Langit Bumi; Merekam Ragam Langit

Langit Bumi, pemandangan yang dapat dinikmati dari sisi dan lokasi manapun; di laut, pesisir, lembah, pegunungan, hingga kota sekaligus. Sudut pandang yang berbeda menghasilkan perspektif yang berbeda. Itulah uniknya langit.

Terkadang saya bertanya, bisakah kita melihat sebuah objek langit yang sama dari sudut pandang atau letak geografis yang berbeda? Ketika kita melihat awan berbentuk perahu, apakah jika kita berada di kota sebelah pun akan melihat awan yang berbentuk perahu pula? Atau mungkin di sana kita dapat melihat awan yang berbentuk gitar?

Apakah ketika kita melihat langit yang indah akan tetapi di sana terlihat mendung? Terlihat tak berawan? Tak berbintang? Atau mungkin jauh lebih indah dibandingkan dengan apa yang kita lihat?

Berbicara dengan langit, berikut ini merupakan beberapa momen ketika saya menikmati langit. Terdapat satu hal yang jarang saya lakukan setelah mengabadikan langit, yaitu mengedit cahaya atau warna dari gambar yang telah saya ambil. Karena menurut saya, alam jauh lebih paham akan komposisi warna yang ditunjukkan, maka tugas saya hanya perlu mengabadikannya dengan posisi yang tepat. 

Langit Cilembu, 19 November 2019

Foto ini saya ambil beberapa menit sebelum azan magrib berkumandang. Saya sangat menikmati hasil foto ini, saya merasa komposisi yang sangat baik ketika cahaya matahari yang mulai redup dan sebuah pohon dengan tangkai tunggal yang menjulang tinggi.

 

Langit Rancaupas, 16 November 2019

Foto ini saya abadikan ketika matahari baru menyapa bumi sisi timur sekali. Mungkin pukul 5 pagi. Embun tipis, langit biru bercorak jingga, serta siluet pepohonan, bukit, dan tenda memberikan memori akan sejuknya pagi di Rancaupas kala itu.

Rabu, 25 November 2020, 17.41 WIB

Sudut Pandang dari Atas Balkon Rumah

Foto-foto di bawah ini merupakan foto langit yang saya abadikan dari atas balkon rumah saya, di Soreang (Bandung) selama saya berada di rumah. Berdiam diri di atas balkon di kala pagi atau pun senja merupakan salah satu aktivitas yang saya senangi. Merasakan hangatnya pagi dengan bunyi kicauan burung dan terkadang ditemani secangkir coklat atau kopi memberikan energi lebih untuk menjalani hari. Atau di kala senja datang dengan pendar cahaya yang tak terlalu menyilaukan menjadi pemandangan indah untuk menutupi hari dari segala aktivitas di siang hari.

Kedua gambar ini saya ambil di waktu yang bersamaan. Saya terkesan dengan tampilan langit saat itu. Di bagian barat senja tidak terlalu bercorak karena sinar yang tertutupi awan-awan tebal. Sedangkan di bagian timur, awan seakan-akan menutupi kehadiran bulan. Awan seakan-akan menutupi terbitnya bulan dan terbenamnya matahari, mungkin awan sedang unjuk gigi.

 

Editor: Arlingga Hari Nugroho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts