The Glad: Single “Anti Nganggur” dan Etos Kerja Keras untuk Bersenang-senang

The Glad, punggawa band skinhead asal Sayidan, Yogyakarta melepas single Anti Nganggur melalui DUGTRAX RECORDS pada 9 Juli 2021 lalu.


Gemah ripah loh jinawi pernah kita alami / Tak kurang dan tak lebih / patut kita syukuri // Aturan regulasi bikin kita keki / membuat kita susah mengais rezeki”

Sebelum sebait lirik di atas terlontarkan, distorsi gitar telah lebih dulu membuka single Anti Nganggur disusul single stroke roll pada snare drum seakan memberi aba-aba untuk stage diving dari atas panggung. Umumnya riff semacam ini sering terdengar dalam scene punk, tapi tentu saja tidak pernah jadi sesuatu yang basi.

Design oleh Ady Rasatya Buana

Sebait lirik tadi cukup menjadi awalan atas gambaran rasa kesal. Tanah yang subur dan hidup yang cukup, memang patut disyukuri. Namun, siapa yang tidak dongkol jika aturan-aturan justru menghambat orang banyak menjadi lebih sejahtera? Tentu saja perihal mengais rezeki.

Barangkali ini mampu mewakili unek-unek kaum pekerja kelas bawah yang sudah mutar kepala berulang kali untuk tetap tahan banting dalam situasi yang sulit. Memang sudah kodratnya, lagu ini menjadi semacam pengukuhan atas attitude kaum skinhead yang tak pernah lepas dari etos kerja keras dan pantang menyerah kaum pekerja, seperti pada bait berikut.

“Hidup sudah susah tapi jangan melemah // Apapun yang terjadi harus kita hadapi // Walaupun porak poranda dihantam pandemi // Kita tetap kuat berdiri ada di sini”.

Keyakinan ini dinyanyikan dengan lantang oleh The Glad, grup musik yang lahir dan tumbuh dalam subkultur skinhead Sayidan, Yogyakarta. The Glad merupakan manifestasi atas ketertarikan dalam hal bersenang-senang; bermusik dan pengagum sepak bola. Kali ini mereka muncul dengan Anti Nganggur, sebuah judul yang menggelitik. Sekilas, bagian reff akan sangat mencolok. Liriknya yang singkat tapi membekas.

“Anti nganggur / anti nganggur / anti nganggur / biar bisa beli anggur”.

Seperti sudah mendarah daging, tak lengkap jika lagu-lagu bergenre Oi! tidak memiliki bagian sing along. The Glad tak lupa menyuguhkan bagian yang kelak akan menjadi paduan suara di panggung-panggung. Saya membayangkan bejibun penonton mengangkat dan mengepalkan tangan disusul paduan suara yang tangguh melantunkan lirik, “Tak perlu pedulikan mereka // Mereka tak berbuat apa-apa // Aturan yang dibuat mereka hanya omong kosong belaka“.

Dari lingkaran di jembatan Sayidan hingga tongkrongan di Warung Mataraman Bakmi Mas Pet Bun, The Glad telah berulang kali bongkar pasang personil. Kini mereka hadir dengan Hazthelad (vocal), Skinheadbob (lead), Eska (rhythm), Gonskin (bass), dan Popo (drum). Sepanjang perjalanan, The Glad telah merilis beragam single yang beredar secara organik maupun jejaring dalam kompilasi. Terkesan serius-tidak serius dalam bermusik, namun band ini tetap teguh dengan spirit Oi! dan nuansa punk sejak 2002.

Tepat pada tanggal 9 Juli lalu, The Glad bersama dengan netlabel DUGTRAX RECORDS merilis single Anti Nganggur di berbagai platform, tak terkecuali YouTube. Menggandeng alternative experimental film video music maker, SILAZ PICTURES, The Glad tampil dalam video musik bernuansa hitam-putih dan telah ditonton 16 ribu kali. Meskipun dalam ruang studio, aksi panggung The Glad cukup menampilkan gairah kerinduan untuk tampil di panggung sesungguhnya.

Rasanya tidak mudah menasehati tanpa menggurui. Tembang Anti Nganggur telah membuktikannya. Bukan perkara berbicara dengan santun atau makian, tapi The Glad berhasil berbicara dengan bahasa kolektifnya sendiri. Tanpa muluk-muluk, mereka menolak nganggur dan tetap kerja keras di tengah carut marut situasi.

Jika dicerna lebih dalam lagi, sikap menolak tunduk pada keadaan terpuruk sejatinya hanyalah pelarian atas kerinduan untuk bersenang-senang. Salah satu kesenangan itu ya dengan membeli anggur. Boleh buah anggur, boleh juga sebotol anggur. Merah.

 

Editor: Agustinus Rangga Respati
Foto sampul: Edwin Roseno

 

Total
11
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts