Sudah Gebuk Ditimpa Pagebluk; Kumpulan Puisi Leonardus Ardi Agung Prasetyo Nugraha


Sudah Gebuk Ditimpa Pagebluk Tangis berderu-deru Tampak awan hitam sedu Menilik rupa manusia Terbanjiri dukacita Ibu diam sunyi senyap Menunggu anak kembali Membayang anak di pangkuannya Membisik-bisik kisah masa tua Sang anak bekerja saban hari Berselimut keringat raganya Sejak surya membangunkannya Hingga bulan menidurkannya Bekerja di tengah wabah Memenuhi keadaan yang melasah Sudah gebuk keadaan,…


Sudah Gebuk Ditimpa Pagebluk

Tangis berderu-deru
Tampak awan hitam sedu
Menilik rupa manusia
Terbanjiri dukacita

Ibu diam sunyi senyap
Menunggu anak kembali
Membayang anak di pangkuannya
Membisik-bisik kisah masa tua

Sang anak bekerja saban hari
Berselimut keringat raganya
Sejak surya membangunkannya
Hingga bulan menidurkannya

Bekerja di tengah wabah
Memenuhi keadaan yang melasah
Sudah gebuk keadaan, ditimpa pagebluk
Berharap semua membaik, tak muluk-muluk

Jitar, 2020

 

Postulat Sang Besar

Kebenaran ada dalam
Mulut sang besar
Dengan lantang, di hadapan khalayak
Berbicara kebenaran
Intonasi yang keluar dari pita suaranya,
Bergemuruh meruntuhkan ihwal percaya
Khalayak kecewa
Mendengar ucapan dengan ludah yang menodai keyakinan
Seperti bapak dan ibu sekalian,
Perlu kembali belajar
Apa itu pembuktian
Sungguh, itu harus
Tidak semena hanya berbicara lantang
Tanpa pemikiran matang
Khalayak membiru
Menyimak postulat sang besar

 

Editor: Endy Langobelen

 

One response to “Sudah Gebuk Ditimpa Pagebluk; Kumpulan Puisi Leonardus Ardi Agung Prasetyo Nugraha”

  1. Avatar Veronica Diah Gupita Sari
    Veronica Diah Gupita Sari

    Luar biasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *