Pengalaman Menonton Brang Breng Brong #3: Konser Musik Punk yang Progresif!

Bersama teman-teman yang memiliki kegemaran musik yang sama dan sub kultur yang seragam, panggung Brang Breng Brong #3 tampil meriah dengan pertunjukan beberapa band punk yang progresif.

Malam itu (03/06/2022) sepanjang Jl. Prawirotaman No. 5 Mergangsan, Yogyakarta tampak terlihat tenang dan lampu-lampu bar menyala memanjakan mata. Masing-masing bar sibuk dengan acarnya sendiri, dan terdengar petugas parkir memberikan aba-aba. Sementara itu banyak muda-mudi masih menoleh kesana-kemari memilih bar yang cocok untuk disinggahi.

Masuk ke arah timur dari jalan utama, bar Boogie Down menawarkan acara jalur underground dengan tema Brang Breng Brong #3. Bergegas menaruh sepeda motor di tempat parkir, saya langsung berjalan menuju bar dengan mengencangkan tali sepatu terlebih dahulu.

BRANG//BRENG//BRONG sendiri sudah menjadi nama pertunjukan musik yang diorganize teman-teman yang turut membantu aktivasi label musik Dugtrax Records. Pada edisi pertama Brang Breng Brong atau bisa disingkat BBB #1, acara ini diselenggarakan pada bulan Oktober di tahun 2018. Dibintangi oleh band asal Australia bernama Last Quokka, acara musik beringas ini terabadikan dengan penuh memori sekaligus menjadi serangkaian perjalanan tournya dari Jawa sampai Bali.

Kemudian disusul dengan BBB #2 pada buan April tahun 2019, bersama band old school/punk bernama Commodore 64. Band asal Strakonice, Republik Ceko ini melakukan perjalanan tournya ke Indonesia di beberapa kota Jawa – Bali. Sementara itu untuk edisi selanjutnya, band tanah air bernama GamelanOink menjadi bagian dalam perjalanan acara Brang Breng Brong #3 dalam melakukan tournya ke beberapa kota di pulau Jawa.

Acara ini digelar dalam rangka tour GamelanOink yang bertajuk “New Kids On The Roud Weekend Tour” sekaligus promo album terbarunya berjudul Sucked Up Years yang sudah rilis bersama Toxic Noise Records diujung tahun 2019.

Dimeriahkan beberapa band lokal seperti Psychoriot, The Trengginas, dan beberapa turunan lainnya yaitu Sakarain dan The Glad. Acara musik  Brang Breng Brong ini memang sengaja berfokus menghadirkan band bergenre musik punk yang kontekstual dan progresif.

Nyala semangat punk to copy and share for free yang sudah berkobar, membuat pertunjukan musik Brang Breng Brong #3 di Boogie Down siap menghantarkan malam jumat yang meriah.

Bunyi percikan korek api dan suara denting botol beer menjadi pembuka yang manis ketika saya masuk kedalam bar. Beberapa orang tampak serasi dan terlihat juga gerombolan dengan seragam yang serupa. Banyak dari mereka tampil menggunakan sepatu boots, memakai model rambut spike dan beberapa menggunakan jaket kulit bertuliskan I Just Wanna Riot dibagian belakang.

Bersama teman-teman yang memiliki kegemaran musik yang sama dan sub kultur yang seragam, panggung Brang Breng Brong #3 ini akan menyimpan berbagai memori serta nilai kebersamaan yang kuat.

Dipandu oleh MC kondang Yogyakarta Klawu Kasella, suasana Boogie Down mulai memanas ketika Psychoriot mulai memasuki panggung. Disusul dengan datangnya pengunjung dan beberapa teman lama, membuat area sekeliling bar mulai padat namun tetap kondusif.

Sembari melihat area di sekitar panggung, saya langsung berjalan menuju bar untuk menukarkan tiket dengan sebotol beer. Lagi-lagi pemandangan mode punk menjadi sajian paling laris yang wajib untuk dirayakan. Mengingat beberapa teman baru akan saling sapa saat mulai sing along dan menari diatas panggung bersama sang idola.

Sambil berdiri dan mengengam sebotol beer, saya melihat beberapa pertunjukan dilalui dengan tepuk tangan yang meriah. Beberpa penampil seperti The Trengginas dan Sakarain pun sudah tampil dengan maksimal. Ini merupakan pertama kalinya saya melihat mereka melakukan performance, sungguh penampilan yang penuh semangat dan Oi sekali untuk mereka!.

Cukup lama menanti GamelanOink untuk tampil di panggung, tidak terasa sebotol beer ditangan sudah perlu untuk di isi kembali. Sementara itu  pemandangan dipanggung, para penonton masih asik menari sampai baju mereka basah kuyup. Mereka saling sengol dan mendorong, bahkan sampai meloncat. Pemandangan yang lumrah terjadi saat berada di acara gigs, apalagi di panggung Brang Breng Brong.

Akhirnya yang dinanti tiba juga, empat punkers asal Bekasi berjalan menuju panggung untuk bersiap memberikan suara Oink paling lantang. Terlihat sang vokalis Wahyu atau sering dipanggil dengan nama Tukul tampil menggunakan atribut punk lengkap. Beserta rambut Skinnyhead yang tajam, ia memimpin GamelanOink untuk menyapa dan membangun interaksi dengan penonton.

GamelanOink (dok. Adi Atmayuda/Sudut Kantin)

Selepas beberapa lagu dilibas dengan ganas, di sela-sela pertunjukan ada sedikit pesan juga himbauan dari sosok perempuan yang tiba-tiba berteriak lantang di atas panggung. Ia menghimbau untuk teman-teman yang terlibat dalam acara Brang Breng Brong agar tidak membuang putung rokok dan sampah secara sembarangan. Sebab, menurutnya membuang sampah sembarangan bukanlah citra dari seorang punk sejati.

Acara kemudian berlanjut dengan beberpa lagu GamelanOink yang berisik. Meskipun ini kali perdana saya menonton band ini, nuansa musik yang mereka bawakan sangat padat dan nampak tersisipkan pesan yang serius.

The Glad bernyanyi bersama penonton. (dok. Adi Atmayuda/Sudut Kantin)

Malam yang semakin larut tidak membuat energi ini kian redup. Sampai dimana lagu Anti Nganggur dari The Glad menjadi saksi berakhirnya rangkaian acara Brang Brong Brong #3.

Badan yang sudah basah kuyup dengan keringat, membuat saya lantas memilih duduk disekitar bar. Sambil berkenalan dengan beberapa teman baru, dan mencoba berinteraksi dengan beberapa personil band penampil. Malam bersama Dugtrax Record edisi Brang Breng Brong #3 saya tutup dengan menghisap sebantang rokok dan semangat Oi mengiringi perjalanan pulang.

 

Editor: Tim Editor Sudutkantin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Related Posts