Kini aku paham bagaimana menyenangkannya untuk lepas sejenak dari kehidupan pekerjaan yang melelahkan. Apalagi usai pilihan berat untuk resign dari pekerjaan. Di tengah pikiran yang membludak dan penuh kepusingan, sudah semestinya mencari hiburan untuk mlipir sejenak. Menonton Cherrypop 2025 “Gelanggang Musik” seakan oase di tengah gurun tandus, kering nan gersang. Atas semua rasa kecewa, tak dihargai, dan dipaido, apakah Cherrypop Day 1 begitu mewah untuk disebut sebagai perayaan?
Setelah memilih untuk mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya, mengunjungi Cherrypop 2025 menjadi hiburan pertamaku. Usai absen dari beberapa gigs ataupun pertunjukan musik lainnya karena terhalang waktu bekerja. Mengintip line up yang disajikan melalui akun Instagram resmi Cherrypop, rasa-rasanya perayaan ini akan berakhir klimaks. Aku pun telah memetakan siapa saja yang wajib ditonton, mulai dari The Paps, Ali, hingga Avath x Kuntari menjadi hidangan utama yang harus disantap.
Aku rasa pilihan line up Cherrypop Day 1 ini bisa dikatakan juara untuk seleraku, mulai dari Ali yang tampil kedua kali di Jogja setelah sebelumnya di Wild Ground Fest 2023, The Sastro pertama kali nampil di Jogja, Avhath x Kuntari yang kali kedua tampil di Jogja, dan seperti biasa Cherrypop menghidupkan nama yang cukup lama usai yaitu Dojihatori. Serta Cherrypop menjadi titik leburku dengan kawan-kawan yang telah lama terpisah. Dengan alasan tersebut, aku datang penuh dengan harap lebih atas festival garapan Swasembada Musik ini.
Mencatat Hari Pertama
Setelah tiba di venue Lapangan Kenari, aku pun disambut antrian mengular panjang untuk masuk ke dalam. Rasanya flashback ke gelaran Cherrypop 2023 yang punya kasus serupa. Antrian yang mengular hingga harus menunggu sekian lama. Aku yang datang bersama kekasih memasuki area lapangan, kami langsung berjalan menuju arah gate exit untuk mengikuti flow antrian.
Setelah maju sedikit demi sedikit, kami dikejutkan oleh pengunjung lainnya yang langsung menyela masuk ke area gate masuk tanpa perlu mengikuti flow antrian sama seperti kami. Hal tersebut cukup membuat kesal kami berdua dan mungkin pengunjung lainnya. Untung antrian ini tidak perlu memakan waktu terlalu lama seperti gelaran sebelumnya.

Memasuki area festival, kami langsung menyambut penampilan The Cottons di sore hari yang terik namun sepoi-sepoi angin menyisir. Nyatanya permasalahan dari tahun ke tahun masih berulang, yaitu sound system. Beberapa kali suara gitar lead dan synth sering hilang sehingga sangat mengganggu.
Hingga gantian waktunya The Paps tampil, ternyata permasalahan ini masih terasa di dua lagu awal. Namun, akhirnya lumayan membaik di beberapa lagu akhir. Suara yang hilang-hilangan dan terasa sember lumayan mengganggu untuk menikmati sajian dari The Cottons dan The Paps.
Melihat antusiasme pengunjung semakin banyak, membuat Cherrypop tahun ini benar-benar terasa sempit dan uyuk-uyukan. Atau mungkin lokasinya yang terhimpit proyek pembangunan pemerintah? Entahlah.
Sebab tahun kemarin, aku bisa merasakan untuk berjalan dari panggung ke panggung terasa lumayan longgar. Namun, tahun ini benar-benar uyuk-uyukan. Serta untuk ibadah bagi muslim, tempat wudhu-nya sempat tidak mau mengeluarkan air sehingga membuat antrian menjadi panjang.
Avhath X Kuntari, Ali, dan Negatifa Menyelamatkan Cherrypop 2025
Jika boleh dibilang penampilan tiga band yang saya sebutkan di atas menyelamatkan Cherrypop hari pertama. Ali yang tampil usai break Magrib benar-benar menjadi penyelamat dengan irama groovy yang membuat aku hanyut mengikuti setiap irama yang mereka bawakan.
Just Feel the Groove itulah kalimat yang saya sematkan untuk penampilan Ali di Cherrypop 2025. Trio grup asal Jakarta tersebut mampu bangkitkan suasana dengan nada-nada instrumental Arabic yang mereka bawakan.
Avhath X Kuntari yang membawakan album kolaborasi terbaru mereka bertajuk “Ephemeral Passage” menjadi penampilan terbaik malam itu. Album yang menurut Ekrig (sang vokalis Avhath) sebagai pencarian manusia atas tujuan kehidupan di ujung jalan, meski pada akhirnya kita tidak dapat menemukan jawabannya.
Penampilan dibuka melalui aura mencekam dengan dentuman dan lighting merah darah. Pada titik ini sound system mulai berbenah dan terasa bulat di telinga. Perpaduan antara Black Metal dan Eksperimental Sound membuat diriku terhanyut. Ada perasaan tidak nyaman, janggal, dan gelisah ketika menghayati penampilan mereka.
Aku rasa Avhath X Kuntari berhasil menunjukkan penampilan terbaik, dibalut dengan musik mewah, lampu yang mendukung, dan stage act yang memukau salah satunya ketika Ekrig menaiki crane panggung.

Nama baru, muka lama. Begitulah sebutan Negatifa, unit Powerviolence Hardcore asal Jakarta. Penampilannya di panggung kecil sukses membuat moshing gila dengan drum supercepat dan teriakan Arian13 yang menggema.
Aku dapat melihat stage diving berhamburan tatkala Negatifa membawakan tembang-tembangnya seperti ‘Unity’, ‘Kau Tidak Konyol Namun Lebih Ke Kontol’, dan tembang cover dari Misfits ‘Hybrid Moments’ sebagai lagu penutup. Sama seperti penampilan Avhath X Kuntari, sound yang dihasilkan dari penampilan Negatifa ini juga terdengar memukau tidak ada kendala seperti beberapa penampil di sore hari.
Saya Cinta Cherrypop, Maka Tulisan ini Hadir
Dari tahun pertama hingga saat ini, saya tidak pernah absen mengunjungi gelaran Cherrypop. Mulai dari Alpha Bravo hingga Lapangan Kenari saya menyaksikan perkembangan Cherrypop Fest. Namun, untuk Cherrypop 2025 ini saya melewatkan Day 2 karena sebuah urusan.
Ada rasa menyedihkan ketika beberapa kawan menyatakan kritikan atas kurangnya Cherrypop tahun ini. Untuk itu tulisan ini hadir sebagai bentuk cinta dan peduli atas Cherrypop Fest. Sebuah perayaan apabila tidak disajikan secara maksimal, maka akan menjadi perayaan yang antiklimaks.
Layaknya sebuah festival musik yang menyuguhkan gelaran visual dan audio, sudah semestinya permasalahan sound system yang sering dikeluhkan tidak terulang kembali.
Oh iya, di gelaran tahun ini saya amat kaget terdapat booth Lawless Burgerbar. Akhirnya saya menyicipi untuk pertama kali dan ternyata secara rasa yasudahlah. Saya tunggu di Cherrypop 2026 yang tentu harus sudah berbenah dari permasalahan-permasalahan audio dan flow pengunjung. Cheers!
Editor: Arlingga Hari Nugroho
Foto sampul: Official Dokumentasi Cherrypop 2025
