayap dengan kaki gemetar menjajaki lembaran pengap tak berpintu.
sedang ia?
ia bergurau, riak-riak, bahagia bersama apapun yang sekarang menangkal kesepiannya. tak apa-apa karena kau tak kenapa-kenapa, ya memang aku tidak apa-apa. tapi rasanya, ingin memaki, tapi kepada siapa? aku atau dia yang salah? pastinya, aku menanggung kecemasan itu sendiri.
aku pelan-pelan menyeka rasa takutnya, memagut getirnya, menikmati hilang yang tidak tahu di mana kosongnya. ia berjalan lurus, aku masih memapah rasa-rasa menyergapku.
Penyelaras aksara: Arlingga Hari Nugroho
Foto sampul: Bima Chrisanto
