Mengenal Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari

Kimia sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika mendengar kata kimia, pasti yang terpikirkan di benak beberapa orang adalah sulit. Banyak materinya yang abstrak. Kimia mempelajari reaksi-reaksi, senyawa, unsur, dan banyak lagi. Kita juga dituntut untuk paham system periodic unsur. Sistem periodik unsur adalah susunan unsur-unsur berdasarkan nomor atom dan kemiripan sifat-sifatnya.

Selain teori, belajar kimia juga banyak melakukan praktikum dan membuat laporan. Sebenarnya banyak hal yang menarik di dalam kimia. Stigma yang muncul bahwa kimia itu sulit karena kita belum mengenalnya saja. Sebelum mengenal lebih jauh tentang kimia, mari bahas terlebih dahulu apa itu kimia.

Kimia itu merupakan ilmu yang mempelajari tentang materi, sifat, struktur, reaksi, serta energi yang menyertai reaksi tersebut. Kimia secara khusus mempelajari reaksi yang mentrasformasi satu zat menjadi zat lain.

Ilmu kimia merupakan cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang sudah dikenal sejak Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP ), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan universitas.

Hal yang kita anggap tidak menarik akan menarik jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda, dalam hal ini kimia. Lalu apa yang menarik dari kimia? Apakah bisa stigma itu hilang jika kita melihat kimia dari sudut yang berbeda?

Life is a Chemistry we can’t live without Chemistry, mungkin singkatnya seperti itu menjelaskan kimia. Tanpa sadar, hampir seluruh aspek yang ada dalam kehidupan tidak terlepas dari kimia. Mari kita lihat, dari mulai bangun tidur kita mandi menggunakan sabun, pasta gigi, dan juga sampo. Lalu ketika kita makan menggunakan sendok dan piring. Ketika masak kita menggunakan bumbu masak, salah satunya garam dapur. Semua itu berkaitan dengan kimia.

Garam dapur atau Natrium Klorida (NaCl ) yang digunakan untuk bumbu masak, terbentuk dari logam Na yang bersifat reaktif dengan gas klor yang beracun. Lalu mengapa NaCl yang digunakan untuk memasak tidak berbahaya?Selain itu, mengapa alkohol dan asam karboksilat ketika direaksikan menghasilkan ester yang banyak bermanfaat untuk kita? Semua pertanyaan di atas tentunya dapat dijelaskan dalam ilmu kimia. Ini menarik untuk dipelajari.

Lalu mengapa kimia sering disebut tidak menarik? Padahal banyak benda -benda di sekitar kita yang berhubungan dengan kimia. Tubuh kita juga merupakan bagian dari kimia, hampir 90% tubuh kita tersusun dari empat unsur (oksigen 65%, hidrogen 9,5%, karbon 18,5%, dan nitrogen 3,3%). Keempatnya mempunyai peran penting dalam penyusunan protein, karbohidrat dan lemak. Lalu 10%  sisanya terdiri dari unsur lain yaitu kalsium 1,5%, fosfor 1%, potasium 0,4%, sulfur 0,3%, klorin 0,2%, sodium 0,2%, magnesium 0,1 %, iodin, iron, dan zinc. 

Terdapat hal-hal lain yang menarik dari kimia. Misalnya, ketika kegerahan mandilah dengan air yang dicampur garam dapur. Efeknya tubuh akan terasa lebih segar. Hal ini tentunya bisa dijelaskan dalam ilmu kimia. Garam dapur yang dilarutkan dalam air akan terionisasi menjadi ion. Ion-ion tersebut menyebabkan tegangan permukaan air semakin besar yang akan membuka pori-pori kulit lebih lebar. Maka dari itu, penguapan tubuh akan terjadi lebih cepat dan badan menjadi lebih segar.

Pernahkah terlintas di pikiran kita mengapa penjual jamu mencampurkan kuning telur pada jamunya? Hal ini juga bisa dijelaskan dengan kimia. Kuning telur mengandung kolesterol yang bersifat non-polar (organik). Jamu larut dalam pelarut organik, maka dari itu penjual jamu mencampur kuning telur dalam jamunya. Karena kuning telur bersifat non-polar atau organik.

Hal lain yang perlu disadari misalnya ketika mengunyah nasi dengan waktu yang lama. Nasi akan semakin terasa manis. Hal ini disebabkan karena air ludah mengandung enzim ptialin yang menghidrolisis karbohidrat menjadi molekul sederhana salah satunya glukosa.

Sebenarnya banyak hal yang dapat dijelaskan dengan kimia. Kita hanya perlu menggali hal unik dari dalamnya.

Belajar kimia akan sangat menarik apabila kita menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Karena kita bisa menyimak materi tersebut dengan fokus ketika dihubungkan dengan kehidupan sehari–hari. Beberapa contoh berikutnya sebagai berikut. 

Misalnya, saat kita belajar materi netralisasi asam basa dan dikaitkan dengan penyakit asam lambung. Asam lambung yang berlebihan menyebabkan iritasi pada permukaan lambung. Supaya tidak perih karena iritasi maka asam lambung harus dinetralkan terlebih dahulu oleh senyawa yang bersifat basa. Asam lambung dapat dinetralisasi oleh obat yang mengandung senyawa basa Mg(OH)2 atau Al(OH)3

Prinsip netralisasi juga dapat diterapkan dalam berbagai peristiwa lain. Saat kita tersengat tawon bisa diobati dengan mengoleskan cuka. Hal ini karena racun tawon bersifat basa. Sedangkan, apabila kita tersengat lebah, maka diobati dengan sabun atau soda dikarenakan racun lebah bersifat asam.

Cara kita melihat kimia akan memunculkan sisi menarik dari ilmu ini. Tentu saja kita harus menumbuhkan rasa ingin tahu. Ada beberapa cara supaya kita dapat melihat kimia dari sisi yang menarik.

Pertama, harus memiliki sifat sensitif. Maksudnya kita harus peka dalam hal yang berkaitan dengan fenomena yang ada di kehidupan sehari-hari dan mengaitkannya dengan ilmu kimia. Kedua, memiliki sifat kritis. Maksudnya kita mampu untuk mengolah pikiran terhadap suatu hal yang terlihat oleh mata. Sikap kritis ini nantinya akan memunculkan pertanyaan. Ketiga, memiliki sifat kreatif, Maksudnya mampu menciptakan pola pikir yang didasari pemahaman kimia untuk menjelaskan fenomena yang terjadi. 

Menarik bukan belajar kimia? Jadi sekarang, apabila mendengar kata kimia tidak usah berpikir kimia itu sulit. Ketika melihatnya dari sisi yang menarik dan lebih mengenal kimia, kita dapat berteman baik dengan kimia.

 

Editor: Agustinus Rangga Respati
Foto sampul: Kristophorus Divinanto

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts