
nota untuk tahun-tahun tanpamu: Kumpulan Puisi Darryl Haryanto
Kumpulan puisi ini: soto ayam pak yanto sekali lagi, nota untuk tahun-tahun tanpamu, dan begini bagaimana aku hidup sekarang ditulis oleh Darryl Haryanto. Seorang penulis, pembuat-pertunjukan, dan palugada. Bergerak di penerbit buku anak Cipacana dan kolektif pertunjukan Karangdunyo. nyarap belum selesai, britney, aku masih mausemangkok soto ayam pak yanto sekali lagiwaktu malu-maluobrolan kecil bangun tidur (dan menulis puisitentang cinta…

Zine Jadi Wadah Literasi dan Ekspresi Kreatif bagi Komunitas Suporter Sepak Bola
Dengan zine sebagai wadah literasi, komunitas suporter sepak bola tidak hanya menghargai sepak bola di lapangan, tetapi juga memperkaya pengalaman mereka melalui tulisan.

Puisi untuk Ayah dan Ibu: Kumpulan Puisi Munanda Okki Saputro
Kumpulan puisi ini: Puisi untuk Ayah dan Ibu, Menuju Pulang, dan Ramadan Tahun Ini ditulis oleh Munanda Okki Saputro. Mahasiswa Sosiologi di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergiat dalam kelompok pertunjukan “Monolog Pejalan” yang berbasis di Kota Solo. Sebelum pulang, kutuliskan puisiTepat di bibir pintu kosan yang seringkali telat ku bayarKata pertama adalah rinduKu kemasi barang dan beranjak membelakangi kamar…

Memahami Demokrasi dalam Circle Pertemanan
Apakah circle pertemanan yang sehat mencerminkan prinsip-prinsip demokrasi yang sesungguhnya?

Setelah Membaca Sajak Sapardi Djoko Damono 1972-1973: Kumpulan Puisi R. Braja Restu
Kumpulan puisi ini adalah puisi-puisi yang ditulis oleh R. Braja Restu setelah membaca sajak-sajak penyair Sapardi Djoko Damono tahun 1972-1973. Penulis aktif di Pondok Buku PALem dan pernah menulis buku puisi Cincin Gunung & Piring Matahari (2024). akan kucegah, akan kutahan dengan cemburu-amarahseandainya aku seterumu yang menggerutu melihat penamu menari bergerak kian-kemari di atas kertas…

Sentimental: Catatan Mendengarkan Dua Album BUKTU
Dari dua album Buktu, kita belajar merasakan perasaan gelisah, cemas, dan marah yang dialami oleh siapa saja.

Despotisme Baru: Tantangan Terhadap Kualitas Demokrasi Indonesia
Dinasti politik semakin memperkuat kendali partai politik atas sumber daya, lalu mengekang ruang demokrasi. Maka, penting untuk mencermati dampak despotisme baru terhadap kualitas demokrasi di Indonesia.

Cerita Menjelang Sore: Kumpulan Puisi Kanaya Adzani
Kumpulan puisi ini: Sapaan Sang Mentari, Cerita Menjelang Sore, dan Berbincang Dengan Malam ditulis oleh Kanaya Adzani. Mahasiswi Ilmu Komunikasi di Yogyakarta, gemar menulis apapun yang datang secara tiba-tiba. Bak primadona, pagi adalah sebuah penantianBukan sekedar hari, namun juga suatu penandaKetika sinar itu tibaLuka lainnya baru saja dimulai Matahari adalah tulang rusuknyaPelangi dan hujan bagaikan…

Tujuh Perhentian di Kamar Kosan: Kumpulan Puisi R. Braja Restu
Kumpulan puisi ini adalah syair-syair tentang tujuh perhentian di kamar kos yang ditulis oleh R. Braja Restu. Penulis aktif di Pondok Buku PALem dan pernah menulis buku puisi Cincin Gunung & Piring Matahari (2024). Yang pertama adalah membersihkan nuraniJubah-jubah perang adalah jatidiri: kaos-kaos oblong yang mulai pudar ronanya dimutilasiLengan-lengan gagah dikebiri, dijadikan keset kaki, batas…

EP ‘Frihet’ Hardik: Pesan Kebebasan Atas Kondisi yang Carut Marut
EP ‘Frihet’ dari Hardik menitik beratkan pesan terhadap krisis identitas dan stigma buruk terhadap kaum marjinal.

Aku Tidak Datang Dari Masa Depan: Kumpulan Puisi Rifqi Septian Dewantara
Kumpulan puisi ini: Aku Tidak Datang Dari Masa Depan, Pulang Adalah Memesan Waktu, dan Virus (Disease) ditulis oleh Rifqi Septian Dewantara. Pegiat asal Balikpapan yang kini aktif berkarya di Halmahera, Maluku Utara. Hanya itu yang aku punya; kematian. Ia sedang menunggu lewat tombol-tombol digital Tuhan. Seperti genggam aku di sini, menekan doa ke dimensi lain Dari bahasa pemrograman –…
Dukung Sudut Kantin Project tetap ada.











