Melihat bagaimana fenomena anak laki-laki menjadi teramat penting bagi suku Batak demi silsilah keluarga yang tidak terputus melalui pementasan 'Mangiring'.
Dalam pertunjukan ini, ada nilai feminisme yang dapat ditarik sebagai garis tentang mempertahankan makna, tanda, dan penanda perempuan dalam kehidupan.
Intermedialitas bukan sesuatu yang asing, apalagi eksklusif di bidang seni saja. Dalam kegiatan keseharian entah sadar atau tidak, kita melakukan intermedialitas itu.
Selama 10 tahun, Biennale Jogja seri Equator melakukan perjalanan dengan berbagai seniman dari negara-negara kolaborasi mulai dari Asia Tenggara, Arab, India, Nigeria, sampai Brazil dan Oceania.
Semangat Zizaluka jadi siasat atmoster kreatif setiap generasi di Yogyakartara maupun di lingkungan wilayah Sewon dan lainnya untuk terus melestarikan nilai edukasi-kultural.