Big Hit, Agensi BTS Pendobrak Pasar Amerika Serikat

Big Hit Entertainment adalah agensi asal Korea Selatan yang sedang jadi buah bibir di dunia hiburan. Agensi ini adalah pendobrak pasar musik Amerika Serikat dengan musik dari Korea Selatan. Perusahaan ini berjuang dalam waktu yang panjang sebelum akhirnya bisa dibilang sukses pada akhir 2010-an.

Melansir Forbes, pada tahun 2019, CEO Big Hits Bang Si-Hyuk bersama timnya baru saja mengeruk pendapatan yang sensasional. Mereka mengantongi penghasilan sebesar US$507,9 juta dan laba operasi sejumlah US$85,4 juta.

Big Hit Entertainment resmi berdiri pada 1 Februari 2005. Bang Si-Hyuk adalah pendiri sekaligus aktor di balik kesuksesan perusahaan ini. Rumornya, perusahaan ini berasal dari sebuah garasi sebelum mencapai gendung pencakar langit seperti sekarang.

Bang Si-Hyuk mulanya adalah seorang komposer musik di JYP Entertainment. Di sana, ia mendapat julukan “Hitman”. Bekerja di perusahaan yang masuk ke dalam “Big Three” agensi terbesar di Korea Selatan nyatanya tidak membuat dia bertahan lama. Pada tahun 2005, dia memutuskan keluar dan merintis Big Hit Entertainment.

Nama Bang Si-Hyuk adalah sebuah ikon keberhasilan dalam dunia hiburan negeri ginseng sekarang. Dua tahun berturut-turut (2018 dan 2019), ia terpilih sebagai Variety Internasional Music Leader. Pada tahun 2019, ia juga dinobatkan menjadi Billboard Music’s New Power Generation: 25 Top Innovators. Sekarang, Big Hits Entertainment menjelma menjadi sebuah perusahaan dengan perpaduan popularitas, gelontoran pundi-pundi, dan artis yang memukau.

Pada tahun-tahun awal kemunculannya, Big Hit Entertainment memproduseri artis seperti 8Eight yang debut pada 2007 dan 2AM yang memulai karir pada 2008. Kini, ada tiga artis di bawah payung agensi ini, yakni BTS yang sering disebut sebagai “The Beatles dari abad ke-21”, pendatang baru TOMORROW X TOGETHER (TXT), dan solois “soul balad” Lee Hyun yang juga mantan personil 8Eight.

Tahun lalu, perusahaan ini mengakuisisi saham perusahaan Plendis Entertainment yang menaungi artis K-Pop NU’EST dan Seventeen. Tak puas, sebulan berselang, giliran SOURCE MUSIC yang masuk dalam agenda ekspansi. Agensi itu menaungi GFRIEND.

Secara resmi, Big Hit Entertainment sendiri merupakan induk dari beberapa perusahaan seperti Big Hit Sixty, Big Hit IP, beNX, BELIFT, SOURCE MUSIC, Superb, Big Hit America, Big Hit Japan, dan PLEDIS.

BTS dan Pasar Amerika Serikat

BTS merupakan salah satu artis yang paling gemerlap prestasinya. Boyband Bangtan Sonyeondan atau “Beyond the Scene” ini debut pada tahun 2013. Diakui personilnya, ‘bangtan’ artinya kebal peluru. Harapannya mereka dapat menepis segala persepsi buruk yang datang seperti peluru.

Beberapa orang mungkin mulai menaruh perhatian pada boyband ini waktu mereka mengungkapkan “Speak Yourself’ dalam pidato untuk Persatuan Bangsa Bangsa (PBB). Namun, sebelumnya mereka juga melakukan kampanye Love MySelf untuk album mereka.

Jauh sebelum itu, mereka adalah sekumpulan anak muda yang mengawali karir dari sebuah apartemen sempit. Tujuh pemuda itu berbagi tempat tidur dan berlatih setiap hari.

Mereka tampil menggunakan kaos dengan sablon nama masing-masing, karena tidak ada yang mengenal mereka. Selain itu, pertunjukan mereka di TV sempat dipotong di tengah jalan karena urusan durasi.

Mungkin sekarang, semua itu sudah dibayar lunas. Tahun 2019, mereka diganjar dengan penghargaan TIME 100: The Most Influential People of 2019. Tak sampai di sana, boyband dengan tujuh personil ini juga pernah menyabet Billboard Music Award 2017 dan American Music Award. Mereka adalah boyband Korea Selatan pertama yang masuk nominasi dan menang Billboard.

BTS menjadi salah satu artis yang menjual album fisik terbanyak di pasar Amerika Serikat. Itu merupakan sebuah anomali pasar. Soalnya, tren penjualan album fisik di seluruh dunia justru sedang anjlok tahun-tahun ini.

Diakui Bang Si-Hyuk dalam wawancaranya dengan Time, kesuksesan BTS tersebut tidak datang dengan sendirinya. Konsisiten menjadi kata yang bisa mewakilinya. BTS tidak pernah mengubah halauannya secara signifikan semenjak mereka debut.

Tujuh anak muda itu berbicara tentang penderitaan anak muda masa kini, menjunjung tinggi toleransi dan keadilan, juga memperjuangkan hak orang muda dan kaum terpinggirkan. Kombinasi dari semua itu menjadikan mereka seperti hari ini.

Bang Si-Hyuk menceritakan, ia mengetuk pintu industri Amerika Serikat bermodalkan loyalitas fan pada artisnya, selain tentu saja musik yang baik. Diakuinya hal ini dipelajari dari jenama macam Apple dan Disney yang sukses di berbagai negara karena loyalitas penggemarnya.

Loyalitas Army fan BTS ternyata jadi modal penting dalam perjalanan karir sebuah boyband. Penggemar selain mendengarkan musik dan pergi menonton pertunjukkan live-nya, ternyata juga ingin mengetahui lebih dekat tentang kehidupan pribadi dari artis kesayangan mereka.

Dari sana, Big Hit Entertainment menginvestasikan banyak uang waktu untuk mendidik artisnya bagaimana hidup sebagai seorang publik figur, termasuk dalam mengelola media sosial.

Baru-baru ini, jenama gawai kenamaan asal Korea Selatan Samsung mengumumkan kolaborasinya dengan BTS. Desain gawai besutan Samsung nantinya akan berwarna ungu dengan aksen hati berwarna hitam sebagai representasi dari kehadiran BTS di sana.  Selain gawai, Samsung juga akan merilis Galaxy Buds Plus BTS dengan desain yang serupa.

Aksi Korporasi Big Hit Entertainment

Beberapa tahun lalu, perusahaan ini giat untuk mengembangkan sayap bisnisnya. Akuisisi perusahaan lain jadi salah satu jurusnya.

Mengutip Forbes, pemegang saham terbesar dari Big Hit Entertainment saat ini adalah Bang Jun-Hyuk sebesar 45,1% dan pengembang gim raksasa bernama Netmarble Corp sebesar 25,1%. Yang mana, pimpinan perusahaan itu adalah sepupu dari CEO Big Hit.

Big Hit Entertainment dikabarkan akan melaksanakan Initial Public Offering (IPO) pada 2020. Beberapa tahun ini, aksi korporasi dari Big Hit memang menujukkan gelagat hendak melantai di bursa. Mereka akan melepas saham perusahaan mereka ke publik di bursa saham Korea Exchange.

Big Hit menggandeng JPMorgan, NH Invesment & Securities, dan Korea Invesment & Securities untuk menjamin emisi dari penawaran tersebut.

Reuters mengabarkan, IPO Big Hit Entertainment masuk dalam kategori besar beberapa tahun terakhir untuk industri hiburan Korea Selatan. Nilai valuasinya mencapai US$ 5 miliar.

Hadirnya Big Hit di lantai bursa akan melengkapi deretan agensi Korea Selatan lain yang telah lebih dahulu menjajal pengumpulan modal lewat saham ini. Nama-nama tersebut adalah SM Entertainment, JYP Entertainment, YG Entertainment, FNC Entertainment, dan Cube Entertainment.

 

Editor: Endy Langobelen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts