Kumpulan puisi ini: Menafsir Stoikisme: Korpus Data Kota Ini, Brain Rot, dan Pelajaran Mencintai Bumi. Ditulis oleh Iman Budiman, seorang Guru Bahasa dan Sastra Indonesia serta Ketua Tim Perpustakaan—Literasi Pesantren Madrasah Darus-Sunnah Jakarta.
Menafsir Stoikisme: Korpus Data Kota Ini
Premeditato Molorum
Simulasi. rasa sakit meniru hantu yang sembunyi di balik
lemari. malang yang akut, malam penuh rasa takut. derita
perlu dilatih, perlu disapih, seperti kuda pacuan. adakah
skenario paling buruk dalam hidup termaktub hari ini.
Dikotomi Kendali
Kautatah bentuk diri pada kaidah, kaupasrah api yang
lebur sebelum niat. jinak ular yang bersarang di tubuh
kautakluk dengan lembut sebelum datang waktu subuh.
Melatih Persepsi
Tidak sakit. tidak sedang sakit. sebab konsep kalimat sakit
mendarat dari isi kepala yang ribut dan rumit. meski sunyi
barangkali tiada tertanggungkan, masih ada satu pelukan
yang terakhir, yang tak mengenal awalan, yang dapat
diciptakan sendiri dari sedikit rasa kehilangan.
Perspektif Luas
Pelajaran melihat peristiwa, dari jauh yang terukur, dari
jarak yang rimbun di kepala. mundur selangkah, detik
berguguran menjelma kemungkinan. kecil dan hadir.
Tidak ada yang kekal
Sekarang. saat ini. tidak menanti—sebelum cinta lusuh
segala yang wujud, berubah. segala yang tiba, pergi.
Memento Mori
Semangat hidup, tuan, lahir dengan rendah hati
serta merumuskan kaifiat mengingat kematian.
Amor Fati
Epictetus lumpuh, tiada akar ramu atau tanda sembuh
di lorong jalan yang gelap, penuh kotoran dan lembap.
Tetapi ia mencintai takdir, kembara diri tanpa getir
jelang kematiannya sebagai budak paling bahagia.
2022—2025
Brain Rot
Satu
Kehendak bunuh diri—seperti ada yang korslet dalam dirinya
kepalanya besi karat yang tak terampuni soda api. waktu telah
tewas dan hanyut. setiap menggulir cahaya di layar gawainya
satu benda di dalam kepalanya perlahan semakin mengecil
ia ingin pergi dari dunia yang bekerja dalam satu menit.
Dua
Ia intelektual yang malas membaca buku. pengetahuan seringkali
diproduksi melalui mesin kecerdasan buatan. jurnal-jurnal kering
dengan kutipan manipulatif. tak ada lagi kedalaman diskusi atau
membincangkan ide dan wawasan yang kompleks. berita terkini:
sebuah universitas bahagia menelurkan profesor-profesor palsu.
Tiga
Seperti unggahan story dengan filter terbarukan, segala yang
masygul akan terhapus sehari kemudian. tak perlu bersedih.
kota telah terbakar pukul sebelas—dan kau tak pernah bisa
menyelamatkan apa-apa selain kenangan masa kecil.
Empat
Sekadar cincang, tunjang, dan rendang—daftar menu yang
tak pernah tertandai, telah terhapus dari ketakutan kolesterol
dan kutukan jelang akhir bulan. barangkali sebuah anomali:
penyair harus tahan banting, tahan lapar, dan negara merencana
puisi pada opsi anggaran alternatif. puisi tetap diproduksi, meski
hanya lalu-lalang di lini masa, dan tak pernah bisa menjadi nasi.
2025
Pelajaran Mencintai Bumi
Sebuah maklumat, yang tercatat
dan tersingkap pada abad kiwari:
Yang menggantikan pendar cahaya damar
di kamar tidur, sorot mercusuar di pulau
tak berpenghuni, atau mesin pendingin
yang membekukan ikan di lepas laut.
Dikemas jutaan suhu panas yang mengalirkan
kekuatan tersembunyi dari alam bawah sana.
Bumi tidak sedang demam
ketika pertama kali diciptakan.
Bermilyar tahun lalu, ia seakan membawa
pesan untuk masa depan, “tubuhku, selimut
hangat yang memeluk tidur anak-anakmu.”
2025
Penyelaras aksara: Selo Rasyd Suyudi
Foto sampul: Bima Chrisanto
