• @ismaadaily

    Terjangkit Desas-Desus

    “Ada satu syarat lagi supaya ramuan obat ini menjadi mustajab mandraguna.” “Apa itu? Saya pasti sanggup memenuhi syaratnya.” “Ambil sehelai rambut orang yang baru meninggal dan campurkan ke ramuan ini.” “Tapi, di mana saya bisa mendapatkannya?” “Jangan kebanyakan tapi. Ingat, gali kuburannya dengan tangan kosong!” Bulan mati di atas kuburan. Ia mengapit senter di lengan…

    Read more

  • grunge

    Grunge, It’s Gonna Be Huge!

    Grunge disebut sub-genre dari aliran musik alternatif dengan ciri khas distorsi gitar kenceng, riff gitar kotor, beat drum kenceng, dipadukan suara vokal yang berat dan melankonis, katanya adalah ciri pure dari musik ini. Grunge juga disebut juga Seattle Sound, dikarenakan awal kemunculanya pada pertengahan 1980-an di negara Paman Sam, khususnya di wilayah Seattle. Grunge juga…

    Read more

  • SkolMus Merekam Kota, Pameran Arsip Publik di Kota Kupang

    Siaran Pers SkolMus Merekam Kota, Pameran Arsip Publik di Kota Kupang Komunitas Sekolah Multimedia Untuk Semua (SkolMus) akan menyelenggarakan event Merekam Kota. Event ini bertajuk Pameran Arsip Publik: Dulu, Kini dan Nanti yang akan dilangsungkan pada 17 hingga 31 Oktober 2020 di bekas Pabrik Es Minerva, Jalan Siliwangi Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, NTT. Pabrik…

    Read more

  • Bahasa Indonesia yang “Kek Which is Which is” dan Peran Penuturnya

    Beberapa pekan lalu, ramai di media sosial sebuah postingan seorang remaja di aplikasi joget-joget menulis, ada dua mata pelajaran yang tidak perlu ada di sekolahan, yakni bahasa Indonesia dan sejarah. Dalam postingan itu malah ditulis ‘disekolah’ alih-alih ‘di sekolah’. Padahal, dua pelajaran itu yang justru selalu samar-samar di kepala kita. Perihal sejarah tentu dapat dengan…

    Read more

  • Semoga Hal Baik Menyertaimu; Kumpulan Puisi Imanuela Dhimas

    Manusia-Manusia Musiman Aku paham ini euforia yang tercipta oleh Dia Berawal dari kegabutan berakhir karena kesibukan Salah satu mencintai salah semua diri mencerai Terima kasih atas kasih manusia – manusia musiman   Semester Tu7uh Juh! Harusnya aku tidak banyak beban Harusnya aku banyak waktu luang Harusnya aku bisa rebahan Harusnya aku bisa berpetualang Harusnya aku…

    Read more

  • Membenci Televisi

    Sama seperti pemuda-pemudi seumurannya, Jati tidak punya pilihan. Walaupun penghujung bulan menjadi salah satu waktu yang ditunggu-tunggu, kesempatan untuk rehat dari segala sesak tuntutan masyarakat dan terutama keluarga, ia ogah untuk pulang. Tenang saja, kondisinya cukup stabil. Seorang mahasiswa dengan keadaan ekonomi yang serba pas, ia memiliki keseharian yang cukup dan patut disyukuri mengingat ia…

    Read more

  • Sambat Bapak

    Sore itu bersama Bapak, Bapak tampak lebih muda dari biasanya, Ia terkekeh dan melempar pandang ke langit-langit sore itu. Namun masih saja, aku melamunkan ini-itu dan mantra-mantra profanatik tak berpijak pada tanah, angan-angan tinggi akan keindahan-keindahan semu di dunia ini. Pada akhirnya menyerah dan mengeluh pada sebuah frasa “tidak adil”. Inilah lamunan yang terbuyarkan pesannya…

    Read more

  • Album Binar Wajah Sebaya: Nuansa Berisik Morfem Penuh Cinta

    MORFEM adalah band indie-rock paling berisik saat ini. Belum lama ini mereka merilis mini album berjudul Binar Wajah Sebaya (11/08). Album ini hadir dengan penuh keberisikan yang menghadirkan 1 lagu absurd, 4 lagu aransemen dan rekam ulang.  Apa yang terlintas dalam pikiran kalian ketika membaca atau mendengar kata “morfem”? Mungkin untuk mahasiswa jurusan bahasa atau sastra…

    Read more

  • Catatan Sebelum Pentas: Monolog Topeng Topeng karya Rachman Sabur

    Monolog ‘Topeng Topeng’ mengajak kita untuk merefleksikan banyak hal dalam diri kita.

    Read more

  • Palang Merah Indonesia dan Henry Dunant

    Pada suatu siang yang biasa-biasa saja, saya dan seorang teman berjalan turun setelah mengikuti kelas yang bikin ngantuk. Di lantai bawah, bilik-bilik dadakan sekonyong-konyong berdiri, disekat kain lengkap dengan tiang-tiang penyangga. Beberapa orang sedang rebahan main gawai dengan selang terjuntai menuju kantong-kantong berisi darah. Sedang beberapa petugas sibuk dengan jarum, selang, dan kantong darah lainnya…

    Read more

  • Menghadirkan Budaya Pop 90-an dalam Pameran Tunggal “Ocean Eyes”

    Generasi 90-an pasti tidak asing dengan budaya pop dalam film kartun yang ditayangkan tiap hari Minggu sedari pagi hingga sore. Hal ini menjadi suatu pengalaman yang asik pada zamannya. Beberapa stasiun TV nasional bahkan memutar serial-serial kartun seharian penuh.  Banyak yang merindukan masa-masa tersebut, tak terkecuali seorang seniman asal Banyuwangi, Laksamana Ryo yang mengungkapkannya dengan…

    Read more

  • Moral Hazard pada Kehidupan Normal yang Baru

    Pandemi corona mengajarkan kita hakikat manusia sebagai mahkluk sosial dan individual. Pada sisi individual kita banyak belajar bahwa jika nyawa tiap orang diancam oleh sesuatu secara naluriah dia akan menyelamatkan nyawanya sendiri tanpa sejenak memikirkan nyawa orang lain. Contohnya penimbunan masker demi mendapatkan keuntungan lebih untuk dirinya sendiri memanfaatkan ketakutan sosial atas pandemi. Bagaimana dengan…

    Read more

Dukung Sudut Kantin Project tetap ada.