Perayaan Kecil Mengenang Kegelapan | Catatan Pasca Pameran Jalan Gelap

Catatan kurator pasca pameran Jalan Gelap yang ditulis oleh Angelina Manar. Sebuah upaya merekam ulang proses pameran hingga keterbukaan dalam menerima kritikan.


Terkadang untuk berserah diri kepada Yang Maha Esa, kita secara tidak langsung akan menutup mata dan menemukan diri saat berkomunikasi di dalam kegelapan itu sendiri. Pameran Jalan Gelap mengambil sudut pandang di mana kegelapan tidak selalu mengarah ke arah yang buruk.

Ada kalanya makhluk hidup mengalami masa gelapnya dan berakhir pada titik terang. Ada juga yang tetap memilih jalan gelap itu untuk menjadi terang bagi dirinya sendiri. Gelap dan terang merupakan suatu hal yang relatif, semua berkesinambungan dan memiliki arti yang berbeda bagi tiap individu. Terang bagimu, belum tentu terang bagiku. Gelap bagimu belum tentu gelap bagiku. Setiap ‘jalan gelap’ yang dilalui manusia adalah bagian dari perjalanan dan proses pembentukan jati diri dalam kehidupannya. 

Pameran Jalan Gelap yang dihelat pada 25 April – 08 Mei 2021, merupakan sebuah perayaan kecil untuk mengenang ‘kegelapan’ yang kita lalui selama satu tahun lebih karena adanya pandemi ini. Kita seakan dikurung dari segala aktivitas sehari-hari dan dunia ini terasa sangat terbatas. Melalui pameran ini, diharapkan bisa menjadi titik terang bagi diri kita sendiri sekalipun berada di dalam kegelapan. Siapa tahu dengan adanya pameran ini, seniman maupun para pengunjung bisa mendapatkan semangat untuk berkarya lagi meski sedang mengalami masa sulit ini. Pada dasarnya pameran ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa semangat dalam langkah awal teman-teman untuk berkarya.

Sebagai kurator dalam pameran Jalan Gelap yang diinisiasi oleh Fatherless Collective dan Stone Milker Ward, saya punya pedoman sendiri dalam mengelola pameran Jalan Gelap yakni konsep anti kemapanan, di mana konsep ini mempunyai pandangan sendiri daripada prinsip sosial pada pameran konvensional. Adapun tujuan konsep anti kemapanan menurut Oscar Wilde dalam The Soul of Man Under Socialism (1891) yaitu untuk menciptakan struktur baru yang bebas dari penindasan dan bergerak menuju perbaikan.

Contoh peraturan yang dikeluarkan rekan-rekan panitia maupun pihak tuan rumah yakni dengan sebuah seleksi pengunjung. Kami mengimbau pengunjung bukan untuk sok ngerti dalam artian maha tahu atau terkesan menggurui. Akan tetapi kami terbuka lebar dengan semua orang yang ingin tahu ataupun sekadar berbincang dan bertukar pikiran. Peraturan ini termasuk hak asasi panitia dalam menyeleksi pengunjung tanpa ada niat untuk menekan siapapun. Kami juga berusaha membuat ruang yang ramah bagi siapapun yang ingin berbagi wawasan. Aturan ini dibuat karena ada beberapa seniman yang tergabung baru pertama kali ikut serta dalam sebuah pameran.

Seiring berjalannya waktu, banyak kritikan yang saya dapatkan ketika melaksanakan tugas kuratorial. Ada satu kritikan yang menganggap peran saya dicap dualis karena memajang karya di ruang pameran dan dianggap rakus oleh orang lain. Padahal karya tersebut berfungsi sebagai dekorasi ruangan semata.

Menurut apa yang pernah saya pelajari, karya yang terpajang bisa juga hanya sebagai unsur dekoratif ruangan. Sementara yang dikatakan sebagai seniman dalam sebuah pameran adalah seniman/perupa yang namanya tertulis dan tercantum dalam daftar seniman pameran.

Jadi sebenarnya ketika karya saya terpampang dalam ruangan, bukan berarti saya ikut serta dalam pameran. Peran saya hanya sebagai kurator dan membantu jalannya pameran tersebut.

Tetapi saya sangat senang dengan kritikan seperti itu. Saya akan terus memperbanyak wawasan juga selalu menerima kritik dan saran dari siapapun perihal kinerja saya. Sebab kritik dan saran termasuk keberhasilan dalam mengambil sorot publik atas kegiatan yang kami kelola. Kritikan-kritikan itulah nantinya menjadi motivasi dan semangat dalam berproses untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.

 

 

Editor: Dion Raharditya Krisna
Foto: @sulthan_ai

 

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts