Obituari yang Hidup | Berita Lelayu Momo

Tulisan ini didedikasikan untuk mengenang yang terkasih, kinasih kami, Momo.  Sebagaimana dukacita yang terdalam pada Anabul kami. Kami sangat kehilangan. 


Duke Von Targaryen, kesayangan kami yang akrab kami sapa Momo telah berputih tulang di satu hari petang nan rindang.

Dia berlari dengan tapak mungilnya dan sesekali menoleh melempar senyum sembari menyebrangi sebuah jembatan pelangi yang muaranya menuju berantah, menyusul saudara laki-lakinya; Pico yang tengah menyambutnya dengan riang di sisi lain.

“Tubuhnya akan tumbuh bersamaan dengan rangkaian kembang di halaman depan rumah itu. Senyumnya merekah bak mekarnya bunga kuning liar yang menemani raganya”

Dia adalah si penyuka warna kuning yang memliki kebiasaan ngedot salah satu kaki bonekanya sampai kumal selagi bersandar di kaki Simbah atau Phelvine. Saat sedang hujan disertai guruh, dia akan langsung lari mencari celah tempat persembunyian ke dalam lemari untuk menghindari suara gemuruh hujan. 

Si paling pencemburu bilamana Phelvine dipegang atau pergi dengan orang lain yang tampak asing baginya. Sekalipun begitu, dia adalah si kesayangan Simbah, yang setiap pagi selalu diberikan susu dan buah-buahan segar sebagai kudapan ringan.

Dia adalah si pendengar yang baik, teman ngobrol bagi Simbah saat sedang menjahit, berkebun, dan menunggu Phelvine pulang ke rumah.

Dia adalah si penguasa kasur ketika sedang bermain di kamar Icha, lalu memperhatikan Naomi yang sedang bersolek di depan cermin dan memasang muka meringis saat mengigil kedinginan sehabis dimandikan oleh Manda.

Dia menyukai dan menikmati semua hal yang pernah ada dalam hidupnya, termasuk buang air kecil di mana pun dan bermain kejar-kejaran dengan ayam tetangga. Satu hal yang mungkin tidak dia sukai hanyalah suara gemuruh hujan yang menggelegar.

Selama hidupnya, dia mencoba mawas diri dengan kelemahannya dan memberikan kasih sayang pada setiap orang yang dia temui dari kilau binar mata hitam kecilnya.

Momo adalah sahabat, keluarga, dan kekasih hati kami yang selalu mengisi ruang labirin di relung jiwa yang paling dalam. 

Kami akan merindukan gonggongannya yang nyaring dan lirih saat dia merajuk manja. Kami akan mengingatnya, segala memoar tentangnya akan selalu menjadi pengalaman bagi kami untuk lebih baik. 

Kami akan selamanya mencintaimu, Momo.

Kel. Phelvine Imanuella & Kel. Clarissa Michelle 

 

Duke Von Targaryen, 30 April 2015 – 23 Maret 2021.

Anabul kesayangan kami semua.

 

 

Editor: Arlingga Hari Nugroho 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts