Earhouse Songwriting Club Kembali Bertandang ke Synchronize Fest 2022 dengan EP Bertajuk “Karya-Karya”

Para penampil Earhouse Songwriting Club di Synchronize Fest 2022 / dok. Antonius Ade

Teman-teman Earhouse Songwriting Club mengkreasikan tulisan mereka dalam penggarapan Extended Play dengan judul “Karya-Karya” untuk Syncronize Fest 2022.

Minggu (09/10/22) Earhouse Songwriting Club yang biasa disapa dengan sapaan SWC ini kembali bertandang ke event festival musik yang buat gue udah sangat iconic di Ibukota, Synchronize Fest 2022. Kita semua tau kalau event musik ini udah berjalan selama bertahun-tahun. Sejak tahun 2000 dengan konsep musik elektrinonik, sekarang event ini menurut gue udah makin nyentrik apalagi di kalangan anak-anak muda di Ibukota sampai di kota-kota lain.

Berlokasi di Gambir Expo Kemayoran, Synchronize Fest 2022 ini terbagi menjadi beberapa stage panggung diantanya ada Lake Stage, Forest Stage, Dynamic Stage, District Stage, Gigs Stage, dan XYZ Stage.

Pemetaan lokasi yang gue rasa cukup matang ini mampu untuk menampung puluhan ribu pengunjung yang datang ke festival. Apalagi sejak kemarin pandemi banyak anak-anak muda yang rindu untuk sing along, stage diving, bahkan moshing.

Earhouse Songwriting Club yang menjadi salah satu Guest Star di tahun sebelumnya dengan konsep virtual. Kini SWC lebih mempersiapkan dengan matang terkait lagu-lagu yang akan mau digarap. Apalagi sekarang untuk event-event musik udah boleh diadakan secara offline.

Perbedaan yang terlihat tentunya ada adrenaline waktu tampil di depan audience dan pengalaman yang berbeda. “Kalo waktu dulu kan kita online ya Synchronize nya tampil di radio sama situsnya Blibli.com, dan itu sistemnya tapping. Sebelumnya kita itu tapping di M-Bloc di Studio Live House, dan itu sempet di Mixing Mastering dulu kalo salah dan tahun lalu kita tampilnya juga gak panjang, kita waktu itu cuma bawain 2 lagu yaitu “Menulis Lagu” sama “Planet Biru” dan personilnya gak sebanyak ini serta deg-degan nya double banget” Ujar Kinar.

Earhouse Songwriting Club mengusung Extended Play dengan tema “Karya-Karya” dimana 4 dari 6 lagu dalam EP tersebut digarap di tahun 2022.

Proses Penggarapan EP “Karya-Karya” Tahun ini merupakan salah satu pengalaman yang berkesan buat temen-temen SWC. Setelah sempet vakum di bulan Juli, akhirnya SWC kembali dengan kabar yang membahagikan buat teman-teman Songwriting. Ternyata kabar baik ini adalah kita akan membuat karya yang nantinya bakal ditampilin di Synchronize Fest 2022.

“Awalnya muncul ketika Pak David Karto menawarkan Earhouse Songwriting Club untuk tampil di Synchronize tapi kalo bisa sekalian bikin EP, lalu kita menyanggupi. Karya yang dibuat memang dari temen-temen songwriting tetapi karya ini dibuat secara kolektif, jadi memang penciptaannya lagu yang dibikin rame-rame.” Ujar Mbak Endah.

Teknis untuk penggarapan lagu-lagu ini awalnya masih dirahasiakan sama Mbak Endah dan Mas Rhesa. Setelah gue telusuri dan tanya sana-sini sama temen-temen SWC yang udah senior, biasanya penggarapan lagu ini dilakukan secara spontan.

Maksudnya, untuk penggarapan lagu ini temen-temen SWC akan diminta menulis lirik secara acak dan bebas. Prosesnya adalah dengan menyambung lirik dari temen-temen sebelumnya yang udah nulis lirik atau udah take vocal. Sedangkan untuk urusan musik sudah digarap oleh Mbak Endah atau Mas Rhesa. Ada juga proses kolaborasi dengan musisi lain kayak lagu “Bebaskan Suaramu” dan “Rumah” dengan Mas Indra Aziz dan Roemah Iponk.

Nggak sedikit juga teman-teman yang ikut berkontribusi pada pembuatan lagu-lagu ini, kira-kira ada sekitar 25 orang. Sebelum penggarapan dan eksekusi, hampir semua lagu yang digarap masing-masing orang yang datang diminta untuk menulis lirik dengan durasi sekitar 2 bar yang kalo menurut gue bisa dikonversikan menjadi 3-5 detik atau 1 kalimat yang disesuaikan sama tema dari lagu tersebut terus setelah selesai lirik itu akan di puzzling sama Mbak Endah dan Mas Rhesa.

Gue sempet berfikir dan bertanya-tanya gimana bisa nulis lirik dengan durasi segitu yang mungkin kalo beat-nya dipadetin pun maksimal hanya bisa jadi 2 kalimat aja. Apakah pesan yang ingin disampaikan akan tercapai sama para pendengar?

Singkat cerita semua udah selesai buat menulis dan saatnya untuk rekaman. Satu-persatu dari kita take vocal di studio dan nantinya akan di rangkai oleh sang produser. Mendengar lirik yang ditulis sama teman-teman bikin gue kagum karena pemilihan diksi dan kata-katanya pada keren banget.

Nggak cuma temen-temen SWC aja yang bikin lagu. Ternyata temen-temen Ear Crew yaitu para “barista-baristi” Kafe Earhouse ini juga bikin lagu. Cerita yang dibawa di lagu ini adalah kegiatan mereka ketika bekerja dan ketemu sama customers setiap harinya. Jadi buat gue cocok dan pas banget apalagi judulnya “Nge-shift”.

Akhirnya, Sabtu 8/10/2022 EP dengan judul “Karya-Karya” ini lahir di platform musik digital seperti Spotify, YouTube, dll. Album fisiknya pun udah rilis dan bisa dibeli di Demajors Store. Didalam EP ini ada 6 lagu diantaranya Hey Ho!, Bebaskan Suaramu, Nge-shift, Rumah, Planet Biru, dan Menulis lagu. Untuk lagu Planet Biru dan Menulis Lagu ini sebelumnya udah sempet dirilis di tahun-tahun sebelumnya dan 4 lagu lainnya baru produksi di tahun 2022 khususnya di bulan Agustus dan September.

“Proses pembuatan di setiap lagunya itu adalah kolektif, jadi setiap lagunya itu di bikin bareng-bareng dan setiap penyanyi mempersiapkan 1 kalimat dan disesuaikan sama musik yang sudah disiapkan kemudian di mixing dan mastering oleh Mas Rhesa, kecuali untuk lagu Rumah itu di mixing dan mastering di roemah iponk. Tetapi untuk EP ini tetap di produseri oleh Endah and Rhesa.” Ujar Mbak Endah.

Penampilan Earhouse Songwriting Club di Synchronize Fest 2022 Tampil di XYZ Stage pukul 14.05 WIB. SWC membawakan 9 lagu, dan 6 diantaranya lagu dari EP “Karya- Karya”, kemudian 3 diantaranya lagu “Rimba” karya Kid-Z dan Kinar Sekar, “Samudera” karya Egi Virgiawan, dan “Dawai Asa” karya Ivan Heri dan Andin Witama.

Penampil SWC sendiri di wakilkan oleh 16 orang. Mereka membawa bendera SWC ketika bertandang ke Synchronize Fest. Masing-masing dari temen-temen yang tampil udah dibagi bagian mana aja yang harus dinyanyikan di setiap lagu yang di bawakan. “Tantangannya tentu di pembagian line lirik untuk 16 penyanyi dalam jumlah lagu yang dimainkan, sementara tahun lalu hanya memainkan 2 lagu” Ujar Egi Virgiawan, salah satu perwakilan dari SWC. Disisi lain, Kinar mengungkapkan bahwa tantangan dan persiapan juga disiapkan dari sisi musiknya. Penanggulangan ketika stage hujan dan kalo ada kendala-kendala lainnya udah dipersiapkan secara matang.

Mbak Endah juga menyampaikan kalo Mas Rhesa yang mempersiapkan musik sequencer dan Latihan pemain musiknya. Latihan ini dilakukan 1 hari secara intens diluar latihan bersama para penyanyi yang mewakili SWC. Baru setelah itu dilakukan Latihan Bersama dengan para penyanyinya selama 3 jam disetiap harinya.

Proses persiapan sebelum perform dilakukan di Earspace dan langsung dimentori sama Mbak Endah dan Mas Rhesa. Latihan ini berlangsung selama 3 hari sebelum penampilan yaitu di tanggal 4, 5, dan 6 Oktober 2022. “Proses latihannya seru banget sih, rame. Susahnya juga karna lagi ujan deres jadi kita harus cari cara biar bisa sampe Pamulang untuk latihan.

Temen-temen SWC juga ngerasa kalo untuk pertunjukan kali ini happy banget dan euphoria nya beda dengan tahun lalu karena ditahun ini penampilannya dibawain secara live. Selain euphoria yang terasa, juga ada ketakutan yang dirasakan. “Karna kita bawain 9 lagu ya dibanding sama tahun lalu kita cuma bawain 2 lagu, aku ngrasanya deg-degan sih. Takut salah dimana part-part ku. Aku juga coba nginget-inget kapan aku harus nyanyi selama Latihan. Alhamdullilahnya pas manggung lancer sih.” Ujar Kinar.

Pengalaman tampil di Synchronize Fest ini dirasa bisa membakar semangat temen-temen SCW dan tampil dengan wibawa yang baru. Sebagai “batu loncatan” dalam berkarya, gue pribadi juga ngersa kalo hal ini bisa jadi trigger untuk temen-temen yang lain. “Dari tahun 2018 ikut SCW, gue ngrasa kalo ada transisi dan perbedaan yang berkembang setelah era pandemic yaitu ide-ide yang semakin Fresh dari setiap menulis lagunya.” Ujar Egi Virgiawan.

“Harapannya semoga Earhouse Songwriting Club ini selalu ada, terus bergulir, terus bikin karya-karya. Sebenernya sih pengennya kalo melahirkan mini album kayak gini kalo ada waktunya ya, tapi ini juga butuh energi yang lumayan. Tapi aku juga pengen komunitas kaya gini gak hanya lahir di Pamulang tapi juga ditempat-tempat lainnya. Jadi suatu hari kita bisa sharing sama penulis lagu lain karna buat aku penting banget buat punya jejaring yang isinya penulis lagu yang kegiatan rutinnya yang sifatnya sharing session, edukasi, atau saling bertukar pikiran karena buat aku hal ini merupakan suatu motivasi untuk berkarya dan melalui komunitas seperti ini akan lagir apresiasi terhadap karya-karya. Tutup Mbak Endah.

 

Editor : Tim Editor Sudutkantin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Related Posts