Bloodlines: Nafas dan Perjalanan Baru Serigala Malam

Bloodlines – Serigala Malam

Lewat akun Instagram-nya, Serigala Malam memberikan postingan cover artwork album terbaru berjudul Bloodlines. Album ini merupakan album ketiga yang sejak tahun 2017 sudah dipersiapkan. Kabar terbarunya album ini akan selesai pada bulan Juni 2022.


Semenjak event One Family One Brotherhood (OFOB) yang pernah digelar ditahun 2000-an, YKHC sudah menjadi bagian gaya hidup dan tali silaturahmi sesama penikmat musik ekstrem yang sulit untuk dipisahkan. Letupan amarah anak muda yang penuh semangat juga agresif membuat musik bergenre Hardcore ini bukan hanya sekadar panggung arena sikut-sikutan maupun adu pukul. Lebih dari itu, YKHC merupakan proses bertemunya teman sekaligus keluarga.

YKHC sendiri merupakan salah satu bendera yang dikibarkan musisi simpatisan beraliran Hardcore di Kota Yogyakarta. Kekuatan dan energi mereka tersebar dari jalur underground juga dari tiap konser ke konser. YKHC juga ibarat rumah bagi mereka yang ingin pulang dari kerja keras menyambung hidup serta muaknya dengan tipu daya konservatif kehidupan Jogja yang katanya ramah dan istimewa.

Dulu di realino sekitar tahun 90-an, area sekitar lapangan olahraga milik Universitas Sanata Dharma, Mrican ini kerap menjadi tempat tongkrongan juga movement anak-anak Hardcore. Lambat laun berkembang gerakan ini seolah sudah menyebar dari tempat ke tempat dan dari berbagai lintas generasi. 

Sedikit dari apa yang saya ketahui tentang YKHC, ada beberapa band Hardcore kota gudeg yang menjadi daya pikat dan sering dibicarakan dari mulut ke mulut, yaitu SM atau Serigala Malam. Berkibar dengan menggunakan bendera Hardcore sejak tahun 2008.

Band ini juga dikenal mengandalkan distorsi gitar dengan tempo yang lebih cepat, dan dengan lirik yang penuh emosi. Hal ini membuat nama Serigala Malam kerap terselit di satu dua obrolan pada berbagai tempat tongkrongan sampai sekarang. Konsistensi mereka untuk bergerak dalam skena Hardcore tidak pernah putus dan mungkin saja akan dibawanya sampai mati.

Dalam perjalanan kariernya, Serigala Malam sudah gonta ganti personil dan hanya menyisahkan Komeng (vokal) dan Nikodemus (drum) sebagai former yang tersisa. Sempat hiatus cukup lama dan bergelut dengan polemik pandemi yang membuat sektor industri musik sepi akan acara gigs, membuat Serigala Malam lebih fokus untuk evaluasi dan mengeksplorasi diri. 

Ibarat serigala yang bersembunyi lama dalam goa, akhirnya kabar lolongan Serigala Malam menjelma menjadi sinyal yang kuat.

Serigala Malam

Kamis, 12 Mei 2022, kabar terbaru tentang Serigala Malam menjadi hal yang dinanti oleh penggemar, atau SM sering menyebut para fansnya adalah teman. Lewat akun official Instagram-nya, SM memberikan postingan cover artwork album terbaru berjudul Bloodlines.

Album ini merupakan album ketiga yang sejak tahun 2017 sudah dipersiapkan. Kabar terbarunya album ini akan selesai pada bulan Juni 2022. Dalam perilisannya nanti Bloodlines akan dicetak secara fisik, dan disebarkan secara digital.

Serigala Malam bekerja sama dengan salah satu record baru yang berbasis di kota Yogyakarta untuk perilisan album Bloodlines ini. Wild Youth Records sepenuhnya menjadi Team Serigala Malam untuk perilisan Fisik berupa CD, Limited Boxset, tur, hingga launch Album Rehersal Party yang akan ada dipenghujung tur Jawa-Kalimantan-Bali- Lombok-Sumatera nanti.

Serigala Malam juga sudah merilis series di kanal official YouTube mereka berjudul Forging the Blade the Documentary Series. Kisah perjalanan SM ini mencoba membedah tentang proses pembuatan album Bloodlines yang telah dikerjakan kurang lebih selama 5 tahun. Dokumenter ini sekaligus menjadi salah satu trigger issue yang semestinya disimak sebelum mendegarkan album Bloodlines secara utuh nantinya.

Dalam series Forging the Blade, diceritakan perjalanan SM berdinamika bersama personil baru Petrus (bass) dan Tutut (Gitar) untuk membuat taring serigala semakin buas. Dipengaruhi beberapa faktor dan tanggung jawab yang semakin terus meningkat, etos kerja dan proses kreatif pun mempengaruhi kinerja SM untuk merealisasikan Bloodlines dengan maksimal.

Tidak banyak yang diharapkan para personal Serigala Malam terhadap album ini. Sebab, menurut mereka album ini begitu personal dan sentimental. Oleh karena itu, para player tidak mau terbebani oleh harapan akan menjadi apa album ini nantinya. Tepatnya para player lebih menikmati proses dan hasil akhir dari album ke-3 yang mereka kerjakan ini bagi diri mereka sendiri.

Menurut Komeng (vokal), album ini tidak memiliki benang merah dari satu lagu ke lagu selanjutnya. Semua personil Serigala Malam membebaskan segala ide dan irama yang menjadi referensi mereka untuk bisa masuk di album ini. Berbeda dengan kedua album terdahulu yaitu The Prove (2010) dan Hibernate In Harder Pain (2015). Menurut dia, kedua album tersebut dari satu lagu ke lagu selanjutnya masih memiliki kesinambungan dan benang merah secara lirik dan musikal. 

Di sisi lain, album ini juga merupakan dedikasi untuk mantan personil sekaligus keluarga SM yaitu Bagong yang beberapa tahun lalu dipanggil oleh Tuhan dan sekarang sudah berada di surga. Selain itu ia juga mengatakan, album ini sedikit memiliki unsur polemik ketika Mario tidak terlibat aktif dikarenakan jarak dan komunikasi yang kurang intim.

Akan tetapi, ada beberapa lagu di album Bloodlines yang mengikutsertakan Mario sebagai pengisi gitar. Hal ini terjadi karena jauh sebelum kabar Bloodlines akan segera rilis, Mario turut ambil alih dalam proses kerja. Tugasnya, merealisasikan beberapa lagu yang nantinya akan ada di track Bloodlines.

Album ini sudah menjadi sesuatu yang sangat ditunggu sejak lama. Sedikit bocoran, beberapa lagu di album Bloodlines ini ada yang berjudul Fake Prophet. Lagu ini membicarakan protes terhadap salah satu ormas yang sekitar tahun 2016 sampai 2020-an  dianggap sangat meresahkan. Ujaran itu bahkan selalu menyebarkan isu profokatif yang membuat banyak masyarakat terpecah belah.

Disusul bocoran lainnya berjudul Breaking Bad. Lagu yang sempat menjadi single ditahun 2017 ini menceritakan bagaimana cara Serigala Malam menghibur dan memberi support teman-temannya yang waktu itu dan sekarang masih ditahan dipenjara.

Kemudian, ada lagu No Problem yang menceritakan tentang beratnya menjalani kehidupan, serta banyaknya tanggungan dan tagihan. Lagu ini mencoba mengeluarkan ekspresi Serigala Malam untuk bersenang-senang. Lagu ini juga mengikutsertakan Danu dari Morning Horny untuk mengisi part season vokal.

Apa yang Bloodlines nanti berikan jelas adalah hasil dari entitas Serigala Malam yang sekarang. Peristiwa ini jelas bukan hal yang mudah. Ada banyak peristiwa yang sudah dilewati. Pertempuran dan cinta mengelilingi Serigala Malam untuk terus berkarya hingga sekarang ini. Terakhir, semangat Hardcore akan dibawanya sampai mati!

Editor: Tim Sudutkantin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Related Posts