• Gaun Tiara | Cerita Pendek Chantika Frederica

    Tiara melangkahkan kakinya dengan lambat ketika melewati deretan ruko di sepanjang jalan Boulevard. ‘Butik Brenda’, demikian merk yang terpampang di atas sebuah ruko. Tiba-tiba, Tiara menghentikan langkahnya, matanya terbelalak memandangi etalase ruko tersebut. Sebuah gaun trendy berwarna abu-abu membalut tubuh manekin di balik etalase. Sekarang mulutnya ternganga melihat tulisan yang tergantung di atas manekin. Diskon…

    Read more

  • Nonton The Glad: Aroma Alkohol, Asap Rokok, dan Basah Kuyup | Cerita dari Konser Underground di Jogja

    Memasuki bar, aroma alkohol tercium dengan jelas dan kepulan asap rokok memenuhi ruangan. Orang-orang menunggu The Glad tampil. Rabu 23 November 2021, menjadi pengalaman pertama saya mendatangi acara musik underground di Jogja. Malam tanpa bintang tak mampu menahan saya untuk tidak datang ke acara itu. Seorang teman menawari saya untuk datang menonton band lokal asal…

    Read more

  • Bocah Ingusan di Hari Minggu | Cerita Pendek Juan Antony

    Setiap minggu aku selalu mengunjungi koi-koi di kolam ini. Mereka sangat baik dan ramah. Mereka juga simpel, tidak seperti Romo di gereja yang selalu berbicara tentang Yesus yang tidak bisa ku pahami. Memang Yesus itu baik, kata Mamak, tapi aku tidak pernah melihatnya. Jika aku menanyakannya kepada Mamak pasti aku langsung dicubit. Hal itu lah…

    Read more

  • Menggenggam Pesan dan Menyulut Semangat “Pesta Pora” The Glad

    Setelah memberikan semangat lewat single ‘Anti Nganggur’, kini The Glad lagi-lagi merilis single anyar berjudul ‘Pesta Pora’ pada 28 Oktober 2021 lalu.

    Read more

  • Mengamati Pergeseran Budaya di Meja Makan melalui karya Agung R. Prakarsa

    Esensi dari budaya leluhur kian bergeser dengan adanya ritual baru yang kini sudah menjadi hal yang lumrah, seperti foto bersama sebelum doa makan. Sejak dulu, pada sebuah acara bersama, masyarakat selalu dipertemukan dengan sajian wajib saat syukuran atau acara adat terutama di pulau Jawa. Adanya tumpengan pasti hadir dari sebuah perayaan dan esensinya adalah berdoa…

    Read more

  • Perjalanan Mooi Indie dari Berbagai Generasi dan Subversinya Masa Kini

    Kedekatan mooi indie dengan kehidupan masyarakat Indonesia, membuatnya sangat kuat berakar di dalam masyarakat dan masih dihidupi hingga saat ini.

    Read more

  • Mereka Ramah Menyapa | Pengalaman Pulang ke Tanah Nusa Tenggara Timur

    Ramah menyapa menjadi keseharian orang-orang yang saya temui. Menyapa bisa dikatakan sebagai ungkapan rasa hormat kita terhadap orang lain. Pulang ke tanah Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan hal yang paling saya nantikan. Alasannya bukan hanya karena aroma daging Se’i yang menggiurkan lidah, tetapi juga aspek budaya dan tutur bahasa menjadi hal yang menarik. Terlebih yang membuatnya…

    Read more

  • Alegori; Kumpulan Puisi Zuhal Zurrifki Hakim

    Kumpulan puisi ini: Alegori, Angan ingin Angin, Jika Waktunya, Apakah Cita-cita, dan Perjalanan Kita ditulis oleh Zuhal Zurrifki Hakim, seorang yang mulai aktif menulis sejak 2017. Alegori Pelan-pelan cahaya masuk ke dalam tubuhmu Lalu keluar menjadi air terjun Dan tumbuhlah dedaunan juga pohon rindang Nyawa-nyawa terselamatkan olehmu Saat kemarau tiba Aliranmu mengering Tak lagi deras seperti…

    Read more

  • Menilik Karya-karya Heri Dono dalam Pameran “Phantasmagoria of Science and Myth”

    Karya-karya Heri Dono tak jauh dari persoalan sosial, politik, ekonomi, dan lingkungan dengan pendekatannya yang sinis, humoris, ironis, dan absurd.

    Read more

  • Doa, Luka, dan Dendam; Kumpulan Puisi Anggit Kumara

    “Doa, Luka, dan Dendam”, kumpulan puisi; Pusara, Kidung, dan Pemelihara. Ditulis oleh Anggit Kumara, seorang lulusan Sastra Inggris yang dibesarkan di keluarga Jawa dan sedang belajar menulis dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pusara Lantas bilamana rumah Yang kau bangun megah Telah pecah belah Menjadi puing-puing Tanah mana lagi Yang akan kau jadikan pulang? Seorang kawan…

    Read more

  • Provokasi Ingatan dalam Pameran Arsip | Catatan Mengunjungi Biennale Jogja XVI Equator 6

    Pameran Arsip dihadirkan untuk memprovokasi ingatan dan kesadaran pengunjung atas sebuah wilayah yang mempunyai sejarah panjang yang terhubung melalui garis khatulistiwa. Ketika menghadiri pameran seni rupa, pengetahuan dan memori kita berperan penting dalam proses memahami sebuah karya atau peristiwa seni dan melalui itu lah jalan terhadap apresiasi dan kritik seni dapat terbuka. Sebut saja pengetahuan…

    Read more

  • Benang-benang Agnes Christina: The Art of Being Minority

    Mendengar cerita dibalik karya-karya Agnes Christina yang ditampilkan dalam pagelaran Biennale Jogja XVI Equator #6 2021. “What do you want to be when you grow up?” “I want to be the majority.” Demikian dialog antara ibu dan anaknya yang sedang ia susui. Dialog tersebut terajut melalui warna-warni benang pada sebidang kain putih. Seniman di balik…

    Read more

Dukung Sudut Kantin Project tetap ada.