Kumpulan puisi ini; Tahun Berulang yang Ke-21, Hal Baik, dan Hal Buruk, ditulis oleh Made Putra Arya. Seorang mahasiswa di Universitas Pendidikan Ganesha (Bali) yang sedang menyelami hobi barunya dengan menulis puisi dan sedang tumbuh dan belajar.
Tahun Berulang yang Ke-21
Tidak terasa tahun sudah berulang ke-21
Hari-hari kian berlari menuju ke mati
Namun aku belum mempersiapkan diri
Aku saat ini adalah akumulasi dari kemarin, sekarang dan besok
Saat ini aku bersyukur ada sampai saat ini dan terus ada sampai keok
Sudah hidup dan tidak merugikan orang lain saja sudah menjadi pencapaian terbaik
Tidak usah terlalu memaksakan diri untuk baik sampai terbalik
Panjang umur hal baik dan hal buruk
Untuk yang ada diriku
Seperti halnya pensil dan buku.
Hal Baik
Hey aku, iya aku mengapa diam saja di sana
Jangan berpikir hidup berubah jika diri ini saja tak aku ubah
Bergerak sedikit tak apa, dibanding tak sama sekali
Jika tidak bisa berlari, berjalanlah. jika tidak bisa berjalan bergeraklah di tempat
Pada dasarnya juga kan hakekat manusia itu bergerak
Hidup ini proses, proses itu hidup
Tidak apa-apa untuk tidak menjadi apa-apa
Hal Buruk
Rasa malas yang tak kunjung lepas
Masih terikat di pagi yang berkat
Mengapa dia selalu ada di setiap hariku?
Ia tidak berwujud, tapi kadang suka membuat terkejut,
berkali-kali
Sadar akan keberadaannya, selalu ingin menghilangkannya
Tapi ia yang menjadi alasan untuk bergerak
Sudah seringnya aku dibuat terkejut,
Dan yang menyebabkan tidak ada tuju
Tapi ia sendiri yang meminta untuk dikutuk
Karena sadar akan keberadaannya
Rasa-rasanya ingin menghilangkannya.