
Identitas dan Ekosistem Musik dalam Skena yang Blur
Ekosistem musik memang patut menjadi pembicaraan di skena musik manapun. Patut dibangun dengan sadar bersamaan dengan melesatnya kelahiran karya di suatu ruang. Pada hari Senin, tanggal 31 Mei kemarin, Denpasar kedatangan tamu spesial dari Yogyakarta. Seorang musisi yang penuh dengan mitos di kepala para pegiat kesenian kontemporer di Denpasar, termasuk musik dan teater. Berperan aktif…

Single “Berakhir” untuk Menikmati Perpisahan | Prarilis Saturia (Yogya)
Catatan prarilis single Berakhir dari grup band Saturia (Yogya) yang ditulis oleh Leonardo B. Yudhapratama. Perpisahan lekat hubungannya dengan lara hati dan putus asa. Akan tetapi lara hati dipandang berbeda oleh Saturia yang selalu punya cara untuk merayakan lara hati. Tak jauh dari lagu-lagu sebelumnya, nampaknya pada single kali ini Saturia juga punya cara untuk menikmati…

Aku Harus Pergi dari Kotamu; Kumpulan Puisi Azman Hassam
Kumpulan puisi ini; Aku Harus Pergi dari Kotamu, Untuk (A), Rapuh, dan Sepotong Puisi untuk Siti, ditulis oleh Azman Hassam. Lahir di Singaraja, Bali. Biasa dipanggil Ajeman, seorang mahasiswa yang kini hijrah sementara dan menempuh pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim kota Malang. Tergolong aktif di komunitas sastra, salah satunya di Pelangi Sastra Malang. @azmnhssmb Aku…

Sebuah Ikhtiar Visualisasi Catatan Rumus Fisika
Pameran tugas akhir Dionisius Caraka bertajuk “Visualisasi Catatan Rumus Fisika”. Sebuah upaya menguasai dan menghadirkan fisika dalam karya seni lukis. Perupa muda Indonesia, Dionisius Caraka menggelar pameran bersama 35 perupa lain di Galeri R.J. Katamsi, Sewon Bantul, Yogyakarta. Berangkat dari kegelisahan ia semasa SMA terkait mata pelajaran Fisika, Dion kemudian mengolah itu menjadi 20 karya…

Kamu yang Kemarin Janji Menulis; Kumpulan Puisi Kristophorus Divinanto
Puisi-puisi: Kamu yang Kemarin Janji Menulis, Panduan Mengirimkan Tulisan, dan Pekerjaan untuk Penyair, dalam kumpulan puisi Kamu yang Kemarin Janji Menulis ditulis oleh Kristophorus Divinanto atau lebih dikenal dengan nama Divin. Guru SD yang rajin membaca manga dan menonton anime. Beberapa karya yang telah dipublikasi antara lain, Melarung Sesaji Pilu, Kota yang Menggigil (puisi), Elegi Secangkir Jamu, dan Sebentar Lagi Pagi (cerpen). Kamu yang Kemarin…

Perayaan Kecil Mengenang Kegelapan | Catatan Pasca Pameran Jalan Gelap
Catatan kurator pasca pameran Jalan Gelap yang ditulis oleh Angelina Manar. Sebuah upaya merekam ulang proses pameran hingga keterbukaan dalam menerima kritikan. Terkadang untuk berserah diri kepada Yang Maha Esa, kita secara tidak langsung akan menutup mata dan menemukan diri saat berkomunikasi di dalam kegelapan itu sendiri. Pameran Jalan Gelap mengambil sudut pandang di mana…

Malam Takbir; Kumpulan Puisi Kristophorus Divinanto
Puisi-puisi: Malam Takbir, Bekal, dan Sepi, dalam kumpulan puisi Malam Takbir ditulis oleh Kristophorus Divinanto atau lebih dikenal dengan nama Divin. Guru SD yang rajin membaca manga dan menonton anime. Beberapa karya yang telah dipublikasi antara lain Melarung Sesaji Pilu, Kota yang Menggigil (puisi), Elegi Secangkir Jamu, dan Sebentar Lagi Pagi (cerpen). Nenek meninggal serangan jantung.Bunyi petasan mengagetkan nyawanya.Kakak dilarikan ke…

Bunga Jengger Ayam Xaus Padang, Bahan Pangan Alternatif saat Pandemi
Meramban pangan liar dan mengolah resep Bunga Jengger Ayam Xaus Padang adalah upaya eksplorasi bahan pangan alternatif di tengah pandemi. Selama masa pandemi berlangsung perubahan gaya hidup tak bisa lagi diganggu gugat. Berbagai macam slogan imbauan untuk tetap di rumah, nyatanya memaksa banyak orang untuk tetap lebih kreatif dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Termasuk pilihan kembali…

Kejadian Satu Malam; Kumpulan Puisi Imanuela Dhimas
Sebuah mini album puisi berjudul “Kejadian Satu Malam” karya Imanuela Dhimas. Bercerita tentang rasa resah penulis akan ketakutan yang tercipta atas izin Sang Esa pada satu malam menuju Syawal. Ketakutan I Tepat pukul 20.00 menuju Syawal aku menyusul kawan Entah kenapa aku merasa ruang yang tercipta tidak seperti biasanya Aku hanya diam, kadang aku sedikit…

Mendengarkan itu Perkara Memberi Ruang
Kemampuan untuk mendengarkan itu cukup sulit. Mendengarkan itu perkara memberikan ruang untuk orang lain hadir membawa sampah-sampah dan ide-idenya kepada kita. Apakah kamu pernah merasa lega setelah berbicara untuk meluapkan semua isi kepalamu kepada orang lain? Atau malah sebaliknya; mulutmu seperti terkunci ketika ingin menceritakan keluh kesahmu? Jika pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya, mungkin jawaban…
Dukung Sudut Kantin Project tetap ada.











